Rona Saudi: Empat Penulis Wanita Saudi Bangkit
KAMIS, 17 JUNI 2010 16:13
Jakarta (MCH). Empat penulis perempuan Arab Saudi meluncurkan karya-karya mereka secara serempak pada hari Selasa, 16 Juni kemarin malam di Virgin Megastore Roshana International Center, Jeddah, Arab Saudi. Mereka adalah Samar Fatany, Dr. Soad Jaber, Dr. Amal Shata, dan Etidal Etaiwi.
Samar fatany meluncurkan buku 'Saudi Challenges and Reforms ' (Saudi, Tantangan dan Reformasi) dalam bahasa Arab dan Inggris. Sedangkan buku Imraa Alal Haffa (A Woman on the Brink) ditulis Dr. Soad Jaber, dokter anak pada RS Universitas Raja Abdulaziz.
Dengan dua buku terbaru ini, Fatany telah mencatat menerbitkan empat buku. Sebelumnya adalah dua buku 'Saudi Perceptions and Western Misconceptions" (Persepsi Saudi dan Kesalahpahaman Barat) serta "Saudi Women Toward a New Era' (Wanita Saudi Menuju Era Baru) yang ditulis dalam bahasa Inggris.
Jaber telah menerbitkan empat buku untuk anak-anak dan dua novel, termasuk yang terbaru, semua dalam bahasa Arab. "Aku mendapat manfaat yang luar biasa dengan menulis cerita untuk anak-anak," kata Jaber.
Novel Shata terbaru yang merupakan buku kelima berjudul "Selalu Mencinta." Dia adalah seorang dokter yang menemukan semangatnya di sastra. Dia juga memiliki serangkaian buku anak-anak.
"Gagasan penandatanganan buku seperti ini sangat tidak umum di Arab Saudi. Namun ini adalah ide yang bagus untuk mempromosikan sebuah karya sastra baru, khususnya untuk pemasaran buku itu sendiri," kata Shata.
Sedangkan Etaiwi meluncurkan dua buku baru pada acara itu. " Al-Amthal Al-Shaabiya" (kisah rakyat Hijaz) dan antologi puisi Taqasum Al-Tawajus (mengusir kekhawatiran). Etaiwi adalah kolumnis harian Al-Madinah dan juga dikenal sebagai pelukis. "Saya menikmati acara ini," katanya.
Menurut Etaiwi, acara ini adalah awal yang baik untuk Saudi Word Association, yang merupakan wadah baru yang dibentuk dan digagas Mahjoub Nabeela, seorang novelis dan kolumnis Arab Saudi.
"Asosiasi ini bertujuan mempromosikan wacana budaya dan intelektual dalam masyarakat Saudi dan mendukung bakat baru," katanya.
Buku Fatany diterbitkan oleh Pusat Publikasi Media Arab Kairo, sebuah penerbitan yang lahir sejak reformasi yang dilakukan Putera Mahkota Pengeran Raja Abdullah (kini raja Arab Saudi) sejak tahun 2001. Abdullah memulai jalan baru menuju pembangunan ekonomi dan kesejahteraan sambil tetap menghormati dan mempertahankan prinsip-prinsip Islam. Raja Abdullah telah memulai kebijakan strategis untuk mereformasi institusi Saudi dan menemukan keseimbangan antara kemajuan dan tradisi.
