Daftar Tunggu Calhaj Sumut Sampai 2014
09 Maret 2010 - 12:59 WIBB
Daftar Tunggu Calhaj Sumut Sampai 2014 Jumat, 05 Maret 2010, 17:28 WIB MEDAN - Antusias masyarakat Sumatera Utara (Sumut) untuk menunaikan ibadah haji mengalami peningkatan.
Pertanggal 3 Maret, jumlahnya mencapai 37.770 orang dengan uang setoran mencapai 20 juta perorang. Hal itu berarti daftar tunggu calon haji (calhaj) dari Sumut sudah sampai 2014. Kabid haji Kanwil Depag Sumut, Abdul Rahman Harahap, mengatakan minat masyarakat Sumut menunaikan ibadah haji terus mengalami peningkatan. Alasan ini pula pihaknya sudah meminta kepada Kementrian Agama RI untuk menambah kuota haji di Sumut. “Kuota yang diperoleh hanya 80.134 orang, sehingga masa tunggu bagi seseorang untuk bisa berangkat menunaikan ibadah haji sangat terbatas,” kata Harahap, kemarin (5/3). Menurutnya, kalau dihitung jumlah pendaftar dan kuota yang ada, setidaknya pendaftar tahun ini baru mendapatkan porsi haji empat tahun mendatang. Artinya, mendaftar di tahun 2010, baru bisa diberangakatkan tahun 2014. Jika kuota ditambah, diperkirakan waktu tunggunya tidak begitu lama.
Hanya saja, sampai sampai saat ini, permintaan tambahan kuota itu belum ditanggapi Depag. “Kami bisa memaklumi itu, karena prosedurnya memang harus ditanyakan lagi kepada pihak Arab Saudi, apakah mereka bisa memberikan penambahan atau tidak. Harapan kita tentunya terjadi penambahan, agar calon jamaah haji tidak terlalu lama menjadi peserta daftar tunggu setiap tahunnya, katanya. Redaksi - Reporter Red: siwi Reporter: nian http://www.republika.co.id/berita/105781/daftar-tunggu-calhaj-sumut-sampai-2014
Malaysia Minta Tambahan Kuota Haji
MINGGU, 07 MARET 2010 08:00
Jakarta (MCH). Pemerinta Malaysia sedang berunding dengan pihak berkuasa Arab Saudi untuk memohon kouta tambahan khas bagi jemaah haji Malaysia, terutama jemaah usia tua untuk bisa menunaikan haji.
Hal ini dikemukakan Menteri di Jabatan Perdana Menteri, Datuk Seri Jamil Khir Baharom. Kuota haj Malaysia selama ini adalah 26.000 jemaah yang sekarang sudah tidak sesuai dengan kebutuhan dan jumlah jemaah haji Malaysia yang meningkat setiap tahun.
Menurut Baharom, jika batasan kuota ini tetap dan tak ada penambahan, maka akan dikhawatirkan jemaah usia lanjut ada yang tidak sempat menunaikan fardu haji.
"Ini karena jemaah usia lanjut terutama mereka yang berumur 75 tahun ke atas lebih terdedah dengan pelbagai risiko penyakit. Oleh itu, kita sedang berunding dengan pihak berkuasa Arab Saudi supaya memberi kouta tambahan khas untuk tempo dua atau tiga tahun kepada Malaysia, bagi mengurangkan jumlah bakal haji yang menunggu giliran begitu lama kerana melebihi kouta," katanya, seperti dikutip Kantor Berita Malaysia Bernama edisi Ahad, 7 Maret hari ini.
Baharom bersama Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Razak ketika mengerjakan umrah baru-baru ini telah menyuarakan pandangan itu kepada pihak berkenaan dan kini ia dalam peringkat kajian pihak terlibat.
Mengenai sambutan negara luar terhadap pengendalian jemaah haji oleh Lembaga Tabung Haji Malaysia (Tabung Haji), Jamil Khir berkata kerajaan sedia memberi khidmat bimbingan kepada negara luar, terutama dari Afrika "Kita diberi kepercayaan dan penghormatan yang begitu tinggi oleh negara luar dalam mengendalikan sistem perkhidmatan jemaah haji melalui Tabung Haji karena ternyata ia berkesan," katanya.
Ditanya mengenai memorandum yang diserahkan oleh pihak agensi pelancongan supaya kerajaan menghapuskan subsidi kepada jemaah haji dalam mengerjakan ibadah haji, Baharom menjawab, apa yang dilaksanakan pemerintah adalah sebagai suatu pertimbangan untuk meringankan beban mereka yang kurang mampu. Pemerintah, katanya, terpaksa menampung kos subsidi RM2.620 bagi setiap jemaah haji atau mencecah RM57 juta setahun. (MH)
Hina Sahabat Nabi Keluar dari Islam
SABTU, 06 MARET 2010 12:32
Jakarta (MCH). Seluruh ulama yang hadir dalam kajian islam ke 14 di Al-Azhar, Kairo, menyepakati pernyataan Syaikhul Azhar Sayyid Muhammad Thanthawi bahwa siapa saja yang menghina dan menjelekkan sahabat Rasulullah berarti keluar dari Islam. Hal ini dikemukakan Thanthawi pada saat kajian yang mengambil topik ‘Para Sahabat Rasulullah.”
“Barangsiapa dengan sengaja menghina dan menjelekkan sahabat Rasulullah maka dia telah dianggap keluar dari islam. Islam melarang penghinaan semacam itu,” katanya seperti dikutip harian Asyarqul Awsath (Arab Saudi) edisi Selasa, 2 Maret kemarin lalu. “Para sahabat rasulullah itu adalah tokoh yang dipuji oleh Allah dan Rasulullah yang tak layak dicaci dan dihina siapa pun,” lanjutnya.
Dalam makalahnya, Dr. Abdus salam Al-Ibadi, Menteri Wakaf Yordania sangat pihatin dengan ketegangan yang terjadi antara Syiah dan Suni, khususnya di wilayah negara-negara teluk. Ia menginginkan adanya pendekatan baru terhadap dua kelompok ini untuk menciptakan perdamaian Islam yang hakiki.
Hal senada dikemukakan Sayid Ali Al-Hasyimi, Ketua Mahkamah Agung Uni Emirat Arab.
Menurutnya, dua kelompok Syiah dan Sunni ini sudah lama hidup berdampingan di Emirat. Menurut Al-Hasyimi, selama ini antara Sunnah dan Syiah terjadi perbedaan dalam soal siapa yang lebih utama (mufadhalah) dalam sahabat. “Masalah ini adalah masalah dzanniyah bukan qath’i menurut faham ahlussunnah wal jemaah,” katanya seraya menyitir pendapat yang mengukuhkan pendapat itu, antara lain Imam Baqillani, Imam Haramain, Al-Ghazali, Al-Mawardi, Al-Maziri, Syarif Al-Jurjani, Al-Qurthubi, At-Taftazani, Syahrawardi, Ibnu Hajar Al-Haytsami dan lain sebagainya.
Syaikh Yahya Ar-Rafi’i, Qadli Besar Libanon yang mewakili Mufti Libanon Syaikh Muhammad Rasyid Al-Qabbani, menyatakan bahwa dialog antara Sunnah dan Syiah hanya mercu suar saja yang tak memiliki dampak apa pun. (MH)
Expo Kebudayaan Islam China di Indonesia
SABTU, 06 MARET 2010 12:29
Jakarta (MCH). Hubungan diplomatik Indonesia – China sudah berlangsung 60 tahun. Memperingati hubungan kedua negara itu akan diselenggarakan expo kebudayaan dan kesenian Islam China pada bulan Oktober 2010 mendatang di Indonesia . Acara ini direncanakan diisi dengan berbagai kegiatan seperti pameran kaligrafi, lukisan, pameran foto serta ceramah ilmiah.
Dalam rangka itu Kementerian Agama RI menjalin kerjasama dengan Departemen Administrasi Keagamaan China dengan menandatangani naskah kerjasama oleh Sekjen Kementerian Agama RI, Bahrul Hayat PhD dan Direktur Hubungan Luar Negeri Departemen Administrasi Keagamaan China Ms. Guo Wei pada kunjungan delegasi China di kantor Kementerian Agama Jl. Lapangan Banteng 3-4 Jakarta Pusat, Kamis (4/3).
Selain Ms Guo Wei, rombongan delegasi China antara lain Mr. Yang Zhibo, Wakil Presiden Asosiasi Islam China, , Mr Zhang Lin, Wakil Sekretaris Jenderal Asosiasi Buddha China, Mr. Min Chang Kepala Departemen Studi Islam Asosiasi Islam China serta Mr. Xiao Dexiong, dari Departemen Administrasi Agama China.
Delegasi disambut Sekjen Kemenag didampingi Kepala Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri Mubarok, Direktur Perguruan Tinggi Agama Islam Machasin, Direktur Urusan Aagama Islam dan Pembinaan Syariah Rohadi Abdul Fatah, Kepala Pusat Informasi Keagamaan dan Kehumasan Masyhuri AM.
Ms Guo Wei mengatakan, Departemen Administrasi Keagaman China berdiri tahun kedua setelah RRC berdiri, setingkat kementerian. Di China terdapat lima agama resmi; Tao, Islam, Buddha, Khatolik dan Kristen hidup secara harmonis. “Berdasarkan konstitusi dan Undang-Undang untuk mendorong keberadaan ajaran agama tersebut,” imbuhnya.
Ia juga mengatakan, dalam rangka peringatan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-China pihaknya pada tahun ini akan menyelenggarakan serangkaian acara antara lain expo kebudayaan dan kesenian Islam China pada Oktober nanti di Jakarta. “Ini satu-satunya acara yang mengenai agama,” jelas pejabat tinggi China ini.
Wakil Ketua Asosiasi Islam China, Mr. Yang Zhibo menambahkan, penyelenggaraan expo kebudayaan dan kesenian Islam China nanti akan menampilkan berbagai acara antara lain pameran foto, kaligrafi, lukisan, Musabaqah Tilawatil Quran, ceramah akademi serta pertunjukan budaya dan kesenian Islam China. “Kami juga mengharapkan bantuan dari Kementerian Agama RI serta ormas-ormas Islam seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah untuk suksesnya kegiatan ini,” kata Yang Zhibo.
Ia juga menjelaskan pada saat ini cukup banyak penduduk China yang menganut agama Islam. Di negeri tirai bambu ini saat ini terdapat lebih kurang 40 ribu masjid dengan sekitar 50 ribu imam. Selain itu juga terdapat 10 perguruan tinggi agama Islam. ”Asosiasi kami juga setiap tahun mengirim jemaah haji ke Mekkah,” ungkap Yang Zhibo.
Dalam kesempatan itu, Sekjen Bahrul Hayat menjelaskan kiprah Kementerian Agama sebagai instansi yang berdiri enam bulan setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945. Kehadiran kementerian ini agar umat beragama dapat menjalankan ajaran agama sebaik-baiknya. “Para pendiri bangsa meyakini agama harus diberi perhatian oleh pemerintah,” tambahnya.
Sekjen juga menyambut baik penyelenggaraan expo kebudayaan dan kesenian Islam China di Indonesia. “Kami juga berharap dapat memperluas kerjasama seperti beasiswa bagi yang ingin belajar studi Islam di Indonesia,” kata Bahrul. (Kadar Santoso)
Jemaah Umrah Sempat Stress
SABTU, 06 MARET 2010 12:25
Jakarta (MCH). Sudah empat hari lebih Gazi Achmadi membaca pelbagai cerita tentang umrah yang tertunda. Masalahnya, menurut harian Pagi Banjarmasin Post edisi Kamis, 4 Maret lalu, Kepala Kesbanglinmas Banjarmasin ini berencana untuk melaksanakan umrah bersama Travellindo.
Hatinya semakin tak karuan saat salah satu kerabatnya juga bermasalah dengan biro jasa penyelenggaraan umrah karena tak kunjung berangkat akibat terganjal aturan baru soal visa.
"Setiap hari saya rajin mengecek ke Travellindo. Saya sampai ikut stress dan Alhamdulillah akhirnya bisa berangkat hari ini. Rasanya plong. Padahal, kerabat saya di HSS tertunda hampir sebulan ini dan tak kunjung berangkat sampai saat ini," kata mantan Camat Landasan Ulin Banjarbaru ini, Kamis lalu di ruang VIP Blue Sky.
Gazi mengaku, perjalanan umrah pertamanya ini begitu penting karena dia berangkat bersama istrinya Sessi Tri Ayu Revilla dan empat anaknya, Nadia Saraswati, Yunisa Aniswari, Tri Kemala Safitri dan M Thoriq Hidayat.
Bukan hanya Gazi yang lega karena akhirnya bisa menunaikan ibadah umrah. Puluhan jamaah Travellindo yang memadati areal Blue Sky Bandara Syamsudin Noor juga terlihat ceria. (*)
Daftar Tunggu Haji Sumut Sampai 2014
SABTU, 06 MARET 2010 07:44
Jakarta (MCH). Antusias masyarakat Sumatera Utara (Sumut) untuk menunaikan ibadah haji mengalami peningkatan. Pertanggal 3 Maret, jumlahnya mencapai 37.770 orang dengan uang setoran mencapai 20 juta perorang. Hal itu berarti daftar tunggu calon haji (calhaj) dari Sumut sudah sampai 2014.
Kabid haji Kanwil Depag Sumut, Abdul Rahman Harahap, mengatakan minat masyarakat Sumut menunaikan ibadah haji terus mengalami peningkatan. Alasan ini pula pihaknya sudah meminta kepada Kementrian Agama RI untuk menambah kuota haji di Sumut. “Kuota yang diperoleh hanya 80.134 orang, sehingga masa tunggu bagi seseorang untuk bisa berangkat menunaikan ibadah haji sangat terbatas,” kata Harahap, Jumat 5 Maret kemarin. Menurutnya, kalau dihitung jumlah pendaftar dan kuota yang ada, setidaknya pendaftar tahun ini baru mendapatkan porsi haji empat tahun mendatang.
Artinya, mendaftar di tahun 2010, baru bisa diberangakatkan tahun 2014. Jika kuota ditambah, diperkirakan waktu tunggunya tidak begitu lama. Hanya saja, sampai sampai saat ini, permintaan tambahan kuota itu belum ditanggapi Depag. “Kami bisa memaklumi itu, karena prosedurnya memang harus ditanyakan lagi kepada pihak Arab Saudi, apakah mereka bisa memberikan penambahan atau tidak. Harapan kita tentunya terjadi penambahan, agar calon jamaah haji tidak terlalu lama menjadi peserta daftar tunggu setiap tahunnya," katanya, kepada harian Republika edisi Sabtu, 6 Maret hari ini. (*)
2.680 Jemaah Bengkulu Gagal Haji
SABTU, 06 MARET 2010 07:41
Jakarta (MCH). Keinginan 2.680 masyarakat Provinsi Bengkulu untuk menunaikan ibadah haji pada tahun 2010 ini harus tertunda karena Kementerian Agama sudah menetapkan kuota haji Provinsi Bengkulu sebanyak 1.599 orang. "Yang mendaftar sebanyak 4.279 orang sedangkan kuota hanya 1.599 orang atau sama dengan kuota tahun 2009 lalu dan ini artinya sebanyak 2.680 harus masuk dalam daftar tunggu untuk diberangkatkan tahun depan," kata Kepala Biro Kesra Setprov Bengkulu Syaifullah usai memimpin rapat evaluasi dan penetapan kuota haji Provinsi Bengkulu tahun 2010, Rabu lalu
Kuota 1.599 dibagi ke sepuluh kabupaten/kota dengan rincian kuota Kota Bengkulu sebanyak 305 orang, Kabupaten Bengkulu Utara 288 orang, Bengkulu Selatan 127 orang, Rejang Lebong 230 orang, Mukomuko 175 orang, Seluma 169 orang, Kaur 106 orang, Kepahiang 108 orang dan Lebong 97 orang. Sementara untuk kuota Kabupaten Bengkulu Tengah akan berbagi dengan kuota kabupaten induknya yaitu Kabupaten Bengkulu Utara. "Pembagian ini sudah menjadi kesepakatan rapat hari ini yang dihadiri seluruh Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota," tambahnya.