"Kerajaan sedang mengalami transformasi masyarakatnya," kata Fatany kepada Arab News. "Aku telah menyaksikan perubahan-perubahan ini dengan mata sendiri pada perubahan peran perempuan dalam masyarakat Saudi. Buku ini merupakan refleksi dari tantangan yang berkaitan dengan perubahan dan era baru di mana wanita mengambil peran semakin penting sebagai mitra dalam membentuk masa depan Kerajaan. "
Menurutnya, buku itu membahas peranan pemuda, perempuan dan lembaga yudikatif sebagai tiga elemen utama reformasi. "Perombakan kabinet baru-baru ini adalah langkah yang benar karena menyebabkan langkah-langkah agresif dan membuka jalan bagi reformasi. Ada beberapa resistensi terhadap perubahan dan yang juga sedang ditangani. "
Dia menambahkan: "Kita harus mengidentifikasi masalah dan mempercepat perubahan kecepatan tersebut. Visi raja untuk kerajaan ini setara dengan konsep global dan masyarakat dunia untuk lebih maju. Bahkan, isolasi masyarakat Saudi dari seluruh dunia telah menyebabkan penyebaran banyak informasi yang keliru dan kesalahpahaman. "
Buku ini merupakan karya terbaru dari kumpulan kolom yajng ditulisnya di harian Arab News. Fatany melihat tanda-tanda kemajuan dan hambatan yang selalu ada. "Banyak forum telah mempromosikan ide-ide baru ini yang suatu hari nanti dapat memberikan beberapa solusi untuk tantangan kerajaan ke depan," katanya dalam pengantar bukunya. "Mungkin aspek yang paling penting dari buku ini adalah perhatiannya pada realitas ekonomi saat ini dan masa depan dengan titikk amatan pada lapangan kerja, produktivitas dan pendidikan," kata Fatany sepertti dikutip harian Arab News edisi Kamis, 17 Juni hari ini. (Musthafa Helmy)
Biaya Haji Ditetapkan Setelah Reses DPR Juli
KAMIS, 17 JUNI 2010 14:43
Jakarta (MCH). Setelah melalui beberapa kali deadlock, Komisi VIII DPR akhirnya memutuskan bahwa penetapan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) mundur dari jadwal. Para Wakil Rakyat akan mengkaji ulang keseluruhan komponen BPIH yang diajukan Kemenag dan baru akan memutuskan BPIH pada Juli mendatang.
Ketua Komisi VIII DPR Abdul Kadir Karding mengatakan penetapan biaya penyelenggaraan ibadah haji tahun 2010 kalaupun tertunda hingga setelah masa reses pada pertengahan Juli tidak mempengaruhi penyelenggaraan ibadah haji. "Jika pembahasan komponen belum tuntas hingga memasuki masa reses maka Komisi VIII baru akan menetapkannya setelah masa reses," kata Abdul Kadir ketika ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Rabu, 16 Juni kemarin.
Karding menjelaskan, Komisi VIII DPR tidak akan terburu-buru menetapkan BPIH tahun 2010 karena masih akan meneliti lagi komponen-komponen yang masih bisa dioptimalisasi sebelum ditetapkan menjadi anggaran BPIH. Agenda persiapan haji oleh Kemenag tidak akan terpengaruh karena untuk persiapan di Arab Saudi, seperti pemondokan dan katering, semunya sudah dilakukan secara kontrak. "Insya Allah tidak ada masalah," kata politisi PKB itu.
Karding mengakui, pembahasan komponen BPIH berjalan cukup alot, terutama biaya tiket penerbangan dan komponen biaya tidak langsung atau indirect cost. Menurut dia, pembahasan yang cukup alot diupayakan mencapai solusi dengan tetap menghargai prinsip pemerintah tapi juga merealisasikan usulan DPR agar BPIH turun. Solusi ini, katanya, masih dibicarakan di internal Komisi VIII untuk mencapai kesepakatan. "Tapi semangatnya ingin memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yakni dengan penurunan BPIH," kata dia.
Di tempat yang sama, Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan, pemerintah dan DPR sudah mencapai kesepakatan soal penurunan BPIH tahun 2010, tapi DPR masih akan melakukan optimalisasi lagi. Menurut Suryadharma, untuk optimalisasi BPIH ini, maka Komisi VIII DPR menyerahkan kepada Menteri Agama agar melakukan pembicaraan lagi dengan Direksi PT Garuda Indonesia. "Sebetulnya negosiasi dengan pihak Garuda itu sudah selesai tinggal melaporkan hasilnya kepada DPR," kata Suryadharma.
Rapat konsultasi antara Tim Pemerintah dengan Komisi VIII DPR di Gedung DPR, Jakarta, Selasa, 15 Juni kemarin lalu, menyepakati penurunan BPIH hingga USD 51 terutama pada komponen biaya tiket penerbangan dari dari USD 1.779 menjadi USD 1.728. Namun, DPR memaksakan akan menurunkan BPIH pada kisaran Rp 5-6 juta sebelum menyepakati semua komponen biaya. Bahkan, dari tujuh lembar komponen indirect cost yang diajukan pemerintah, baru satu lembar yang disetujui parlemen.
"Kami semangatnya sama seperti DPR yakni meningkatkan pelayanan dan menurunkan biaya namun ada beberapa komponen yang memang sulit diturunkan karena sifatnya penetapan pemerintah Arab Saudi, tapi kita lihat saja nanti," pungkas Suryadharma. (*)
Lampu Hijau Terbang Haji Batavia
KAMIS, 17 JUNI 2010 14:01
Jakarta (MCH). Perundingan penetapan tarif angkutan haji 2010 masih berjalan alot. Pasalnya, Garuda Indonesia sebagai maskapainya menolak menurunkan tarif sesuai keinginan pemerintah. Di sisi lain, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memberi lampu hijau ke Batavia Air untuk mengikuti tender.
”Kemungkinan operator lain selain Garuda Indonesia masih di buka. Apalagi saat ini Batavia Air masih tertarik untuk ikut tender penyelenggaraan haji,” ujar Ketua Komisi VIII DPR, Abdul Kadir Karding Senin lalu.
Meski demikian, Direktur Jenderal BPIH Kementerian Agama, Slamet Riyanto, mengatakan, siapa pun operatornya masih diperbolehkan ikut tenderasal memiliki landing permit untuk penerbangan haji. Sementara Batavia Air belum memilikinya. "Kami tidak ingin lagi seperti saat Indonesia Air menerbangkan haji dulu. Tidak bisa mendarat ke Jeddah, baru bisa mendarat setelah ada jaminan dari Garuda. Membuat landing permit itu bukanlah hal yang mudah," tandasnya.
Sementara mengenai kesepakatan sementara mengenai tarif dengan Garuda, maskapai BUMN ini ngotot hanya mau menurunkan 51 dollar AS atau sekitar Rp 560.000/jamaah. Penurunan itu hanya separuh dari permintaan pemerintah yang berharap tarif angkutan haji dapat diturunkan hingga 150 dollar atau sekitar Rp 1,4 juta/ jamaah. "Perundingan belum selesai. Tetapi telah ada indikasi pertemuan antara semua pihak. Yang kami inginkan adalah tarif turun tetapi kualitas layanan tetap terjamin," kata Menteri Agama, Suryadharma Ali.
Dalam kesepakatan sementara itu, Garuda mematok tarif 1.728 dollar AS, atau turun 51 dollar dari tarif yang pertama diusulkan sebelumnya yaitu 1.779 dollar AS. Seperti diketahui, Garuda telah mengusulkan empat kali yaitu pertama pada 19 Mei sebesar 1.779 dollar, lalu pada 7 Juni sebesar 1.761 dollar per penumpang, kemudian pada 10 Juni sebesar 1.756 dollar AS. Yang terakhir pada Senin kemarin dengan patokan tarif 1.728 dollar per jemaah.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar mengatakan, pihaknya bisa menurunkan asalkan harga avtur tidak turun pada saat penyelenggaraan haji. Meski demikian, pihaknya belum bisa menentukan berapa dollar lagi tarif yang bisa diturunkan. Menurutnya, dengan tarif 1.728 dollar per penumpang, Garuda tidak mengambil keuntungan yang besar. Meskipun dia tidak mau mengungkapkan berapa keuntungannya, beberapa waktu lalu Emir menyatakan margin keuntungan hanya 3% dari tarif. "Kalau diturunkan berarti marginnya akan turun lagi," ujarnya. Diharapkan, penurunan tarif sudah akan final dalam rapat kerja tanggal 16 atau 17 Juni. (*)
Pemerintah Tolak Serahkan Dana Haji Khusus ke Asosiasi
KAMIS, 17 JUNI 2010 13:57
Jakarta (MCH). Pemerintah tidak akan menyerahkan pengelolaan dana setoran awal calon jemaah haji khusus (ONH Plus) kepada asosiasi penyelenggaraan haji, untuk mencegah terjadinya penyimpangan, dan kepastian pemberangkatan jemaah ke Tanah Suci.