Sementara jumlah yang mendaftar haji per kabupaten/kota sebanyak 4.279 dengan rincian di Kota Bengkulu sebanyak 1.616 orang, Bengkulu Utara 284 orang, Bengkulu Selatan 299 orang, Rejang Lebong 896 orang, Mukomuko 269 orang, Seluma 206 orang, Kaur 106 orang, Kepahiang 378 orang, dan Lebong 225 orang.
Dari data tersebut diketahui jumlah warga Kota Bengkulu dan Kabupaten Rejang Lebong mendominasi daftar tunggu haji yang akan diberangkatkan tahun 2011 mendatang. "Jelas yang akan diberangkatkan tahun ini adalah mereka yang sudah duluan mendaftarkan diri melalui Siskohat," tambahnya, seperti dikutip Antara.
Syaifullah mengatakan jika terdapat penambahan kuota dari Kementerian Agama, disepakati untuk menambah kuota Kota Bengkulu dan Kabupaten Rejang Lebong. Pada tahun ini pembayaran awal biaya haji lebih besar dari tahun 2009 lalu dari Rp20 juta menjadi Rp25 juta. "Ini sudah menjadi keputusan Kementerian Agama, namun biaya haji pada tahun ini belum ditetapkan oleh pusat. Kalau tahun lalu sebesar 3.328 dolar Amerika, kami belum tahu berapa biaya haji tahun ini apakah lebih kecil atau lebih besar Kepresnya belum terbit," katanya. (*)
Sudah 150.000 Visa Umrah Dikeluarkan
KAMIS, 04 MARET 2010 11:05
Jakarta (MCH). Heboh terkatung-katungnya sejumlah jemaah umrah Indonesia karena tak keluarnya visa dari Arab Saudi terbantah. Sebab, Kementerian Haji Kerajaan Arab Saudi telah mengeluarkan visa umrah lebih dari 150.000 sejak musim umrah tahun ini. Meskipun tak dijelaskan untuk negara mana saja visa umrah itu telah diberikan. Selain itu, hotel dan kamar apartemen di Mekah telah menyaksikan hunian hingga 100 persen.
Menurut sebuah sumber, penghasilan dari pelayanan umrah diharapkan bisa mencapai SR12 milyar (sekitar Rp 32 trilyun) pada akhir tahun ini. Musim puncak untuk umrah adalah bulan Ramadan. Peningkatan hunian tidak terbatas pada hotel lima-bintang atau hotel bintang tiga tapi juga pada kamar-kamar apartemen di kawasan pusat Mekah. Menurut pengamat bisnis umrah yang dikutip harian Arab News edisi Rabu, 3 Maret kemarin, layanan yang ditawarkan oleh perusahaan umrah telah memainkan peran besar dalam menarik sejumlah besar jemaah tahun ini. Hal ini akan sangat membantu mereka mengimbangi kerugian yang diderita tahun lalu akibat resesi global dan dampak flu babi.
Diharapkan, jemaah yang tidak bisa datang berhaji karena pembatasan flu babi tahun lalu akan datang untuk melakukan umrah tahun ini. Menurut seorang pengamat bisnis yang lain, diperkirakan akan datang 3,3 juta jemaah umrah tahun ini. Dia menambahkan bahwa perusahaan umrah akan memanfaatkan bangunan yang digunakan untuk menampung jemaah haji untuk menampung jemaah umrah tahun ini, seperti di Aziziyah, Kudai, Jarwal dan Misfala.
Menurut Wael Abdul Hameed, penyelenggara umrah, hanya 60 dari 1.000 hotel di Mekah yang telah diberi lisensi akomodasi untuk jemaah umrah. Sebagian mereka gagal memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan oleh Komisi Nasional Arab Saudi untuk Pariwisata dan Purbakala. "Beberapa izin hotel ini hanya dapat menampung 10 persen jemaah umrah," katanya.
Menurutnya pula, sekitar 40 perusahaan umrah telah keluar dari bisnis ini. Tapi, hal ini tak mempengaruhi pelayanan jemaah. "Hanya ada 15 perusahaan yang tidak diperpanjang karena beberapa jemaah mereka overstay," katanya. Menurut Abdul Hameed, ada peningkatan dalam kualitas layanan yang disediakan oleh perusahaan-perusahaan ini. "Perusahaan umrah telah belajar dari kesalahan masa lalu dan ingin menghindari kesan negatif. Mereka sekarang berusaha untuk meraih kepercayaan dari klien dengan menyediakan layanan terbaik," katanya. "Mereka sekarang menyadari bahwa hanya melalui layanan terbaik mereka bisa mendapatkan lebih banyak klien," kata Abdul Hameed, seperti dikutip harian Arab News. (MH)
Gubernur Sumut Umrah Disoal
RABU, 03 MARET 2010 16:51
Jakarta (MCH). Kepergian Syamsul Arifin ke tanah suci Mekkah guna melaksanakan ibadah umrah terpaksa meninggalkan segala tugasnya baik sebagai Gubernur Sumatera Utara maupun sebagai penjabat walikota Medan.
“Semua tugas Pak Syamsul tak terabaikan karena dalam birokrasi ini kan ada sistem pendelegasian, jadi masih ada bawahan yang tetap menjalankan tugas,” ungkap kepala bagian Hubungan Masyarakat Pemerintahan Kota Medan, Hanas Hasibuan, kepada Waspada Online, pagi ini.
Ditambahkan Hanas, absennya Syamsul kali ini telah sesuai dengan prosedur yang ada, karena telah meminta izin kepada Menteri Dalam Negeri. Lagipula. Berdasarkan pengamatan situasi kerja di Pemko pun tidak ada perubahan semenjak perginya Syamsul, para pegawai pemerintahan tetap menjalankan segala tugas sampai sore hari.
Begitu juga yang dijelaskan oleh analis politik pemerintahan, Eka N Sihombing. “Dalam hukum administrasi Negara, pendelegasian tugas sangat dibenarkan,” jelasnya, seperti dikutip Waspada Onlie edisi Rabu, 3 Maret hari ini.
Menurut Eka, kepergian Syamsul tidak perlu dibesar-besarkan karena ada alasan yang jelas yaitu untuk beribadah bukan untuk alasan yang tidak jelas.
Diketahui sebelumnya, Syamsul berangkat ke Mekah pada Senin,1 Maret lalu pukul 07.30 WIB dengan membawa serta isterinya, Fatimah Habibie, anak, adik dan keluarga-keluarga terdekatnya. (*)
Penyelenggara Umrah Siap Tak Untung
RABU, 03 MARET 2010 16:46
Jakarta (MCH). Sejumlah Travel penyelenggara umrah mengaku siap mempertaruhkan segalanya demi menjaga kredibilitas perusahaan yang menyelenggarakan ibadah umrah. Pasalnya, perubahan kebijakan dari pemerintah Arab Saudi soal visa membuat beberapa travel memundurkan jadwal keberangkatan jamaahnya.
Selain itu perubahan aturan ini ternyata berimbas kepada biaya pembuatan visa yang naik hingga seratus persen. "Biasanya mengurus visa perbuahnya hanya 35-40 US $. Tapi saat ini untuk satu visa mencapai 70 US $," kata Bambang, direktur Tisaga Nurkhotimah, Selasa, 2 Maret kemarin.
Hanya saja, dia tak mungkin membebani jamaah umrah dengan kenaikan itu sehingga terpaksa PT Tisaga Nurkhotimah yang menalanginya. "Ini merupakan komitmen kami untuk tetap profesional dan tak melibatkan jamaah. Yang penting jamaah tetap berangkat," kata Bambang kepada Banjarmasin Post edisi Selasa, 2 Maret kemarin.
Sementara itu Kholik dari SG Travel menyatakan bahwa sedari awal pihaknya tak memberangkatkan jamaah umrah pada awal bulan. Pasalnya, pihak SG Travel takut terjadi kendala yang bisa membuat keberangkatan jamaah terhambat. (*)
Kuota Haji Jatim Penuh Hingga 2017
RABU, 03 MARET 2010 16:43
Jakarta (MCH). Kuota haji Propinsi Jawa Timur (Jatim), sebesar 33.935 orang per tahun sudah terisi hingga tahun 2017 mendatang. “Ada sekitar 1.000-an pendaftar haji untuk 2017,” kata Kepala Bidang Haji Kanwil Kementerian Agama (Kemag) Jatim, H. Najiyullah di Surabaya, Sabtu, akhir Februari lalu.
Didampingi staf Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kanwil Kemag Jatim HA Shony Mashar Adha SE, Najiyullah mengatakan, kuota haji di Jatim tidak berubah dalam beberapa tahun terakhir yakni 33.935 orang.
“Kuota sebanyak itu hingga tahun 2015 sudah penuh pada tanggal 15 Desember 2009. Bahkan kuota haji tahun 2016 sudah habis pada awal Januari 2010,” ungkapnya. Karena itu, lanjut Najiyullah, Wakil Gubernur Jatim H Saifullah Yusuf mengharapkan pemerintah menambah kuota haji untuk Jatim agar antrean tidak panjang.
Secara terpisah, pembimbing utama KBIH “Takhobbar” Surabaya KH Imam Ghazali Said MA berpendapat kuota haji untuk Jatim seharusnya memang ditambah. “Penambahan itu bisa diminta kepada pemerintah Arab Saudi, tapi bisa juga untuk provinsi seperti Jatim sebaiknya diberi otonomi dalam pengelolaan haji,” katanya, seperti dikutip harian Surya edisi 27 Februari lalu.
Menurut pengasuh Pesantren Mahasiswa An Nur, Wonocolo, Surabaya itu, kuota haji sebaiknya didasarkan perhitungan proporsional yakni kuota disesuaikan dengan jumlah peminat. “Jadi, provinsi yang minat haji hanya sedikit ya diberi sedikit, kemudian provinsi dengan minat haji cukup besar ya diberi kuota besar. Saya kira, hal itu dapat dihitung secara proporsional,” katanya.
Terkait otonomi haji, ia mengatakan hal itu dapat diberikan untuk penentuan pemondokan dan makan/katering di Tanah Suci, sedangkan urusan akomodasi dan kuota haji tetap menjadi urusan pemerintah pusat.
“Melalui otonomi pemondokan dan katering, pemerintah provinsi lewat warganya yang bekerja atau studi di Tanah Suci, dapat melakukan negosiasi langsung untuk mendapatkan pemondokan dan katering yang tidak mengecewakan,” katanya. (*)
Hotel Movenpick Madinah Bidik Jemaah Indonesia
RABU, 03 MARET 2010 16:31
Jakarta (MCH). Hotel Anwar Al Madinah Movenpick bidik jemaah umrah dan haji asal Asia Tenggara, khususnya Indonesia, disusul Malaysia sebelum garap pasar Pakistan dan lain sebagainya.
Hal itu dikemukakan oleh Adel Bibars, general manager dan regional manager hotel itu. Menurut dia, hotel dengan kapasitas 1.295 kamar itu, tahun lalu direnovasi dengan invetasi US$10 juta. Fasilitas yang direnovasi berada di lantai 14 dengan jumlah kamar 235 unit. Kini, ada lounge bagi tamu VIP dan mampu melayani 180 orang tamu. Luasnya, 500 meter persegi.
“Kini, hotel sudah siap kami pasarkan bagi tamu dari Indonesia terutama yang lebih menyukai privacy dalam menjalankan ibadahnya di tanah suci Mekah dan Madinah,” ujarnya siang ini di Bali Room Hotel Indonesia Kempinski, Senin, 1 Maret lalu.
Menurut Adel, tamu dari kawasan Asia Tenggara, dengan pasar Indonesia di peringkat atas, berkontribusi 40% dari total tamu yang menginap di Hotel Movenpick. Sisanya (60%) tamu lainnya berasal dari kawasan Timur Tengah, Amerika, Eropa, Afrika Selatan.
Karena itu mengapa manajemen Hotel Movenpick mengunjungi Indonesia, selain untuk bersilaturahmi dengan para biro perjalanan wisata penyelenggara umrah dan haji yang banyak mengirimkan jemaah ke hotelnya. "Di samping untuk memperkenalkan fasilitas baru yang telah direnovasi di lantai 14." ujarnya. Ia didamping Mohammad Nabil Khogeer, sang manager hotel.
Adel mengatakan selain menjaring tamu grup umrah dan haji, pihaknya juga menjaring tamu individual untuk kalangan masyarakat papan atas kategori very important person (VIP), baik dari kalangan kepala pemerintahan maupun pengusaha.
Pihaknya selama empat tahun berturut-turut rajin datang ke Indonesia untuk bersilaturahmi dengan mitranya sekaligus menjaring lebih banyak tamu sekaligus untuk menawarkan kamar-kamar VIP dari tamu Indonesia.
Di luar tamu umrah dan haji, hotel Movenpick banyak dimanfaatkan untuk kegiatan meeting, incentive, conference & exhibition (MICE) dari tamu-tamu kalangan bisnis terutama dari kawasan negara Arab lainnya. Kontribusi tamu bisnis ini mencapai 15% dari total pendapatan hotel. Demikian seperti dibetitakan harian Bisnis Indonesia edisi Senin, 1 Maret baru lalu.(*)
Daftar Tunggu Calon Jemaah Haji Jateng Capai 109.248 Orang
RABU, 03 MARET 2010 15:47
Jakarta (MCH). Daftar tunggu peserta haji di Jawa Tengah yang terekam pada bank-bank sampai Senin (1/3) pagi tercatat sudah mencapai 109.248 orang. Padahal kuota haji untuk 2010 hanya 29.435 orang calon. Hal ini dikemukakanKepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kkementrian Agama Kabupaten Banyumas Drs.Purwanto Hendro. Dari data tersebut, untuk prediksi kuota haji Jawa Tengah sampai dengan tahun 2013 masih tersisa sekitar 8.400 orang calon.
Sedangkan hasil monitoring tabungan haji sampai Senin pagi, di Kabupaten Banyumas tercatat sudah terdaftar sebanyak 4.202 penabung aktif. "Padahal kuota untuk tahun ini hanya 1.057 orang, sehingga terdapat 3.152 calon haji yang masuk dalam daftar tunggu," kata Purwanto. Diprediksi calon haji yang masuk dalam daftar tunggu hingga 2011 mencapai 1.086 calon jemaah haji, tahun berikutnya 2012 membengkak hingga 1.060 calon jemaah haji.
Sementara calon jemaah haji daftar tunggu hingga 2013 sampai hari Senin pagi tadi sudah mencapai 1006 calon jemaah haji. "Jumlah tersebut, kemungkinan akan terus bertambah, karena masih banyak calon jemaah haji yang datang ke kantor kementrian Agama Kabupaten Banyumas untuk berkonsultasi sebelum mendaftarkan diri ke bank-bank tertentu," katanya seperti dikutip harian Pikiran Rakyat edisi Selasa, 2 Maret kemarin.
Saat ini kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, masih menunggu keputusan pemerintah tentang ketentuan setoran awal bagi calon jemaah haji. Sementara untuk kegiatan administrasi, saat ini, tengah dilakukan pemeriksaan kelengkapan, termasuk pas foto calon jemaah haji.(*)
BMI Luncurkan Tabungan Haji Arafah
RABU, 03 MARET 2010 15:45
Jakarta (MCH). Bank Muamalat Indonesia (BMI) melakukan relaunching produk tabungan haji Arafah. Peluncuran kembali produk tabungan haji ini sebagai salah satu alternatif sumber dana BMI di tahun ini. Demikian seperti diberitakan harian Republika edisi Selasa, 2 Maret kemarin.
Direktur Utama BMI, Arviyan Arifin mengatakan untuk mendorong pembiayaan lebih besar, BMI akan memfokuskan diri mendapatkan alternatif sumber dana dengan penetrasi utama ke pasar ritel. “Setiap tahun puluhan ribu nasabah menunaikan ibadah ke tanah suci. Tabungan haji ini menjadi pilihan karena pengelolaan bersih dari riba karena itu kita harus merespon dan memperluas basis nasabah. Kita lakukan serangkaian inovasi termasuk versi baru Arafah Plus untuk nasabah premium dan talangan haji bagi yang ingin cepat naik haji,” kata Arviyan dalam relaunching tabungan Arafah di balai Kartini, Selasa (2/3).
Arviyan menuturkan dalam tabungan haji Arafah ini nasabah akan dicover oleh asuransi haji dan bisa menyusun rencana haji. Tabungan Arafah ini, lanjutnya, diluncurkan untuk mengubah mindset masyarakat mengenai keberangkatan haji. “BMI ingin ajak mengubah mindset jika sebelumnya pergi haji jika mampu berubah menjadi berangkat haji bisa direncanakan sesuai dengan kemampuan. Dengan demikian niat beribadah akan semakin kuat,” ujar Arviyan. Di 2009 aset BMI tumbuh 28 persen menjadi Rp 16 triliun dan dana pihak ketiga tumbuh 22 persen menjadi Rp 13,4 triliun dengan porsi giro-tabungan Rp 5,68 triliun dan deposito Rp 7,67 triliun.
Depag Jatim Buka Pendaftaran Haji Online
RABU, 03 MARET 2010 15:42
Jakarta (MCH). Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur (Jatim) terus melakukan upaya perbaikan sistem pendafataran haji. Kemarin (2/3), Depag Jatim resmi membuka layanan pendaftaran haji dengan sistem online. Pembukaan dilakukan langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi (sekdaprov) Jatim, Drs H Rasiyo MSi, di kantor Depag kota Surabaya.
Dengan layanan pendaftaran haji secara online diharapkan, pendataan calon jamaah haji lebih transpasparan dan akurat. Selama ini biasanya para calon jamaah mendaftarkan haji ke bank. "Dengan sistem online ini, calon jamaah bisa mendaftar langsung ke kantor depag di kabupaten/kota masing-masing," ujar Rasiyo.
Kepala Kanwil Depag Prov Jatim, Drs Imam Haromain mengatakan, program yang sudah dicanangkan oleh Direktur Jendral Penyelengaraan Haji dan Umrah Kemenag Pusat (Dirjen PHU) sejak 2007 akan dilaksanakan secara optimal.
Menurut dia, pendaftaran haji secara online akan mengembalikan fungsi depag sebagai tempat pendaftaran. Sedangkan Badan Pusat statistik (BPS) dan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) sebagai tempat penyetoran daftar calon jamaah, dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) sebagai mitra dalam pelaksanaan bimbingan.
"Layanan ini juga dapat mengamankan data identitas dan dokumen calon jamaah. Ini penting, terutama untuk mengantisispasi adanya kasus pemalsuan data yang dilakukan jamaah haji. Selanjutnya, bank tidak lagi sebagai tempat pendaftaran haji, melainkan sebagai tempat penyetoran dana," paparnya.
Haromain mengungkapkan, untuk kuota jamaah haji hingga 2017 sudah terpenuhi. Hingga 1 Maret 2010, sudah ada 3.350 jamaah haji yang mengantre hingga 2017. Ini artinya, lanjut dia, untuk daftar tahun ini harus menunggu delapan tahun untuk berangkat haji. Sedangkan kuota untuk setiap tahunnya tidak mengalami perubahan seperti tahun lalu, yakni 34 ribu jamaah.
Mengenai usia jamaah sendiri, kata Haromain, tidak akan ada batasan umur pendaftaran. Terkecuali untuk batas minimal diberlakukan batasan minimal 18 tahun. ”Ukuran untuk berangkat haji bukan usia, melainkan kesehatan jamaah haji. Ada jamaah yang umur 80 tahun masih sehat, sedangkan umur 40 sakit-sakitan," tandasnya kepada harian Republika edisi Selasa, 2 Maret kemarin.
Layanan pendaftaran secara online ini akan dilakukan untuk provinsi lain. Saat ini ada empat provinsi yang sudah menerapkan layanan online, yakni Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, dan Sumatera Barat. Sedangkan Jawa Timur merupakan provinsi ke lima yang menerapkan pendaftaran haji sistem online. (*)
Rp 3,34 Triliun Dana Abadi Umat dan Haji Dialihkan ke Sukuk
RABU, 03 MARET 2010 15:40
Jakarta (MCH). Kementerian Keuangan menerbitkan Surat Berharga Syariah Negara (Sukuk) seri SDHI 2012 A, hari Selasa, 2 Maret kemarin. Sukuk senilai Rp 3,342 miliar berasal dari Dana Abadi Umat (Rp 447 miliar) dan Dana Haji (Rp 2,895 triliun) yang dikelola oleh Kementerian Agama melalui metode private placement.
Menurut Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Keuangan, Harry Z. Soeratin dalam siaran persnya, Rabu 3 Marfet hari ini, penempatan dana abadi umat ini merupakan tindak lanjut dari penandatangan Nota Kesepahaman antara Menteri Keuangan dan Menteri Agama pada tanggal 22 April 2009 mengenai Mekanisme Penempatan Dana Haji dan Dana Abadi Umat pada SBSN dengan Metode Private Placement.
Penerbitan ini adalah penempatan tahap ke-3, dimana sebelumnya telah diterbitkan SBSN seri SDHI 2010 A sebagai penempatan tahap ke-1 pada tanggal 7 Mei 2009 dan seri SDHI 2010 B dan SDHI 2010 C sebagai penempatan tahap ke-2 pada tanggal 24 Juni 2009.
Sukuk tersebut memiliki tenor dua tahun atau jatuh tempo pada 3 Maret 2012 dengan imbal hasil 7,61 persen per tahun. (*)
Paket Umrah Tarik Golongan Muda
SELASA, 02 MARET 2010 16:27
Jakarta (MCH). Syarikat agensi pelancongan Malaysia, G-Hard Travel & Tours Sdn. Bhd. akan menganjurkan paket ibadah umrah bermula pada bulan ini hingga Juli depan. Menurut pimpinannya, Fezmell Abdul Majid, penganjuran itu merupakan kerjasama dengan Pemuda UMNO Bahagian Pulai dalam usaha menarik lebih ramai generasi muda mengerjakan umrah dan mendekatkan mereka dengan aktivitas keagamaan.
Menurutnya, harga paket promosi yang ditawarkan amat berpatutan iaitu antara RM3,700 (sekitar 1.000 USD) hingga RM4,000 (sekitar 1.100 USD) untuk tempoh 10 hari delapan malam berbanding harga paket asal, RM4,700 (sekitar 1.200 USD).
"G-Hard Travel & Tours wajar menjadi pilihan masyarakat Islam kerana kami memberikan nilai untuk pelanggan dan perkhidmatan terbaik dengan fleksibiliti harga mengikut kesesuaian bajet mereka.
"Paket syarikat juga menawarkan hotel penginapan yang nyaman, bersih, selamat dan berdekatan dengan masjid iaitu jarak perjalanan antara 60 hingga 120 meter serta menyediakan makanan Melayu dan asuransi Takaful RM10.000 seorang," katanya, seperti dikutip Utusan Malaysia edisi Selasa, 2 Maret hari ini.
Menurut Fezmell, orang ramai boleh memilih tanggal yang disediakan mengikut kesesuaian mereka apabila paket pertama akan bermula 7 April ini. Tambahnya, semua petugas syarikat atau mutawwif merupakan adalah mereka yang telah bergiat aktif dalam bidang yang ditawarkan hingga ada antara mereka mempunyai pengalaman melebihi 15 tahun.
"Segala keraguan para jemaah pasti akan terkikis dengan perkhidmatan terbaik yang kami tawar dan laksanakan dari awal perjalanan ke Arab Saudi hinggalah kepulangan para jemaah ke Malaysia," katanya. (MH)
Segera Realisasi Asrama Haji Banten
SELASA, 02 MARET 2010 14:57
Jakarta (MCH). Pemerintah Provinsi Banten meminta Kementerian Agama segera menganggarkan untuk pembangunan fisik asrama haji di Kota Tangerang, Banten pada APBN Perubahan 2010 atau pada APBN 2011.
Gubenur Banten Hj, Ratu Atut Siti Chosiyah di Serang, Kamis lalu mengatakan, pemerintah Provinsi Banten bersedia menyediakan lahan untuk pembangunan asrama haji yang lokasinya lebih dekat dengan Bandara Soekarno Hatta yakni di Kota Tangerang.
Pihaknya akan bekerjasam dengan PT Angkasa Pura II untuk penyediaan lahan tersebut yang luasnya kurang lebih mencapai 20 hektar. "Kami sudah melakukan lobi-lobi dengan Angkasa Pura, kabarnya dari pihak Angkasa Pura II sudah ada gambaran untuk lahan tersebut," kata Gubernur Banten usai acara penyerahan dokumen dan sosialisasi Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PK-BLU) IAIN Maulana Hasanudin Banten di Serang.
Atut mengatakan, ia sudah mendengar kabar dari pihak Angkasa Pura II, bahwa lahan untuk pembangunan asrama haji tersebut sudah ada, hanya tinggal menunggu persetujuan Kemeneg BUMN dan Kementerian Keuangan. Sebab, kesulitan jika mencari lahan masyarakat yang dibebaskan, sehingga bisa memanfaatkan lahan Bandara Soekarno Hatta.
"Ini baru ada kabar, kami akan menanyakan kembali untuk lebih jelasnya ke Angkasa Pura," kata Atut. Ia mengharapkan Kementerian Agama melalui APBN-P akan segera menganggarkan untuk pembangunan fisiknya, karena pemprov Banten hanya sanggup menyediakan lahan untuk pembangunan asrama haji itu yang kebutuhannya sekitar 20 hektar.
Sementara itu, Sekjen Kementrian Agama Dr. Bahrul Hayat yang hadir dalam kesempatan itu mengatakan, pihaknya akan berupaya untuk segera menganggarkan pembangunan fisik itu, apalagi jika lahannya sudah siap.
Menurutnya, dengan adanya asrama haji di Kota Tangerang yang akan menampung jemaah calon haji dari DKI Jakarta, Jabar, Lampung dan Banten, akan lebih baik karena lebih mendekat ke Bandara Soekarno Hatta. "Jika lebih dekat bandara akan lebih baik, asrama haji Pondok Gede tetap difungsikan untuk pengembangan UIN Syarif Hidayatullah," kata Bahrul Hayat.(*)
Fauzi Bowo Usul Haji Indonesia Dapat Kenyamanan Lebih
SELASA, 02 MARET 2010 14:49
Jakarta (MCH). Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo secara resmi mengundang Amir (Gubernur) Mekkah Khalid bin Faisal untuk berkunjung ke Jakarta.
"Ini hasil pertemuan kemarin, saya dengan gubernur Mekkah," kata Fauzi Bowo, Selasa, 2 Maret hari ini di Jakarta.
Dalam pembicaraannya, DKI akan meminta kepada pemerintah Mekkah mempermudah dan memberikan kenyamanan bagi jemaah haji asal Indonesia khususnya DKI Jakarta.
Undangan ini, merupakan bentuk kehormatan karena sebelumnya di sela-sela ibadah umrah yang dijalani pada 24-28 Februari lalu, Fauzi menyempatkan diri mengunjungi Gubernur Mekkah Khalid bin Faisal dan memberikan kenang-kenangan sebuah keris antik yang dibuat untuk melawan penjajah di Indonesia setelah mendapatkan izin dari Mendagri.
"Diharapkan ke depan jamaah haji Indonesia akan mendapatkan bimbingan ibadah haji yang baik dan mendapatkan akomodasi terutama pemondokan yang berada pada ring 1 atau 2," tegas Fauzi Bowo.(*)
Susu Onta Lebih Bergizi Dibandingkan Susu Sapi
SELASA, 02 MARET 2010 11:43
Jakarta (MCH). Susu onta lebih bergizi dibandingkan dengan susu sapi karena susu itu lebih rendah lemak dan kolesterol tapi lebih kaya akan potassium, zat besi, dan mineral seperti sodium dan magnesium. Satu dokumen yang disajikan pada Konferensi Ke-5 Keselamatan Makanan Internasional di Dubai, yang diselenggarakan 22-25 Februari di Dubai International Convention and Exhibition Center menyatakan, "Onta adalah bagian penting dalam tradisi dan kebudayaan Arab dan susunya adalah komponen makanan penting di Emirat dan negara lain Arab." Dokumen tersebut berjudul "Standads for Camel Milk" dan diajukan oleh FATIMA
ABDULRAHMAN, pemimpin Ahli Mikrobiologi Makanan di Laboratorium Pusat Dubai di Kotapraja Dubai, Uni Emirat Arab (UAE). "Hari ini, susu onta sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia di banyak negara lain," kata FATIMA di dalam dokumen itu, seperti dilansir Antara, Jumat, 26 Februari baru lalu. "Terdapat 18 juta onta di dunia, yang mendukung kelangsungan hidup manusia di daerah setengah tandus," ungkapnya. Menurut Fatimah, susu onta biasanya memiliki rasa manis dan tajam, tapi kadangkala susu itu terasa asin dan pada saat lain terasa berair. "Kualitas susu dipengaruhi oleh jumlah anak onta, usia hewan tersebut, kadar hewan itu menyusui anak, kualitas dan jumlah makanan, serta jumlah air yang tersedia," katanya.