"Kalau ada yang memboikot silakah saja. Pemerintah siap memberangkatkan para jemaah khusus tersebut lewar ONH reguler," kata Menteri Agama Suryadharma Ali hari Rabo, 16 Juni kemarin.
Menurut dia, tidak ada alasan pengelolaan dana setoran awal jemaah haji khusus diserahkan kepada pihak swasta. "Yang ada nantinya malah kacau. Coba ingat selama ini banyak jemaah haji khusus yang terlantar di Arab Saudi, atau tidak jadi diberangkatkan oleh penyelenggara," tambah Menag di Kantor Menko Kesra usai acara penandatangan SKB 3 Menteri.
Menag mengaku tidak takut dengan ancaman para pengusaha perjalanan haji dan umrah yang tidak akan memberangkatkan calon jemaah haji khusus, kalau Kementerian Agama tidak transparan dan tidak menyerahkan pengelolaan setoran awal calon jemaah. "Adalah dosa kalau menghambat orang mau naik haji," ujar Suryadharma.
Ada sekitar 16.000 calon jemaah haji khusus terancam tidak berangkat ke Tanah Suci tahun ini, seiring dengan rencana asosiasi penyelenggara umrah dan haji yang akan memboikot pemberangkatan jemaah haji tersebut.
Dua organisasi haji yaitu Asosiasi Muslim Penyelenggaraan Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri), dan Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh) yang saat ini beranggotakan sekitar 250 usaha biro perjalanan haji, mengancam tidak mau memberangkatkan calhaj ONH khusus, karena kecewa dengan Kementerian Agama. Antara lain naiknya seoiran awal dari 3.000 USD menjadi 4.000 USD.(*)
Kuota Haji Babel Penuh Hingga 2014
KAMIS, 17 JUNI 2010 13:35
Jakarta (MCH). Masyarakat Provinsi Bangka Belitung yang hendak menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci harus menunggu hingga empat tahun ke depan. Pasalnya, Kuota Haji untuk 2010-2014 sudah penuh.
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji Departeman Agama Wilayah Bangka Belitung Ahmad Riduan, mengatakan kuota haji untuk tahun ini sebanyak 904 ditambah dengan 9 pemandu sudah penuh. Demikian juga dengan tahun 2011 hingga 2014 sudah penuh pendaftar. Sedangkan untuk 2015 hingga kemarin telah terdaftar 800 orang jemaah.
"Untuk tahun ini hingga 2014 sudah penuh. Dan tahun 2015 masih ada untuk diisi lagi oleh siapa saja yang ingin mendaftar tapi jumlahnya terbatas," terang Riduan.
Kendati demikian, diakui Ahmad Riduan hingga sekarang Departemen Agama (Depag) Wilayah Bangka Belitung masih menunggu besarnya biaya Haji dari pusat, sebab info biaya itu akan mereka sampaikan kepada 904 calon jemaah haji Bangka Belitung dalam kuota haji tahun 2010.
"Untuk biaya kami belum mendapatkan suratnya dari pemerintah. Diperkirakan untuk ketentuan biaya tersebut turun di bulan Agustus atau September ini. Karena untuk penentuan biaya tersebut pemerintah harus dalam persetujuan DPR." ungkap Ahmad Riduan. (*)
3 Penyapu Jalanan Dapat Hadiah Umrah
SENIN, 14 JUNI 2010 16:22
Jakarta (MCH). Ratusan jemaah dan ulama bersama 309 penyapu jalan (pesapon) mengikuti zikir dalam rangka tasyakuran Adipura di Pendopo Patriot Kota Bekasi, Sabtu (12/6). Tiga pesapon mendapat undian umrah dari Walikota Bekasi Mochtar Mohamad.