Ketika berbicara mengenai manfaat susu onta, Fatimah mengatakan, susu onta adalah sumber protein yang berlimpah dengan kegiatan perlindungan dan potensi anti-mikroba. "Sebagian protein itu tak ditemukan pada susu sapi, atau ditemukan hanya sedikit. Susu onta tak perlu dimasak sampai mendidih seperti susu sapi atau kambing. Susu onta, yang kaya akan rasa, harus diminum secara perlahan untuk memungkinkan perut mencernanya," katanya. Ia mengatakan, beberapa studi telah dilakukan sehubungan dengan komposisi susu onta.
"Semua studi tersebut menunjukkan bahwa kandungan lemak per unit susu unta ialah 1,8 persen-3,8 persen. Vitamin C dan niacin jauh lebih tinggi pada susu onta. Kandungan vitamin dan protein berbeda pada susu onta. Namun jumlah laktosa pada susu onta sama dengan laktosa pada susu sapi. Susu onta berisi lebih sedikit vitamin A, B2, folic acid dan panthonthenic acid dibandingkan dengan pada susu sapi, yang dapat dipandang tak menguntungkan pada susunan susu onta," jelas Fatimah. Mengenai meminum susu onta mentah-mentah, ia mengatakan, susu onta yang tak dimasak dapat mengakibat "brucellosis".
"Bakteri 'brucellosis' menular ke manusia melalui produk susu yang tak diolah. Kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi dan pencemaran lingkungan melalui darah hewan itu dan jaringan yang terinfeksi juga dapat mengakibatkan 'brucellosis'," katanya. "Susu onta juga memiliki umur yang lebih lama dibandingkan dengan jenis susu lain karena adanya beberapa susunan khusus dan kuat dan temuan ini memiliki kepentingan besar bagi manusia yang hidup di daerah gurun, tempat instlasi pendingin tak tersedia. Nilai Lactoferrin dan immunoglobulin diperkirakan agak lebih tinggi pada susu onta dibandingkan dengan yang dilaporkan pada susu sapi," katanya.
"Spesifikasi bagi susu onta itu disiapkan oleh Kotapraja Dubai melalui kerja sama dengan Emirates Standards and Metrological Authority (ESMA), Emirates Industry for Camel Milk & Products dan Central Veterinary Research Laboratory di Dubai. Pentingnya spesifikasi ini menjadi pengejawantahan dari perawatan yang diberikan oleh negara dan disajikan oleh para tetuanya, bagi onta yang menjadi warisan kebudayaan negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC)," kata Fatimah. Ia mengatakan, produk susu onta berbeda dengan banyak ciri khas luar biasa yang menjadikannya produk yang kaya, yang dikembangkan setelah penelitian ilmiah secara luas. "Spesifikasi ini dipandang unik di negara ini dalam melindungi produk melalui jejak kebudayaan. Negara ini memiliki instalasi pengolahan susu onta di Dubai dan al Ain," kata Fatimah.(*)
Pemondokan Jemaah DKI Dekat Masjidil Haram
SELASA, 02 MARET 2010 11:28
Jakarta (MCH). Penanganan jemaah asal Indonesia, khususnya jemaah DKI, menjadi masalah yang rutin terjadi setiap tahunnya. Beberapa di antaranya yakni masalah lokasi pemondokan para jamaah yang dinilai terlalu jauh dari Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi.
Berbagai masalah tersebut secara gamblang disampaikan Gubernur DKI, Fauzi Bowo, saat bertemu dengan Gubernur Mekah, Pangeran Khalid bin Faisal, di sela menjalani umrah, beberapa waktu lalu. Dalam kesempatan tersebut, Fauzi yang didampingi Konsul Jenderal RI Drs. Gatot Abdulah Mansyur, anggota DPD Perwakilan Provinsi DKI Jakarta Djan Farid, Kabiro Pendidikan dan Mental Spiritual Pemprov DKI Jakarta, M. Sukanta AS, dan Kepala Protokol Konjen RI Dedi Setiadi, juga melakukan pembicaraan mengenai hubungan bilateral antara Jakarta dengan Makkah. terutama berkenaan dengan masalah-masalah sosial budaya, ekonomi, dan keagamaan. “Kita akan tindaklanjuti mengenai hubungan kerjasama yang lebih optimal.
Khususnya terkait penyelenggaraan ibadah haji. Sehingga para jamaah haji Indonesia, khususnya yang berasal dari DKI Jakarta akan lebih dapat merasakan kenyamanan saat melaksanakan ibadah haji,” ujar Fauzi. Mengenai masalah penanganan jamaah haji, Fauzi juga menyampaikan harapannya agar para jamaah haji Indonesia dapat lebih mendapatkan bimbingan ibadah haji yang lebih baik lagi seperti mendapatkan akomodasi pemondokan yang berada pada ring 1 atau 2 dari Masjidil Haram, Mekah Al Mukarromah. (*)
16.000 Jemaah Umrah terkendala Visa
SELASA, 02 MARET 2010 11:12
Jakarta (MCH).Sebanyak 16.000 calon jamaah haji umroh negeri ini yang akan berangkat di bulan Maret 2010 ini nampaknya bakal terkendala karena urusan visa. Ketentuan pemerintah kerajaan Arab Saudi yang memberlakukan setiap Biro Perjalanan Haji Umroh harus menunjukkan bukti pembayaran hotel selama di Arab Saudi sebagai syarat untuk mendapatkan visa. Sekretris Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh Republik Indonesia, Artha Hanif mengakui ketentuan yang memang sudah lama ditetapkan pemerintah kerajaan Arab Saudi dan baru sekarang diterapkan dengan ketat itu membuat gelisah para biro perjalanan penyelenggara umroh di Indonesia. Terutama para anggotanya yang berjumlah 107 buah. Semua proses pemberian visa bagi calon jamaah haji umroh dikaitkan dengan kesiapan kontrak hotel di Arab Saudi.
"Hampir hampir semua proses visa umroh yang dibuat untuk tahun ini disamakan dengan proses pembuatan visa haji di musim haji, seperti tahun lalu", jelasnya. Kalau haji, visa diberikan bila ada barcode bukti (tanda) pembayaran kontrak hotel, begitu pula dengan pemberian visa bagi jamaah umrah. "Bila, kontrak hotel sudah, ok, maka proses pemberian visa masuk ke sistem komputer untuk mendapatkan MOFA (upprofile). Barulah proses pembuatan visa jalan. Kalau tidak ada bukti kontrak hotel proses pembuatan visa tidak bisa dilakukan.", terang Artha Hanis.
Padahal, menurutnya, awal Maret 2010 ini sudah dimulai pemberangkatan jamaah haji umroh yang kadang disebut jamaah haji turis itu. Tahun ini diperkirakan sebanyak 16.000 jamaah haji umroh yang akan berangkat lewat biro perjalanan haji umroh anggota AMPHURI. Berkenaan dengan ikhwal kendala visa tersebut di atas menurut Artha Hanif, AMPHURI melakukan upaya aktif untuk mencari solusi. Jalan keluar. Di sela pertemuannya dengan anggota AMPHURI petang itu lebih jauh bos, PT Thoyyibah, Biro Perjalanna Haji Plus ini mengatakan AMPHURI sudah beberapa kali secara intensif menggelar rapat serius. Sebagaimana dilakukannya hari itu untuk mengambil solusi dengan menunjuk beberapa tavel dan meberikan kesempatan kepada mereka untuk mendapatkan kontrak hotel dengan jumlah yang lebih besar. Disyaratkan menurut ketentuan pemerintah kerajaan Arab Saudi itu, kontrak hotel tersebut harus bayar full. Lunas. sebagaimana ketentuan di musim haji. Misalnya. Kalau kita mendapatkan 5.000 kamar maka kita akan mendapatkan 5.000 kuota visa. Jumlah inilah yang akan digunakan sepanjang tahun atau bulan untuk umroh. Kalau umlah kontrak hotel diperbesar. Artinya konsekwensinya harus ada dana disiapkan. Diakuinya, sistem itu memberikan manfaat besar kepada masyarakat.
Siapa yang memproses visa kepada satu penyelenggara umroh berarti sudah ada kepastian hotel. "Visa sudah pasti, hotelnya juga pasti", terangnya. Problema yang terjadi sekarang, karena semua sifatnya mendadak. Karena kaget. Hal itu membuat situasi yang dalam dekat agak sulit untuk bisa diatasi, menghadapi keberangkatan yang dimulai pada awal Maret 2010 ini.
AMHURI yang berkantor di bilangan Jln Cipinang Cempedak, I, No 45, Jakarta Timur beranggotakan 107 anggota. Anggota anggota AMPHURI tersebut menurut Sekumnya sudah mempunyai calon jamaah umroh yang siap berangkat di awal bulan Maret ini. Mereka inilah yang menghadapi kendala untuk mendapatkan visa itu. Menjawab pertanyaan wartawan media ini di Jakarta menurut Artha Hanif sebagian kecil dari para anggota AMPUHRI tersebut sudah memberangkatkan calon jamaah haji umroh (turisnya). Namun sebagian besar lainnya harus dibantu dalam proses mendapatklan visa itu. Sebagian besar inilah yang tidak siap mengantisipasi kendala tersebut. Beda denag sebagian kecil anggotanya sudah siap.
Menurutnya mereka secara tertib mengantisipasi keadaan sejak awal. Sebagian besar anggota AMPHURI yang menghadapi kendala di atas dinilainya, tidak terlalu perduli terhadap aturan yang sebenarnya sudah lama diterapkan itu. Meski demikian, Artha Hanis tidak telak menyalahkan anggotanya dengan mengatakan mungkin aturan tersebut informasinya tidak begitu utuh diterima. Pada bagian lain menjawab pertanyaan, menrutnya, pihak Departemen Agama yang memberikan ijin bagi penyelenggaraan haji turis, sejauh ini belum mengetahui masalah yang dihadapi biro perjalanan haji umroh. Terlebih. Karena masalah ini merupakan masalah internal penyelenggara haji umroh dengan pihak provider atau muasasah yang ada di Arab Saudi.
"Jadi kerja sama antara perusahaan penyelenggara umroh di Indonesia dengan yang ada di Saudi", imbuh Sekum AMPHURI ini. Bahkan dia menyebutkan kerja sama itu "macet" terkendala keuangan. Sebab menyiapkan suatu rencana kuota bersar berarti harus menyiapkan dana yang cukup besar pula. "Jadi siangkatnya, dalam masalah ini tidak terkait Kementerian Agama" ungkapnya lagi. Karena khusus untuk penyelenggaraan umroh, Kementeri Agama tidak terlibat langsung. Insitusi pemerintah ini hanya mengurus penyelenggaraan haji. Kalaupun terlibat sebagai pemberi ijin, Kementerian Agama terlibat hanya dalam administrasi, pelaporan dan pengawasan. Penyelenggara haji di musim haji menjadi domin Kementerian Agama. Kuota hajipun diberikan antara pemerintah Saudi dan Indonesia G to G. Sedangkan haji umroh yakni berhaji di luar musim haji merupakan kerja sama antara swasta di Indonesia dengan swasta di Arab Saudi. (Thamrin Yunus)
AMPHURI Berubah Jadi HIMPUH
AMPHURI Berubah Jadi HIMPUH Jakarta(PInmas)--Mengakhiri perseteruan, organisasi penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK) akhirnya AMPHURI (Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Indonesia) pimpinan Baluki Ahmad merubah nama menjadi HIMPUH (Himpunan Penyelenggarara Umrah dan Haji). Kami sepakat merubah nama, yang penting kondisi organisasi berjalan baik, kata Ketua Umum HIMPUH, Baluki Ahmad kepada wartawan pada Musyawarah Kerja ke-1 HIMPUH di Jakarta, Kamis (11/2).
Seperti diketahui, AMPHURI adalah organisasi PIHK dahulu ONH Plus yang didirikan 15 Oktober 2006, sebagai wadah tunggal dari tiga organisasi PIHK, yaitu AMPUH (Asosiasi Muslim Penyelenggara Umrah dan Haji), AMPPUH (Asosiasi Muslim Penyelenggara Perjalanan Umrah dan Haji) dan SEPUH (Serikat Penyelenggara Umrah dan Haji). Menteri Agama saat itu, Muhammad Maftuh Basyuni meminta ketiga organisasi tersebut melebur menjadi satu, para pengusaha haji plus sepakat membentuk AMPHURI.
Namun muncul perpecahan dalam tubuh AMPHURI ada yang dipimpin Baluki Ahmad, dan satu lagi dikomandoi Fuad Hassan Masyhur. Apalah arti sebuah nama, yang penting anggota tidak ada yang berpindah, kata Baluki yang mengaku memiliki 213 anggota PIHK. Untuk pengesahan secara organisasi, katanya, acara Musyawarah Kerja pun berubah menjadi Musyawarah Luar Biasa.
Kami semua sepakat Mukernas ini menjadi Musyawarah Luar Biasa untuk merubah AMPHURI menjadi HIMPUH, ujar Baluki. Ia juga mengusulkan agar pemerintah menambah kuota jemaah haji khusus, dan mengumumkan tambahan itu secara lebih awal. Tidak seperti tahun lalu ada tambahan tapi sudah diakhir. Kami sudah berada disana (Arab Saudi), cetusnya. Sehingga tambahan kuota 3.000 untuk jemaah khusus masih tersisa karena hanya terpakai 1.700 orang. Kalau dari sekarang dikasih tambahan 40.000 juga habis, kata Baluki. (ks) Diupload oleh Hidayat
http://www.kalsel.depag.go.id
KUA Dilibatkan Untuk Manasik Haji
Kamis, 25 Februari 2010 13:11
Jakarta (MCH). Demi peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan ibadah Haji, tahun ini Direktorat Jenderal Pelaksanaan Haji dan Umroh (PHU) Kementerian Agama akan memberdayakan seluruh Kantor Urusan Agama (KUA) di seluruh Indonesia serta penyuluh agama dalam manasik dan perjalanan haji.
Dirjen PHU, Kementerian Agama RI, Slamet Riyanto, mengakui bahwa pelayanan pelaksanaan haji hingga saat ini masih kurang dari harapan seluruh masyarakat. Sehingga melibatkan KUA yang selama ini lebih banyak mengurus pernikahan pun masuk dalam program prioritas Kementrian Agama tahun ini.
"Tentunya itu juga bertujuan lebih mendekatkan diri kepada seluruh masyarakat, diharapkan untuk kedepannya pelayanan akan memberikan kemudadahan kepada masyarakat," ungkap Slamet dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Dirjen PHU dengan Komisi VIII DPR RI, Selasa, 23 Februari baru lalu.
Selain memberdayakan peran KUA, kata Slamet menambahkan, pemerintah juga akan memperbaiki Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) danmelengkapinya dengan fasilitas online sehingga terkoneksi hingga seluruh kabupaten/kota. (*)
'Orang Jawa Naik Haji' Sakit
Kamis, 25 Februari 2010 13:06
Jakarta (MCH). Peraih Achmad Bakrie Award 2009 bidang kesusastraan H. Danarto tengah terbaring sakit di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Menteng, Jakarta Pusat. Lelaki kelahiran Sragen, 27 Juni 1940 itu sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Bhineka Bhakti Husada Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten. Danarto dilarikan ke rumah sakit pada Senin, 22 Februaru malam baru lalu, karena asmanya kambuh. Kemarin, Wakil Presiden Boediono dan istri sempat menjenguknya.
Danarto dikenal sebagai penulis cerpen dan sastrawan yang produktif di Indonesia. Pada awal 1960-an, ia sudah menulis cerita anak-anak di majalah Si Kuntjung. Namanya mulai dikenal luas lewat cerita-cerita pendeknya yang dimuat di Majalah Sastra Horison sejak 1967. Dia juga membuat buku berisi cerita-cerita pendek yaitu Godlob (1974), Adam Ma’rifat (1982), Berhala (1987), Gergasi (1993), Setangkai Melati di Sayap Jibril (2001) dan Kacapiring (2008) serta Novel Asmaraloka (1999).
Salah satu karyanya yang juga cukup populer adalah buku 'Orang jawa Naik Haji' yang berisi pengalamannya menunaikan ibadah haji. Kumpulan esainya juga pernah diterbitkan dalam buku berjudul Begitu ya Begitu tapi Mbok Jangan Begitu (1996) dan Cahaya Rasul (1999). Selain Ahmad bakrie Award, Danarto yang pernah menggelar pameran Kanvas Kosong pada 1973 itu juga pernah menerima penghargaan dari SEA Write Award pada 1988. (*)
BRI Berikan Dana Talangan Haji
Kamis, 25 Februari 2010 12:56
Jakarta (MCH). Unit usaha PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) melalui BRI Syariah siap memberikan bantuan dana talangan haji, bagi nasabah yang sudah terdaftar sebagai jamaah haji, namun masih kekurangan biaya.
Hal ini dikemukakan Group Head Consumer Banking BRI Syariah, Sri Esti Kadaryanti, di sela-sela Gathering Bank BRI Syariah dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBH), Rabu, 24 Februari kemarin. Menurutnya, besarnya dana talangan haji yang akan diberikan kepada setiap nasabah mencapai Rp 18 juta.
"Produk dana talangan hajii, berbeda dengan tabungan haji. Kalau tabungan haji, nasabah harus menabung sesuai dengan batas waktu yang telah ditentukan. Sementara, dana talangan haji diberikan pada nasabah yang sudah terdaftar sebagai calon jamaah haji tapi masih kekurangan biaya," ujar Esti
Menurut Esti, dana talangan haji BRI Syariah merupakan pengembangan dari produk tabungan haji. Produk lain yang dikembangkan BRI Syariah antara lain Gadai Syariah BRI Syariah dan KPR BRI Syariah.
Guna mendukung pengembangan produk-produk baru dan peningkatan pendapatan, BRI Syariah akan mengembangkan sekitar 50 kantor cabang pembantu, untuk menambah 55 kantor cabang yang sudah ada di berbagai daerah.
Produk tabungan hajii Bank BRI Syariah cukup diminati banyak masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, menurut Sri Esti Kadaryanti, BRI Syariah membuat terobosan produk baru berupa Dana Talangan Haji, mengingat jumlah nasabah tabungan haji secara nasional mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Jumlah masyarakat yang mengikuti program Dana Talangan Haji yang diluncurkan tahun lalu, menurut Sri Esti, hingga Febuari 2010 telah mencapai angka 500 orang.
Untuk memperluas jaringan pemasaran dana talangan haji, BRI Syariah kerja sama dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) di beberapa daerah.
BRI Syariah jelasnya, menargetkan tabungan haji dan talangan haji sebesar 10 persen dari total pembiayaan yang ditargetkan BRI Syariah sebesar Rp 200 miliar.
Dari target Rp 200 miliar itu, kata dia, consumer banking ditargetkan 30 persen dan 10 persen di antaranya digunakan untuk tabungan haji.
Sekitar 20 persen, kata dia, untuk pembiayaan mikro dan sisanya untuk komersial retail. ''Kami menargetkan Dana Pihak Ketiga (DPK) di 2010 ini sebesar Rp 48 miliar,'' katanya.
BRI Syariah menargetkan aset pada akhir tahun dapat mencapai Rp 3 triliun atau naik dari posisi saat ini Rp 1,5 triliun. Untuk mencapai target tersebut, BRI Syariah akan menggenjot kredit dan melakukan perluasan jaringan.(*)
Mubalig Nepal Naik Haji Bersepeda
Kamis, 25 Februari 2010 12:46
Jakarta (MCH). Semangat mubaligh asal Nepal ini patut ditiru. Dengan modal minimal tak menghalangi cintanya kepada Islam untuk memenuhi panggilan rukun Islam yang terakhir. Tak ada biaya naik pesawat, bersepeda berbulan-bulan pun ditempuh untuk bisa menunaikan perintah Ilahi di tanah Arab.
Maulana Taslimuddin Shah, mubaligh berusia 58 tahun dari Nepal Selatan itu telah memulai perjalanan ibadah hajinya tahun ini ke Mekah dan Medinah, dengan mengendarai sepeda onthel.
Berjangut putih, mengenakan karangan marigold di atas sebuah syal kotak-kotak merah Islami, Shah memulai perjalanannya pada 17 Februari lalu. Ia naik haji dan berdoa untuk perdamaian Nepal dengan diundangkannya konstitusi baru di negara tersebut. Bersepeda sendirian, Shah memiliki dana sebesar 30.000 rupee Nepal untuk biaya sepanjang pengembaraannya. Ia juga membawa bendera segitiga yang unik dari Nepal dengan simbol matahari dan bulan, dan bendera hijau organisasi muslim Nepal, Muslim Ittihad yang memberinya sepeda yang digunakan untuk perjalanan berhaji.
Pemberhentian pertamanya akan direncanakan di New Delhi. Pengendara sepeda haji ini berharap dapat mencapai tujuan perjalanannya yang berjarak 10.000 km dalam waktu sembilan bulan. Dari India, ia kemudian akan melakukan perjalanan melalui Pakistan, Iran, Irak dan Turki.
Maulana Taslimuddin Shah adalah mubaligh dari desa Devpura distrik Dhanusha di dataran Terai Nepal selatan. Demikian seperti diberitakan VOA. (*)
Haji Laut Diperdebatkan Lagi
Rabu, 24 Februari 2010 15:53
Jakarta (MCH). Para menteri kabinet Bangladesh kembali berdebat soal pemberangkatan haji melalui laut tahun lalu. Sebab, sejak haji laut dihapus 25 tahun lalu (tahun 1985) infrastrukturnya sudah habis.elah selang seperempat dekade.
Menurut seorang pejabat pada Kementerian Urusan agama Islam menyatakan bahwa pihaknya akan kesulitan tenaga lapangan sehingga tak mungkin menyelenggarakan haji laut tahun depan.
Namun, dalam sebuah rapat interdep yang dipimpin Menteri Pelayaran Shajahan Khan, 8 Februari lalu, diputuskan untuk memperkenalkan kembali kapal haji setelah selang 25 tahun.
Rapat membentuk sebuah tim dengan 11 anggota yang dipimpin Abdus Kuddus untuk melaksanakan keputusan kabinet itu.
Penjabat sekretaris kementerian urusan agama Abdur Rob mengatakan pada hari Senin lalu bahwa infrastruktur layanan haji lewat laut tidak ada lagi. "Seperti yang telah ditiadakan selama 25 tahun. Pada saat yang sama, kita kekurangan tenaga kerja yang diperlukan untuk layanan," katanay seoperti dikutip bdnes.com edisi Rabu, 24 Februari hari ini.
Menurut Ketua Komite Abdul Kuddus, bagaimanapun, ia akan melaksanakan studi mendalam tentang haji laut yang akan dimulai lagi tahun depan. "Pemerintah ingin mengaktifkan kembali rute laut. Perjalanan haji dengan kapal laut adalah bagian dari seluruh rencana dan diserahkan kepada pelayaran swasta. Pemerintah hanya akan membangun infrastruktur."
Dia berkata melakukan haji melalui laut akan membagi dua perjalanan. Melalui laut akan diberangkatkan 18.000 jemaah haji dengan tarip 25% lebih murah dibading pesawat.
Menurut Kuddus, keputusan haji laut berdasarkan penawaran dan usulan Eden Shipping Lines, agen lokal untuk sebuah perusahaan pelayaran Italia, untuk transportasi jemaah haji dengan kapal laut.
Sesuai proposal, Eden akan membawa 18.000 jemaah Bangladesh musim haji tahun depan. Perjalanan pulang pergi akan dikenakan $850 per jemaah dan perjalan ditempuh antara 6 sampai 7 hari dari Chitagong menuju Jeddah dan sebaliknya. (Musthafa Helmy)
Rupert Murdoch Rambah Arab Saudi
Rabu, 24 Februari 2010 15:35
Jakarta (MCH). Raja media Rupert Murdoch mulai merambah ke Arab Saudi dengan membeli 9,09% saham Rotana, sebuah perusahaan hiburan Saudi yang berbasis Timur Tengah yang selama ini dimiliki jutawan Pangeran Alwaleed bin Talal.
Murdoch membelunya dengan harga $70 juta. Hal ini diumumkan pada jumpa pers oleh Alwleed di kantor pusatnya di Riyadh pada hari Selasa kemarin lalu. Menurut Alwaleed, pelepasan saham itu sebagai upaya memperdalam kemitraan yang sedang berkembang antara dua penguasa media. Selama ibni, Pangeran Alwaleed sudah memegang tujuh persen saham di News Corp, termasuk 20th Century Fox, Fox News, New York Post, London Times dan Sky TV yang selama ini dikelola Murdoch.
Di bawah perjanjian, News Corp memiliki opsi untuk memperoleh lebih 9,09-persen saham di Rotana. Pilihan akan berjalan selama 18 bulan setelah kesepakatan ditandatangani.
News Corp berusaha untuk memperluas kehadirannya di Timur Tengah dengan mengembangkan pasar hiburan dengan menggandeng Alwaleed. Lima bulan yang lalu dilaporkan di Wall Street Journal bahwa kelompok Murdoch mengincar 20 persen saham di Rotana.
Pangeran Alwaleed mengatakan kepada Arab News bahwa kesepakatan tidak diberikan tunai. Rotana, yang memiliki label rekaman terbesar di dunia Arab dan 11 saluran televisi itu sepenuhnya dalam genggamannya. Dengan menggendang News Corp yang memiliki pengalaman dalam produksi film, televisi, media massa dan teknologi, akan banyak memberi manfaat yang tidak hanya untuk Rotana tetapi bagi dunia Arab.
Dalam sebuah pernyataan yang sudah disiapkan, anak Rupert Murdoch, James, yang mengepalai News Corp Eropa dan Asia, mengatakan bahwa pembelian saham baru itu akan membantu perusahaan memperluas kehadirannya di suatu negarta yang memiliki pertumbuhan PDB yang akan terus berkembang di tahun-tahun mendatang. "
Pangeran Alwaleed juga mengumumkan bahwa saham di Rotana akan dilepas di pasar saham. Penasihat akan ditunjuk dalam waktu dua bulan untuk mempersiapkan initial public offering (IPO). Keputusan masih perlu dibuat dengan jumlah saham yang akan diterbitkan, di mana mereka akan diperdagangkan dan perubahan apa di bidang bisnis dan manajemen yang diperlukan sebelum IPO, kata sang pangeran. Nilai transaksi Rotana di atas $770 juta. Demikian seperti diberitakan harian Arab News edisi Rabu, 24 Februari kemarin.
Alwaleed juga memiliki saham yang signifikan di sejumlah media dan hiburan lainnya termasuk perusahaan LBC, Time Warner (pemilik CNN, HBO dan Fortune Magazine serta Warner Bros dan Time Magazine) dan Euro Disney. Alwaleed juga memiliki 29,9 persen saham di perusahaan induk Arab News. (Musthafa Helmy)
Profesor Amerika Masuk Islam di Saudi
Selasa, 23/02/2010 16:03 WIB
Sumber dari media Timur Tengah mengatakan bahwa seorang profesor dari Universitas Amerika menyatakan dirinya masuk Islam di sebuah masjid di sekretariat majelis pemuda muslim dunia di ibukota Saudi Riyadh hari Senin kemarin (22/2).
Surat kabar Al-Jazeera melaporkan bahwa profesor Amerika tersebut merupakan dosen bahasa Inggris untuk mahasiswa pada tahun persiapan di universitas King Saud University, dan setelah dirinya menyatakan masuk Islam, ia diberi nama Islam dengan nama Shalahuddin (Saladin).
Surat kabar Al-Jazeera menyatakan bahwa profesor Amerika itu telah berada di Riyadh sejak empat bulan yang lalu, dan ia mengatakan bahwa ia sangat menikmati hubungan persahabatan dan sosial yang ada di universitas dan dunia akademis.
Dikutip oleh Al-Jazeera, profesor universitas dari Amerika ini menegaskan bahwa keinginan dirinya untuk masuk Islam datang dari keyakinannya yang totalitas terhadap Islam, ketika ia menemukan kepuasan spriritual dalam jiwanya dan ketenangan hatinya dalam Islam.
Profesor Amerika tersebut menjelaskan bahwa temannya yang seorang muslim Inggris asal India yang telah banyak membantu dirinya mengenal Islam melalui beberapa buku dan publikasi tentang dasar-dasar Islam yang memberikan ia pemahaman terkait prinsip-prinsip Islam serta membantu dirinya memahami agama baru bagi dirinya itu lebih baik lagi. (fq/imo)
Polisi Susila Luruskan Soal Istri Enam
KAMIS, 18 FEBRUARI 2010 16:27
Jakarta (MCH). Ketua Komisi Amar Ma'ruf Nahi Munkar (Posli Suisila) bidang Komunikasi Publik Dr. Abdul Muhsin Al-Qafari membantah ada anggota komisi itu melakukan pelangaran agama dengan mengawini sekaligus enam orang perempuan.
Menurut Al-Qafari, laki-laki yang kini tengah menunggu eksekusi hukum itu adalah penjaga gedung kantor Komisi Amar Ma'ruf Nahi Munkar di Jizan, Arab Saudi. "Dia bukan anggota Komisi dan juga bukan karyawan sekretariat," katanya seperti dikutip harian Al-Watan edisi Kamis, 18 Februari hari ini.
Al-Qadari mengkritik Al-Watan yang tidak melakukan ceking ke pihaknya. Sebab, komisi Amar Ma'ruf Nahi Munkar adalah komisi yang aggotanya terdiri dari kalangan ulama.
Seperti diberitakan sebelumnya, karyawan komisi ini ditangkap karena mengawini enam wanita sekaligus. Alasannya, tidak tahu jika hal itu dilarang. Tapi, hakim menjatuhkan hukuman dan tak menerima alasan itu. Menurut hakim, batasan jumlah istri sudah sangat diketahui di mana-mana.
Karena itu, laki-laki berusia 56 tahun ini dihukum cambuk 120 kali, tidak boleh meninggalkan wilayah Arab Saudi selama lima tahun, tidak boleh menyampaikan khotbah dan menjadi imam, dan harus menghafal Al-Quran juz 29 dan 30 saja. (Musthafa Helmy)
Rona Saudi: Beristri Enam Dihukum Cambuk
KAMIS, 18 FEBRUARI 2010 16:03
Jakarta (MCH). Anggota Komisi Amar Ma’ruf Nahi Munkar (polisi susila) di Jizan, Arab Saudi ditangkap. Laki-laki berusia 56 tahun karena memiliki enam orang istri. Ia mengaku tak tahu jika beristri enam dilarang. Ia mengaku hanya tamat sekolah dasar karena itu tak faham ajaran Islam sebenarnya. "Setelah saya mengenal betul ajaran Islam, akhirnya saya mengetahui bahwa batas jumlah istri dalam Islam itu hanya sampai empat orang,” katanya kepada harian Al-Watan edisi Rabu, 17 Februari kemarin.