“Masya Allah, saya gak nyangka, sampai lemes,” kata Mohammad, satu penyapu jalan yang mendapat undian umrah usai bersalaman dengan walikota.
Kegembiraan dan kelegaan tampak dirasakan ratusan pesapon yang berkumpul di pendopo sejak dinihari. Mereka yang disebut ujung tombak diraihnya Piala Adipura juga mendapat uang terima kasih dari walikota.
Walikota Bekasi juga mengakui kalau pesapon adalah ujung tombak kebersihan dan diraihnya Adipura. Dia menyampaikan terima kasih ketika setiap malam selalu ada pesapon yang menyapu jalan, mengepel jalan, dan bahkan juga siang harinya.
“Saya mohon maaf dan terima kasih. Ini awal yang baik, semoga tahun depan bisa lebih baik,” kata walikota seperti dikutip harian Pos Kota edisi Ahad, 13 Juni kemarin.
Acara zikir yang diisi Ustad Arifin Ilham membuat jamaah hanyut dalam renungan rohaniah. Tak sedikit jamaah yang menangis ketika mengamini doa.
Tampak hadir dalam acara tersebut Muspida, Ketua MUI KH Mursyid Kamil, Ketua Dewan Masjid KH Ahmad Shidiq, Ketua PKK Hj. Sumiyati Mochtar para ulama dan pengurus majlis taklim dan DKM Masjid. (*)
Gubernur DKI Hadiahi Lansia Umrah
SENIN, 14 JUNI 2010 16:19
Jakarta (MCH). Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengimbau lansia untuk tetap berguna bagi diri dan bangsa. Imbauan ini ia sampaikan saat membuka acara peringatan Hari Lanjut Usia Nasional Provinsi DKI Jakarta. "Lansia memang harus memberdayakan dirinya dan juga bangsa untuk meningkatkan hubungan sosial di masyarakat sesuai dengan 'Mars Lansia'," ujarnya, Rabu, 9 Juni lalu, di Pasar Seni, Ancol, Jakarta.
Ia menilai, cara lansia memberdayakan masyarakat memang salah satunya melalui penyaluran hobi. "Lansia harus bangga terhadap dirinya dan harus terus berkarya," ungkap Gubernur.
Namun, ia mengimbau agar lansia juga perlu mengintrospeksi diri tentang kesalahan masa lalu agar tetap mawas diri. Pada kesempatan itu, Gubernur menyerahkan bantuan dana sebesar Rp 347,5 juta kepada Forum Komunikasi Pusat Satuan dalam Keluarga (FK-Pusaka) yang memiliki kegiatan sosial untuk mengatasi permasalahan lansia.
Kado lainnya, Gubernur akan memberangkatkan sepuluh lansia aktif terbaik untuk umrah. "Sesuai usulan, insya Allah saya akan berangkatkan sepuluh lansia terbaik untuk umrah," ujarnya.
Berdasarkan data Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, rata-rata angka harapan hidup wanita di DKI mencapai umur 77 tahun, sementara pria hanya 73 tahun. "Setiap tahun usia harapan hidup semakin tinggi, ini sangat baik," ujar Foke.
Acara peringatan Hari Lanjut Usia Nasional Provinsi DKI Jakarta ini merupakan hasil kerja sama FK-Pusaka, PT Jaya Ancol, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sebanyak dua ribu lansia hadir pada acara ini. (*)
Daftar Sekarang 8 Tahun Lagi Berangkat
SENIN, 14 JUNI 2010 16:16
Jakarta (MCH). Animo umat Islam di Kalteng untuk menunaikan ibadah haji sangat tinggi. Mereka tidak mempermasalahkan meski biaya cukup besar dan harus menunggu bertahun-tahun.