Namun, hakim pengadilan kota Musarahah, Jizan, Syeikh Salman Alwadiani menolak alasan laki-laki itu. “Klaim kebodohan sejauh yang diizinkan untuk poligami secara hukum tidak dapat diterima, karena pembatasan istri hingga empat hampir diketahui semua warga,” katanya.
Alwadiani akhirnya menjatuhkan hukum cambuk sebanyak 120 kali, keharusan menghafal juz 29 dan 30 Al-Quran, dilarang meninggalkan wilayah Arab Saudi selama lima tahun, dan dilarang berkhotbah dan menjadi imam di masjid. Hukuman ini disamakan dengan zina muhsan (zina yang dilakukan oleh orang yang telah menikah atau memiliki istri). Putusan itu telah diperkuat pengadilan banding Arab saudi.
Ketiga istrinya adalah warga asli Arab Saudi. Dua orang istri baru adalah pendatang dari Yaman yang datang secara ilegal ke Arab Saudi. Seorang lagi juga wanita Yaman yang masuk secara resmi ke Arab Saudi.
Di samping itu ia diharuskan menceraikan istri yang lain hingga jumlah tetap istrinya menjadi empat orang. (Musthafa Helmy)
Terminal Haji Jeddah Dapat Penghargaan Arsitektur
KAMIS, 11 FEBRUARI 2010 17:28
Jakarta (MCH). Terminal haji Jeddah, Arab Saudi, yang menggambarkan tenda-tenda Baduwi yang dirancang oleh SOM's Chicago dan New York dan selesai pada tahun 1981 mendapat penghargaan arsitektur tertinggi. SOM menciptakan serangkaian tenda berstruktur yang mampu menampung hingga 80.000 jemaah haji dalam satu waktu.
Penghargaan AIA 25-Tahun untuk desain arsitektur ini diberikan kepada proyek-proyek yang telah teruji oleh waktu selama 25 sampai 35 tahun sebagai perwujudan keunggulan arsitektur. Proyek harus menunjukkan keunggulan dalam fungsi - dalam pelaksanaan dibedakan dari program asli dan dalam aspek-aspek kreatif menurut standar kekinian.
"Proyek ini mencontohkan kekuatan ide yang jelas. Dengan bentuk yang sangat sederhana namun cukup indah, mereka menetapkan standar bagi banyak bandar udara. Para arsitek menciptakan proyek berkelanjutan yang sangat baik bersamaan dengan gerakan hijau. Terminal menyajikan ekologi, ekonomi sarana, dan budaya," tulis dewan juri.
Terminal dengan 120 hektar ini terdiri dari dua bagian beratap dan dipisahkan oleh sebuah mal. Bagian pertama terminal AC berisi bangunan. Bagian kedua yang sangat luas, terbuka sisi dengan dukungan iklim. Struktur atap tenda dibuat dari Teflon fiberglass yang terdiri dari 10 modul dari 21 terpal. Setiap modul ini memiliki ketinggian 147 meter yang memanfaatkan ikatan kabel baja sepanjang atap. Hampir 40 jemaah haji memanfaatkan ini sejak tahun 1981.
Menurut Jeffrey J. McCarthy, AIA, manajer SOM's Chicago: "Atas nama semua mitra SOM, kami merasa terhormat untuk menerima penghargaan bergengsi ini dari AIA. Ini adalah penghargaan yang juga untuk semua orang. Ini adalah karunia dari warisan yang kita terima dari orang-orang yang bekerja sebelum kita. Kami terima penghargaan ini untuk menghormati mereka."
Terminal haji Bandara Raja Abdul Aziz Jeddah juga pernah menerima Penghargaan AIA 1983, Penghargaan Aga Khan untuk Arsitektur tahun 1983, serta Pengharfgaan Arsitektur Progresif tahun 1981. Kesemuanya adalah penghargaan international. Demikian seperti diberitakan AMEinfo edisi Senin, 8 Februari lalu. (Musthafa Helmy)
Rapat Komisi VII dengan Menteri Agama
KAMIS, 11 FEBRUARI 2010 17:03
Jakarta (MCH). Rapat Dengar Pendapat Komisi VIII yang menghadirkan Menteri Agama, Suryadharma Ali, menyoroti pelayanan ibadah haji yang diselenggarakan pemerintah pada tahun 2009 yang dianggap belum maksimal.
Lokasi pemondokan dan makanan menjadi permasalahan yang paling disoroti. Jarak pemondokan yang mencapai 7 kilometer dari Masjidil Haram dikeluhkan masyarakat karena terlalu jauh. Buruknya lagi, pemerintah tidak berhasil mengelola sistem transportasi dengan baik, sehingga banyak haji yang tidak bisa diangkut ke Masjidil Haram. "Penyelenggaraan haji tahun ini kita akan usahakan jarak pemondokan paling jauh empat kilometer dari Masjidil Haram," janji Menteri Agama. Dengan jarak pemondokan yang lebih dekat, permasalahan transportasi akan teratasi, lanjutnya.
Berbeda dari penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya yang menggunakan kotak untuk menyajikan makanan, pada penyelenggaraan haji tahun 2009 pemerintah menggunakan sistem prasmanan. Sistem ini, menurut anggota Dewan, menyebabkan jumlah makanan yang diterima oleh masing-masing jemaah menjadi tidak merata. Menteri beralasan penggunaan prasmanan adalah hasil kesepakatan bersama antara pihak DPR dan pemerintah.
Anggota Dewan juga mempertanyakan urgensi rencana penaikan setoran awal ibadah haji dari Rp 20 juta menjadi Rp 25 juta. Dalam jawabannya, Menteri Suryadharma mengatakan hal ini dilakukan untuk mengurangi antrean pendaftaran calon jemaah haji. "Saat ini saja sudah ada kira-kira satu juta calon jemaah haji yang mengantre," ucap Suryadharma.
Hal lain yang ikut dibahas adalah tidak optimalnya pemerintah menggunakan kuota tambahan sebanyak 3.000 tempat yang diberikan pemerintah Arab Saudi. Dari seluruh kuota yang diberikan hanya 1.240 tempat yang diberikan kepada jemaan. "Ini adalah mubazir," kata anggota dewan dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, Asep Ahmad Maoushul Affandy.
Sementara itu Menteri mengeluhkan pendapat anggota Dewan dari Fraksi Partai Demokrat, Muhammad Baghowi, di sebuah harian yang mengatakan pemerintah telah merugikan negara sebesar Rp 1 triliun dari perbedaan harga tiket. Baghouwi, kata Menteri, mengatakan punya bukti tiket perjalanan anggota DPR ke Arab Saudi pada musim haji sebesar US$ 1.500, sementara harga yang ditetapkan pemerintah adalah US$ 1.700. "Kami mendapatkan harga resmi dari Garuda Indonesia sebesar US$ 1.700. Harga itu sudah ada potongan karena harga sebenarnya adalah US$ 1.900," kata Menteri.
Baghouwi yang juga hadir pada rapat tersebut tidak bisa berbicara banyak menanggapi hal tersebut. Menurut Baghouwi, bukti tiket itu dia peroleh dari Sekretariat DPR dan merupakan harga asli tanpa potongan. (*)
Bangladesh Hidupkan Haji Laut
SENIN, 08 FEBRUARI 2010 18:30
Jakarta (MCH). Tahun Depan sekitar 18.000 jemaah haji akan melaksanakan haji dengan kapal laut. Haji laut ditutuo tahun 1985 dan kini dihidupkan lagi untuk menghemat biaya sampai 40%. Keputusan untuk melanjutkan operasi kapal haji diambil di interdep pada hari Minggu pertemuan dengan Menteri Transportasi Shajahan Khan.
Kepada wartawan setelah pertemuan itu dikemukakan bahwa 18.000 jemaah haji tahun depan akan diberangkatkan melalui kapal laut dengan enam trip. Haji laut disulkan Eden Line, agen lokal perusahaan Italia. Demikian seperti diberitakan bdnews.com edisi Senin, 8 Februari hari ini. (MH)
Saudia Siap Layani Umrah dan Wisata
MINGGU, 07 FEBRUARI 2010 11:53
Jakarta (MCH). Saudi Arabian Airlines atau Saudia, maskapai penerbangan milik pemerintah Kerajaan Arab Saudi secara resmi akan mensponsori penerbangan umrah dan wisata ke Arab Saudi dari 4 negara: Turki, Suriah, Mesir dan Maroko yang sudah dilaksanakan sejak bulan januari lalu.
Menurut Asisten Direktur Jenderal Saudi Arabian Airlines untuk Hubungan Masyarakat, Abdullah bin Mishbib Al-Ajhar, maskapai Arab Saudi ini mulai bergegas melakukan peran utamanya sebagai maskapai penerbangan nasional yang mengutamakan penerbangan ibadah dan wisata itu sebagai industri investasi jangka panjang.
“Di samping kepentingan besar bagi pengembangan layanan untuk penumpang jemaah haji dan umrah,” kata Al-Ajhar, seperti dikutip harian Al-Watan edisi Ahad, 7 Februari hari ini. Menurutnya, Saudia menawarkan sejumlah paket wisata dan umrah dengan melibatkan sejumlah biro perjalanan mitranya. (MH)
Diupayakan Pemondokan Lebih Dekat
JUMAT, 05 FEBRUARI 2010 10:24
Jakarta (MCH). Pemerintah melalui kementerian agama berupaya agar jarak pondokan jamaah haji di Mekah dengan Masjidil Haram tahun 2010 ini semakin dekat. ''Kalau tahun lalu jarak terjauh masih sekitar tujuh kilometer, kami upayakan jarak terjauh untuk tahun ini adalah 4000 meter dari Masjidil Haram,'' tandas Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah kementerian Agama, Slamet Riyanto pada Evaluasi Haji di Jakarta, Kamis malam (5/2).
Sementara untuk pondokan di Madinah, menurut Slamet, jika tahun lalu 83 persen berada di wilayah Markaziah, maka untuk tahun ini diupayakan mencapai 90 persen pondokan jamaah berada di wilayah Markaziah. ''Dari pengalaman tahun lalu, memang yang terpenting adalah sosialisasi soal jarak ;pondokan ini pada jamaah, harus benar-benar tersosialisasikan,'' tegasnya didampingi Sekretaris Dirjen Haji, Abdul Ghafur Djawahir dan Kapuspinmas, Mashuri.
Diakui Slamet bahwa persoalan akomodasi dan pondokan jamaah merupakan titik krusial permasalahan seputar penyelenggaraan haji. ''Untuk pelayanan kesehatan, tahun ini juga akan lebih baik. Sementara untuk masalah konsumsi, kami tengah kaji kembali apakah masih mempertahankan parasmanan atau kemasan dalam box. Ini juga masukan-masukan dari para jamaah,'' tandas Slamet. (*)
Pemondokan Hjai Paling Krusial
JUMAT, 05 FEBRUARI 2010 10:16
Jakarta (MCH). Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh, Slamet Riyanto mengakui bahwa persoalan pondokan bagi jemaah haji pada tahun mendatang masih menjadi masalah krusial. "Jika ini (pondokan di Mekkah dan Madinah, red) bisa diselesaikan lebih awal, tentu persoalan besar sudah dapat diatasi bagi penyelenggaraan ibadah haji," katanya di Jakarta, Kamis malam.
Ia menjelaskan itu terkait evaluasi nasional penyelenggaraan ibadah haji pada musim haji 1430H/2009M Kamis, 4 Februari kemarin. Persoalan penyelenggaraan ibadah haji dari tahun ke tahun yang menyerap perhatian besar adalah pada persoalan pondokan disamping transportasi. “Jika saja pondokan teratasi, secara otomatis pula persoalan transportasi sedikit teratasi,” katanya.
Pada penyelenggaraan haji tahun silam, pondokan di Mekkah paling jauh 7 kilometer. Untuk musim haji mendatang, Kementrian Agama menargetkan paling jauh 4 kilometer. "Ini bukan persoalan mudah, karena haji berkaitan dengan kebijakan negara tuan rumah," katanya, seperti dikutip Antara hari Kamis, 4 Februari kemarin.
Untuk itulah, seperti dikemukakan Menteri Agama Suryadharma Ali, tim perumahan sudah harus bergerak cepat pada bulan ini. Tim perumahan sudah terbentuk dan paling lambat Maret 2010 sudah harus datang ke tanah suci untuk menyelesaikan kontrak bagi pemondokan jemaah haji tahun mendatang.
Dewasa ini, menurut Menag, penggusuran dan perluasan Masjidil Haram masih terus berlangsung. Sejumlah bangunan termasuk hotel terkena digusur guna memberikan kenyamanan bagi jemaah haji dari seluruh dunia. Dengan demikian, persaingan untuk mendapat pondokan bagi jemaah haji dari tiap negara semakin ketat. Indonesia harus mengerahkan tim perumahan agar mendapatkan perumahan lebih dekat lagi dengan Masjidil Haram, termasuk untuk kawasan Markaziah, Madinah.
Pada musim haji lalu, jemaah Indonesia bisa berada menempati ring I sebanyak 30 persen dari 210 ribu jemaah haji Indonesia. Sebanyak 70 persen berada di ring II yang berjarak paling jauh 7 km. Untuk tahun mendatang, diharapkan 27 persen jemaah haji Indonesia bisa menempati ring I di Makkah. "Ini yang kita harus perjuangkan, kendati tasyrih yang digunakan masih tahun lalu," kata Slamet Riyanto.
Soal tasyrih (izin) ini, menurut Slamet, kadang juga menjadi persoalan lantaran rumah yang didapat lebih awal. Ketika akan digunakan, pemerintah setempat mengeluarkan aturan perizinan baru yang mengharuskan pemilik bangunan melengkapi persyaratan tertentu.
Seperti tahun lalu, bangunan harus menggunakan tangga darurat dan lift dengan persyaratan tertentu. Padahal saat itu, bangunan sudah dikontrak. "Di sinilah, sebagai tamu di negara lain, kita harus pandai menyesuaikan diri," kata Dirjen PHU.
Hal lain yang tak kalah menyedot perhatian adalah persoalan katering. Ada yang minta dalam bentuk kotak, ada yang minta disuguhkan secara transparan. Belum lagi menyangkut selera dan rasa. Karena itu, ia berharap, ke depan, juru masak harus lebih banyak didatangkan dari tanah air agar jemaah dapat terpuaskan di tanah suci.
Untuk tahun ini, menurut Slamet Riyanto, ada persoalan yang menonjol setelah diberlakukannya paspor hijau bagi jemaah Indonesia. Yaitu, banyaknya jemaah haji non-kuota terlantar di tanah suci. Ini merupakan dampak dari kebijakan paspor coklat sudah dihapus sebagai akibat diberlakukannya paspor hijau atas permintaan Arab Saudi.
Ribuan jemaah haji non-kuota terlantar di tanah suci. Panitia penyelenggara ibadah haji harus mengurusi mereka itu. Ini sebagai akibat adanya oknum tak bertanggung jawab sehingga pemerintah pun harus turun tangan.
Ke depan, soal haji non-kuota ini akan ditertibkan dengan cara mengajak pihak imigrasi dan kementrian luar negeri memperketat pengeluaran paspor. Kebanyakan haji non-kloter yang terlantar itu berasal dari Madura, Nusa Tenggara Barat dan Kalimantan Selatan, kata Slamet. (*)
Tabung Haji Malaysia Bagi Bonus RM1,1 Milyar
JUMAT, 05 FEBRUARI 2010 10:11
Jakarta (MCH). Lembaga Tabung Haji (TH) –yang selama menjadi penyelenggara haji di Malaysia, mengumumkan bonus bagi nasabahnya sebanyak 5% untuk tahun 2009 ini. Tabung Haji akan mengeluarkan anggaran sekitar RM1,1 Milyar kepada 5.1 juta nasabahnya.
Hal ini dikemukakan Menteri di Jabatan Perdana Menteri, Datuk Seri Jamil Khir Baharom, Kamis, 4 Februari kemarin. Menurut Baharom, bonus itu adalah tambahan 2,75% dari bonus interim sebanyak 2,25% bagi separuh tahun pertama 2009 yang sudah dibayarkan kepada nasabah pada Oktober tahun lalu.
Menurut Baharom, bonus tambahan itu dikreditkan ke dalam rekening nasabah Tabung Haji paling cepat hari Senin, 8 Februari mendatang. Tabung Haji mencatat pendapatan RM1.689 Milyar tahun lalu, dengan keuntungan operasi RM1.245 Milyar dan untung selepas zakat menjadi RM1.119 Milyar.
"Kadar bonus ini lebih baik berbanding kadar bagi simpanan tetap dan tabungan komersial. Tabung Haji mengekalkan kadar bonusnya pada 2009 dan tahun sebelumnya dalam suasana kadar pasaran dan keuntungan deposit di perbankan komersial yang menurun sejak 2008," kata Baharom. Bonus interim 2.25% dengan nilai RM465 juta sudah diserahkan kepada nasabah pada Oktober lalu.
"Pendapatan keuntungan selepas zakat Tabung Haji masing-masing sebanyak RM1.7 Milyarn dan RM1.1 Milyar meningkat pada kadar 12% berbanding 2008," katanya.
Pada tahun lalu, katanya, dana nasabah Tabung Haji ialah RM23 Milyar, meningkat 12% dari RM20.6 Milyar pada 2008. "Peningkatan ini menunjukkan keyakinan nasabah dengan penambahan simpanan RM5,9 Milyar dan penambahan nilai sebanyak RM3,8 Milyarn dari aktiva imvestasi sejak 2006. "Sebanyak 49% atau kira-kira RM827,6 juta pendapatan Tabung Haji bagi tahun lalu adalah hasil keuntungan urus niaga saham," katanya.
Menurut Jamil Khir Baharom, nilai zakat Tabung Haji tahun lalu juga meningkat RM1 juta berbanding RM38 juta pada 2008. Seperti diketahui, Tabung Haji pernah membayar bonus setinggi tujuh persen pada 2007. (Musthafa Helmy)
Uang Paspor Jemaah Indramayu Dikembalikan
KAMIS, 04 FEBRUARI 2010 19:06
Jakarta (MCH). Sebuah penyelenggara haji (KBIH) di Indramayu sudah mengembalikan seluruh uang paspor 1.263 jemaah haji tahun pemberangkatan 2009. Uang paspor yang dikembalikan penyelenggara haji di Indramayu per jemaah sebesar Rp 500 ribu dan jumlah totalnya mencapai Rp 631 Juta.
H. Hatta, AR, salah satu staf pengajar manasik haji pada salah satu KBIH di Indramayu, Rabu, 3 Februari kemarin, mengemukakan bahwa jemaah haji tahun pemberangkatan 2009 tidak mempersoalkan lagi uang paspor haji itu. “Apalagi uang paspor itu sekarang sudah dikembalikan kepada masing-masing jemaah haji,” katanya, seperti dikutip harian Pos Kota edisi Rabo, 3 Februari kemarin..
Karena jemaah haji tidak mempersoalkan uang paspor itu, kata Hatta, seluruh jemaah haji di Indramayu bersedia menandatangani surat pernyataan yang menyebutkan para jemaah haji tidak mempersoalkan masalah uang paspor tersebut.
Selain uang paspor, jemaah haji juga memperoleh uang pengembalian living cost sebesar 1.500 riyal ditambah pengembalian uang makan untuk jemaah haji yang kebetulan lokasi pemondokannya berjauhan dengan Masjidil Haram. (*)
Jerman Izinkan Adzan Masjid dengan Pengeras Suara
Rabu, 03/02/2010 13:52 WIB
Salah satu kota di Jerman - kota Rendsberg, membolehkan masjid di sana untuk menyuarakan panggilan adzan lewat pengeras suara, meskipun mendapat penentangan dari sebagian warga di kota tersebut.
Walikota Rendsberg Andreas Breitner yang berasal dari partai sosialis demokratik menyatakan bahwa tidak ada alasan hukum untuk melarang umat Islam dengan masjidnya menyuarakan adzan lewat pengeras suara.
Proyek suara adzan lewat pengeras suara ini sendiri juga di dukung oleh Islamic Center yang mengelola masjid di kota itu, meskipun di bawah bayang-bayang kritikan dan kecaman dari sekelompok masyarakat yang katanya merasa terganggu dengan suara adzan yang berkumandang lima kali sehari.
Kelompok masyarakat di kota Rendsberg yang menentang diperbolehkannya suara adzan dari masjid lewat pengeras suara, telah melakukan kampanye penolakan mereka, dan sejauh ini mereka telah mengumpulkan lebih dari 800 tanda tangan warga yang menolak suara adzan tersebut, seperti dilaporkan AFP.
Walikota Rendsberg menyatakan sebuah kajian membuktikan bahwa suara adzan yang dianggap sekelompok warga mengganggu itu, ternyata tidak lebih berisik dari suara siaran televisi atau radio maupun burung-burung berkicau, katanya menegaskan.
Dia menambahkan: "Warna kulit dan perbedaan ras atau agama, tidak ada hubungan dan memainkan peran apapun dalam pengambilan keputusan yang membolehkan suara adzan lewat pengeras suara. Dan kami cukup puas dengan hal itu."
Masjid di kota Rendsberg berdiri di wilayah yang berpenduduk 28 ribu orang, terletak 100 km dari kota Hamburg. Masjid yang diresmikan pada musim gugur tahun 2009 ini sendiri merupakan masjid terbesar di Schlewig-Holstein dengan memiliki menara setinggi 26 meter.(fq/imo)
Pembangunan KA Haramain Dipercepat
Selasa, 02 Februari 2010 18:50
Jakarta (MCH). Kabinet kerajaan Arab Saudi mulai bergerak untuk mempercepat pembangunan jalur jerta api Haramain yang panjangnya mencapai 450 kilometer. Jalur itu akan menghubungkan kota suci Mekah, Madinah, dan Jeddah yang diperkirakan akan mempermudah lalu lintas jemaah haji dan umrah.
Dalam sidang kabinet yang dipimpin Khadimul haramain Raja Abdullah, ia menginstruksikan Badan Investasi Negara segera menandatangani pinjaman tanpa bunga itu. "Badan tersebut akan memberi kompensasi untuk layanan ini melalui alokasi anggaran pada tahun-tahun mendatang," kata Menteri Kebudayaan dan Informasi Abdul Aziz Khoja, seperti dikutip Kantor Berita Arab Saudi, SPA. Perusahaan yang telah ditunjuk untuk melaksanakan proyek ini akan menikmati semua insentif dan fasilitas yang diberikan kepada proyek-proyek negara dan kebutuhan energinya dikenakan biaya lokal.
Kabinet menginstruksikan Departemen Perhubungan untuk menyediakan peta-peta rinci rute KA Haramain dan daerah-daerah dengan segera kepada Kementerian Kotapraja dan Urusan Pedesaan dan Kementerian Perminyakan dan Sumber Daya Mineral.
Kedua menteri kemudian akan segera mempelajari dan menginformasikan peta Departemen Perhubungan, jika mereka memiliki umpan balik, kata juru bicara kabinet tersebut. Pemerintah sebelumnya mennadatangani kontrak sebesar SR6.7 miliar dengan Konsorsium Al-Rajhi yang dipimpin perusahaan Cina untuk melaksanakan pekerjaan tersebut. Konsuktan Dar Al-Handasa menerima SR360 juta kontrak untuk mengawasi proyek, sementara Scott Wilson memenangkan SR89.8 juta kontrak untuk manajemen kereta api.
Presiden Organisasi Kereta Api Saudi Abdul Aziz Al-Hoqail mengatakan, perusahaan akan menerima penawaran untuk proyek tahap kedua pada akhir bulan ini. Tahap kedua mencakup pembangunan jalur kereta api, sinyal dan sistem komunikasi, impor gerbong dan peralatan dan operasi dan pemeliharaan.
Menyikapi pertemuan kabinet, Raja Abdullah mendesak para menteri untuk menyelesaikan semua proyek yang telah dialokasikan pada anggaran, tanpa penundaan. Demikian seperti diberitakan harian Arab News edisi Selasa, 2 Februari hari ini. (Musthafa Helmy)
Sang Pencetus Larangan Masjid Di Swiss Itu Kini Masuk Islam
Senin, 01/02/2010 13:37 WIB
Daniel Streich, politikus Swiss, yang tenar karena kampanye menentang pendirian masjid di negaranya, tanpa diduga-duga, memeluk Islam.
Streich merupakan seorang politikus terkenal, dan ia adalah orang pertama yang meluncurkan perihal larangan kubah masjid, dan bahkan mempunyai ide untuk menutup masjid-masjid di Swiss. Ia berasal dari Partai Rakyat Swiss (SVP). Deklarasi konversi Streich ke Islam membuat heboh Swiss.
Streich mempropagandakan anti-gerakan Islam begitu meluas ke senatero negeri. Ia menaburkan benih-benih kemarahan dan cemoohan bagi umat Islam di Negara itu, dan membuka jalan bagi opini publik terhadap mimbar dan kubah masjid.
Tapi sekarang Streich telah menjadi seorang pemeluk Islam. Tanpa diduganya sama sekali, pemikiran anti-Islam yang akhirnya membawanya begitu dekat dengan agama ini. Streich bahkan sekarang mempunyai keinginan untuk membangun masjid yang paling indah di Eropa di Swiss.
Yang paling menarik dalam hal ini adalah bahwa pada saat ini ada empat masjid di Swiss dan Streich ingin membuat masjid yang kelima. Ia mengakui ingin mencari “pengampunan dosanya” yang telah meracuni Islam. Sekarang adalah fakta bahwa larangan kubah masjid telah memperoleh status hukum.
Abdul Majid Aldai, presiden OPI, sebuah LSM, bekerja untuk kesejahteraan Muslim, mengatakan bahwa orang Eropa sebenarnya memiliki keinginan yang besar untuk mengetahui tentang Islam. Beberapa dari mereka ingin tahu tentang hubungan antara Islam dan terorisme; sama halnya dengan Streich. Ceritanya, ternyata selama konfrontasi, Streich mempelajari Alquran dan mulai memahami Islam.
Streich adalah seorang anggota penting Partai Rakyat Swiss (SVP). Ia mempunyai posisi penting dan pengaruhnya menentukan kebijakan partai. Selain petisinya tentang kubah masjid itu, ia juga pernah memenangkan militer di Swiss Army karena popularitasnya.
Lahir di sebuah keluarga Kristen, Streich melakukan studi komprehensif Islam semata-mata untuk memfitnah Islam, tapi ajaran Islam memiliki dampak yang mendalam pada dirinya. Akhirnya ia malah antipati terhadap pemikirannya sendiri dan dari kegiatan politiknya, dan dia memeluk Islam. Streich sendiri kemdian disebut oleh SVO sebagai setan.
Dulu, ia mengatakan bahwa ia sering meluangkan waktu membaca Alkitab dan sering pergi ke gereja, tapi sekarang ia membaca Alquran dan melakukan salat lima waktu setiap hari. Dia membatalkan keanggotaannya di partai dan membuat pernyataan publik tentang ia masuk Islam. Streich mengatakan bahwa ia telah menemukan kebenaran hidup dalam Islam, yang tidak dapat ia temukan dalam agama sebelumnya. (sa/iol)
Mantan Diplomat Jerman: Ada Tiga Hal yang Membuat Saya Masuk Islam
Senin, 25/01/2010 15:02 WIB
Di kalangan cendikiawan Muslim nama Dr Murad Hoffmann bukan nama yang asing lagi. Mantan dubes Jerman yang pernah bertugas di Al-Jazair dan Maroko ini bukan hanya terkenal karena ia adalah seorang mualaf tapi juga karena buah pikirannya tentang Islam yang dituangkan dalam buku-buku yang sudah banyak diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Diantara buku-bukunya yang terkenal adalah "Diary of A German Muslim" dan "Journey to Islam" yang menceritakan bagaimana Hoffmann yang berasal dari keluarga Katolik memutuskan untuk menjadi seorang Muslim.
Meski demikian tak banyak yang mengetahui apa sebenarnya pengalaman batin yang dialaminya, yang mendasari keputusan besarnya untuk pindah agama dari seorang Katolik menjadi seorang Muslim. Menurut Doktor Murad, ada tiga hal yang menjadi faktor penentu atas keputusannya menjadi seorang Muslim.
Pertama, ketika ia menjadi dubes di Al-Jazair pada tahun 1962. Saat itu Al-Jazair sedang memperjuangkan kemerdekaannya dari Prancis. Prancis membuat kesepakatan dengan kelompok pejuang, jika mereka bersedia melakukan gencatan senjata maka Prancis akan menyerahkan kedaulatan Al-Jazair ke tangan mereka. Tapi orang-orang Prancis yang tinggal di Al-Jazair selalu melakukan provokasi agar para pejuang melakukan perlawanan sehingga Prancis bisa mencari alasan untuk menyalahkan kelompok pejuang kemerdekaan Al-Jazair.
Keteguhan para pejuang untuk tidak terpancing oleh provokasi membuat Doktor Murad kagum. "Saya sangat kagum dengan tingkat kedisiplinan mereka, yang membuat saya tertarik membaca Al-Quran untuk mencari tahu apa yang telah memberikan kekuatan yang begitu besar pada pejuang-pejuang Al-Jazair itu," ujar Murad.
"Saya berpikir, saya sudah pindah agama meski belum secara resmi. Dan saat itulah saya berpikir untuk meninggalkan semua ideologi Kristen," sambungnya.
Faktor yang kedua adalah seni Islami. Murad mengungkapkan, selain diplomat ia juga seorang kritikus tari ballet dan untuk itu ia sering berpergian, hampir 50 kali dalam satu tahun terutama ke AS untuk menyaksikan pertunjukan ballet dan mengkritisi pertunjukan-pertunjukan itu. "Sebagai seorang kritikus, saya harus punya standar-standar tertentu. Tapi semua standar itu tak berarti sama sekali buat saya ketika saya melihat produk seni Islam. Saya pertamakali menyaksikan hasil karaya seni Islam di kota-kota Spanyol seperti Granada, Cordoba, Seville dan Andalusia," papar Murad.