Kepala Kantor WIlayah Kementerian Agama Provinsi Kalteng, H Anshary melalui Kepala Bidang Haji, Zakat dan Wakaf, H Abdul Wahid AHA, Minggu (13/6/2010) menyebutkan, jumlah daftar tunggu (waiting list) jamaah calon haji Kalteng mencapai 11.200 orang lebih.
Jumlah itu jauh lebih besar dibanding kuota haji Kalteng tahun lalu yang hanya sebanyak 1.349 orang. Jika dihitung-hitung, calon haji yang mendaftar sekarang, baru bisa berangkat delapan tahun mendatang.
Hal itu lantaran kuota haji Kalteng biasanya tidak mengalami penambahan yang signifikan, namun animo masyarakat tetap tinggi. Demikian seperti diberitakan harian Banjarmasin Pos edisi Ahad, 13 Juni kemarin. (*)
Juara MTQ Disarankan Naik Haji
SENIN, 14 JUNI 2010 16:11
Jakarta (MCH). Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang juga mantan Gubernur Sumatra Barat Gamawan Fauzi menyarankan qoriah Sumbar yang meraih juara pertama dalam Musabaqah Tilawatil Quran Nasional ke-23 di Bengkulu diberi hadiah naik haji. Saran disampaikan Gamawan melalui telepon kepada Kepala Kanwil Kementerian Agama Sumbar Darwas usai MTQ Nasional ke-23 ditutup di Bengkulu, Ahad, 13 Juni kemarin.
Dalam MTQ, kalifah Sumbar menempati posisi urutan ke lima setelah mengumpulkan total 19 poin dengan meraih juara satu pada satu cabang, juara dua (4) dan juara ketiga (2). Demikian seperti diberitakan LKBN Antara edisi hari Senin, 14 Juni hari ini.
Pada final cabang Tilawah Cacat Netra Putri, qoriah Sumbar Jusmiarni tampil sebagai juara pertama, cabang Syarhil Quran putri, tim Sumbar terdiri dari Rizki Gama Putri, Widya Elkhaira dan Elfitri meraih juara kedua, cabang Tafsir Bahasa Inggris Putri, Sumbar meraih juara kedua melalui qoriah Nila Hidayati.
Pada cabang Khat Naskah Putri, qoriah Sumbar Nurreni menduduki posisi II, cabang Tahfihz 1 Jus Tilwah Putra, Sumbar meraih juara dua melalui qoriah M.Faqihus Syar?i, cabang Tilawah Remaja Putra, qoriah Sumbar Nur Ismet menduduki posisi ketiga dan cabang Qira?at Al Qur?an Putri, qoriah Sumbar Mutia Rahmi meraih posisi tiga.
Secara umum Sumbar menempati posisi ke lima dari 33 provinsi yang mengikuti MTQ Nasional ke-23 di Bengkulu 2010. Posisi itu meningkat dari yang diperoleh pada MTQ Nasional ke-22 di Banten 2008. Saat itu Sumbar menduduki posisi delapan dengan 13 poin.
Atas prestasi itu, Gamawan menyampaikan ucapkan selamat dan bersyukur atas keberhasilan ini. Mendagri menyampaikan saran kepada Pemprov Sumbar agar memberikan hadiah naik haji kepada qoriah yang mendapat juara I cabang Tilawah Cacat Netra, Jusmiarni.
Hadiah itu, menurut dia, akan mampu memberikan motivasi bagi kebangkitan prestasi kafilah Sumbar pada MTQ selanjutnya. Gamawan mengharapkan pembinaan dan pengembangan yang telah dilakukan kalifah Sumbar agar terus dikembangkan lebih baik terutama dengan aplikasikan falsafah "Adat Basandi Syara`, Syara` Basandi Kitabullah" (ABS-SBK) dalam kehidupan masyarakat. (*)
|