"Karya seni Islam menyentuh saya dengan cara yang tidak pernah saya rasakan terjadap karya seni lainnya," sambung Murad.
Dan hal ketiga yang menjadi faktor penentu keputusannya memeluk Islam adalah setelah ia mengetahui bahwa semua filsuf-filsuf terbesar dan termashyur di dunia, semuanya adalah Muslim. "Ibnu Sina, Ibnu Khaldun, Al-Ghazali dan Ibnu Rush adalah beberapa diantaranya. Saya merasa kesal dengan diri saya sendiri, mengapa saya tidak mengetahui hal itu sebelumnya," tutur Murad.
Beberapa filsuf terkenal, sambung Murad, pemikiran-pemikirannya sangat dipengaruhi oleh pemikiran Ibnu Khaldun yang menjadi pelopor ilmu sosiologi dan sejarawan pertama. "Satu orang penua dua bidang ilmu pengetahuan. Tetapi sosok Ibnu Khaldun tidak dikenal oleh masyakarat di Eropa sampai abad ke-20 meskipun sejumlah ilmuwan Eropa sudah mengenal sosok cendikiawan Muslim itu sejak abad ke-19," tukasnya.
Pada tahun 1980, Departemen Luar Negeri Jerman memberikan "pembekalan" berupa pengetahuan tentang Islam pada calon-calon dubesnya yang akan ditugaskan ke negara-negara Muslim. Kebetulan momen itu bertepatan dengan hari ulang tahun putera Murad. "Saya pun bilang pada anak saya bahwa saya akan memberikan sesuatu namun bukan yang berhubungan dengan uang tapi berhubungan nilai-nilai yang luhur," ungkap Murad.
"Saya pun mulai menulis semua hal yang menurut saya penting tentang apa yang saya temukan dalam Islam. Semuanya tertulis dalam 14 halaman," sambungnya. Murad lalu menunjukkan tulisannya pada Imam Muslim asal Dusseldorf yang memberikan pelatihan pada para diplomat Jerman itu. Keesokan harinya, imam tadi bertanya apakah Murad meyakini apa yang telah ditulisnya dan Murad menjawab "ya". "Jika kamu yakin, maka kamu adalah seorang Muslim," kata Murad menirukan ucapan imam Muslim yang membaca tulisannya.
Murad kemudian mempublikasikan tulisannya itu dan disebarluaskan di pelosok Jerman. Ia secara resmi mengucapkan dua kalimat syahadat di Islamic Center Colonia pada bulan September 1980. Ia memberitahukan pada kementerian luar negeri Jerman tentang keislamannya dan menolak ditugaskan ke Israel atau Vatikan.
Sejak itu Murad rajin menulis buku-buku Islami. Buku pertamanya, "Diary of a German Muslim'" sudah dialihbahasakan ke berbagai bahasa di seluruh dunia. Sepanjang hidupnya sebagai Muslim, Murad yang beristerikan seorang Muslimah asal Turki sudah dua kali menunaikan ibadah haji dan lima kali berumrah.
Sekarang, Murad sudah berusia 78 tahun dan faktor usia membuatnya membatasi sejumlah aktivitas dan perjalanan ke luar negeri. Sedikitnya ada 13 buku yang ditulis Murad dan 250 artikel tinjauan buku yang ditulisnya untuk berbagai organisasi antara lain untuk lembaga studi Islam di Islamabad, American Journal of Islamic Social Science Studies di Virginia dan Muslim World Book Review di Inggris. (ln/readislam)
Mengapa Agama Islam Diajarkan di Sekolah-Sekolah Jerman?
Kamis, 21/01/2010 18:25 WIB
Negara Jerman memasukkan pelajaran agama sebagai bagian dari kurikulum pengajaran di sekolah-sekolah setelah era kekuasaan Nazi di negara itu berakhir. Tujuan pendidikan agama di Jerman, memberikan dasar-dasar etika dan identitas sebagai orang Jerman. Selama puluhan tahun, pendidikan agama yang diberikan sekolah-sekolah di Jerman cuma pendidikan agama Kristen Protestan dan Katolik. Pelajaran agama Yahudi baru diberlakukan pada tahun 2003 dan tidak pernah terpikir untuk memasukkan agama Islam sebagai salah satu mata pelajaran agama di sekolah-sekolah, padahal di negara itu terdapat komunitas Muslim yang semakin hari populasinya semakin bertambah.
Komunitas Muslim di Jerman kebanyakan berasal dari Turki. Pemerintah Jerman menganggap mereka sebagai "pekerja pendatang" dan tidak pernah mendapatkan perhatian dari pemerintah seperti layaknya warga negara Jerman. Tapi belakangan ini Jerman mulai bersedia menerima para imigran Muslim sebagai bagian dari identitas negara itu. Menteri Dalam Negeri Jerman Wolfgang Schauble bahkan mengatakan, kebutuhan pengajaran agama Islam yang didanai oleh negara bagi 900.000 siswa Muslim di Jerman sudah sangat mendesak.
Menurut studi yang dilakukan kementerian dalam negeri Jerman belum lama ini, 80 persen dari komunitas Muslim di Jerman menyatakan bahwa mereka hanya menginginkan sekolah-sekolah di Jerman juga mengajarkan agama Islam. Pengajaran agama Islam di sekolah-sekolah juga mendapatkan dukungan dari sejumlah pengamat yang menilai pengajaran agama bisa membantu upaya integrasi komunitas Muslim.
"Kelas-kelas Muslim di sekolah-sekolah publik merupakan ujicoba bagi upaya integrasi. Komunitas Muslim akan merasakan bahwa mereka juga mendapatkan apa yang didapat oleh penganut agama lain dan perasaan itu akan menimbulkan dampak positif buat mereka," kata Michael Kiefer, penulis buku sejarah tentang pengajaran Islam di sekolah-sekolah Jerman.
Ia menambahkan, "lebih baik pengajaran agama Islam berada dibawah supervisi negara daripada membiarkan munculnya lembaga-lembaga pendidikan Al-Quran yang berada di bawah pengelolaan lembaga-lembaga islamis."
Muslim Jerman masih menghadapi kendala dalam memperjuangkan agar agama Islam juga diajarkan di sekolah-sekolah. Salah satu kendalanya adalah beragamnya aliran yang dianut oleh komunitas Muslim di Jerman. Ada yang Sunni, Syiah, Ahmadiyah dan aliran Islam lainnya.
"Tidak ada satu Islam dan merefleksikan beragam manifestasi dari beragamnya penganut aliran dalam Islam di sebuah kelas pelajaran Islam, bukan perkara yang gampang," tukas Jamal Malik, kepala jurusan studi Islam di Universitas Erfurt.
Selain North Rhine Westphalia tidak ada negara bagian lainnya di Jerman yang mengajarkan agama Islam di sekolah-sekolah. Itupun karena North Rhine Westphalia merupakan basis komunitas Muslim di Jerman. Sepertiga dari populasi Muslim Jerman tinggal di negara bagian ini. Di North Rhine Westphalia terdapat terdapat 150 sekolah umum yang memberikan pengajaran Islam bagi 13.000 siswa sekolah dasar sampai siswa kelas menengah pertama. Selain itu, sekitar 200 sekolah menawarkan kursus pelajaran agama Islam yang dibiayai oleh negara bagian dan organisasi muslim setempat.
Konferensi Islam di Jerman, sebuah lembaga yang dibentuk pemerintah Jerman pada tahun 2006 akhirnya berhasil bernegosiasi dengan pemerintah Jerman agar sekolah-sekolah di seluruh Jerman juga mengajarkan mata pelajaran agama Islam. Wolfgang Schaeuble, mendagri Jerman sudah menyetujui keinginan lembaga Konferensi Islam Jerman.
Perkembangan ini tentu saja membahagiakan kaum Muslimin di Jerman salah satunya Lamya Kaddor, seorang muslim keturunan Suriah yang mengajarkan mata pelajaran studi Islam di sekolah Gluecklauf. "Siswa harus memahami siapa diri mereka sehingga mereka bisa memahami agama orang lain," kata Kaddor yang siswanya kebanyakan dari keluarga Muslim Turki.
Menurutnya, siswanya yang muslim sering melontarkan pertanyaan seperti "Apakah boleh punya pacar?", "Apakah boleh menggunakan pewarna kuku?", "Apakah saya akan masuk neraka jika jadi homoseks?". Bisa dibayangkan jika siswa muslim tidak mendapatkan jawaban dari perspektif Islam karena tidak adanya mata pelajaran agama Islam di sekolah.
"Saya mengajarkan siswa untuk mempelajari agamanya dengan cara yang independen. Sangat penting bagi para siswa di Jerman untuk mendapatkan pelajaran agama Islam di sekolah-sekolah," tandas Kaddor. Sayangnya, jumlah guru agama Islam masih sangat minim, hanya sekitar 250 orang yang tersebar di seluruh Jerman. (ln/CSM)
Haji Lebih Nyaman Dibahas
Kamis, 28 Januari 2010 11:34
Jakarta (MCH). Gubernur Mekah Pangeran Khaled Al-Faisal membuka seminar ke-10 yang membahas dan mencari ide-ide baru untuk membuat pelaksanaan haji dan umrah lebih nyaman dan aman. Seminar diselenggarakan di Aula Raja Abdul Aziz di Mekah pada Sabtu lalu.
"Seminar ini mencari metodologi yang ideal yang membangun tempat-tempat suci dan terus menerus meningkatkan pelayanan kepada jamaah haji haji dan umrah ke depan,” kata Pangeran Khaled dalam sambutannya. Ia menggambarkan tanggung jawab yang besar Khadimul Haramain Raja Abdullah untuk memberi pelayanan kepada jamaah haji.
Menurut Khaled, salah satu perhatian kerajaan terhadap perhajian adalah membentuk Institut Perhajian yang telah berdiri tiga dekade lalu. “ Ini adalah satu-satunya lembaga di dunia yang mengkhususkan diri pada studi perhajian, " katanya, seperti dikutip harian Arab News edisi Ahad, 24 Januari lalu.
Empat puluh akademisi dan peneliti dari beberapa universitas di Arab Saudi dan kementerian terkait akan membahas 25 kertas kerja. Rektor Universitas Umm Al-Qura Waleed Abul Faraj dalam sambutannya menyatakan bahwa universitas dan institut yang dipimpinnnya akan bekerja berdampingan untuk membuat Mekah kota yang paling indah di dunia.
Seminar dijadwalkan untuk membahas sejumlah topik penting dalam enam sesi. Empat makalah dibaca dalam sesi pertama yang dikhususkan membahas penerapan teknologi maju dan pengalaman internasional dalam mengelola haji. Mereka juga akan membahas cara untuk memecahkan masalah akomodasi di Mina dengan memanfaatkan semua lahan yang tersedia. Makalah lain akan membahas beberapa fatwa selama haji dan umrah. (Musthafa Helmy)
Dana Haji Goyang DPRD Pandeglang
Kamis, 28 Januari 2010 11:18
Jakarta (MCH). Mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pandeglang, Wadudi Nurhasan menyatakan siap sumpah pocong untuk menguji kebenaran keterangannya bahwa seluruh anggota DPRD Pandeglang periode 2004-2009 menerima uang bantuan naik haji dengan total Rp1,2 miliar dari dana pinjaman Pemkab ke Bank Jabar.
"Apa yang saya sampaikan itu benar, dan untuk menguji kebenaran itu saya siap menjalani sumpah pocong," kata Wadudi yang kini sedang menjalani hukuman di Rutan Pandeglang terkait kasus kredit usaha tani (KUT) ketika dikonfirmasi, Selasa.
Ketika memberikan keterangan di PN Pandeglang dalam sidang lanjutan kasus penyuapan dengan terdakwa mantan Bupati Pandeglang, Dimyati Natakusumah, Wadudi mengaku telah membagi-bagikan uang kepada seluruh anggota DPRD periode 2004-2009. Uang tersebut berasal dari pinjaman Pemkab Pandeglang dari Bank Jabar. Pemkab Pandeglang pada 2006, saat jabatan bupati dipegang Dimyati Natakusumah mengajukan pinjaman senilai Rp200 miliar kepada Bank Jabar untuk biaya pembangunan di daerah itu.
Sementara mantan Ketua DPRD periode 2004-2009, Aris Turisnadi menilai, langkah mantan anggota DPRD Pandeglang yang melaporkan Wadudi ke Polres dengan tuduhan pencemaran nama baik, sebagai tindakan pengecut. "Keterangan Wadudi bahwa seluruh anggota DPRD periode 2004-2009 menerima uang kotum haji itu sudah mendasar dan benar adanya," kata Aris.
Selain itu, lanjut Arus, laporan tersebut sangat tidak mendasar karena Wadudi menyampaikan keterangan tersebut dalam persidangan yang dilindungi oleh undang-undang.
Mantan anggota DPRD Kabupaten Pandeglang periode 2004-2009, Senin (25/1), melaporkan mantan Wakil Ketua DPRD periode yang sama, Wadudi Nurhasan ke Polres setempat dengan tuduhan telah melakukan pencemaran nama baik.
Mantan anggota dewan itu merasa dicemarkan dengan keterangan Wadudi yang kini masih menjalani hukuman itu, saat memberikan kesaksian pada persidangan mantan Bupati Pandeglang, Dimyati Natakusumah, yang menyebutkan seluruh anggota anggota dewan periode itu menerima uang kotum haji pada pinjaman Pemkab ke Bank Jabar senilai Rp1,2 miliar.
Laporan itu langsung disampaikan oleh mantan anggota DPRD tersebut ke Polres Pandeglang. Mereka yang datang melapor yakni dari Partai Golkar TB Udin Mulyadi, Syah Suryadi, H. Syarmala, H Acang.
Kemudian dari Partai Persatuan Pembangunan, H Lili Zaenal, TB Wopul Nasir, dan Mulyadi, dari PDI Perjuangan, Maman Abayan, Heri Suhaeri dan Johan, dari Partai Bintang Reformasi, Wahyudin Zen Juaeri, Mulyana, Wawan Sugawan serta dari Partai Kebangkitan Bangsa, KH Jamzam Yusup.
Usai menyampaikan laporan, TB Udin Mulyadi berserta mantan anggota dewan lainnya, mengatakan, upaya hukum yang dilakukan terhadap Wadudi mantan wakil ketua dewan ini, terkait keterangan Wadudi pada saat bersaksi di persidangan kasus suap Rp 200 miliar dengan terdakwa Dimyati di PN Pandeglang pada Kamis (21/1).
Menurut Tb Udin, keterangan Wadudi yang menyebutkan seluruh anggota dewan menerima uang dari dirinya di sebuah hotel di Karawaci, Tangerang, merupakan keterangan yang sangat tidak benar atau itu kebohongan. "Saya dan seluruh rekan anggota dewan, tidak pernah merasa menerima uang dari Wadudi," tegas Udin yang dibenarkan seluruh mantan anggota DPRD yang hadir.
Syahrulloh, penasihat hukum para pelapor yang mendampingi penyampaikan laporan itu menjelaskan, keterangan Wadudi dalam kesaksiannya di PN, jelas sangat merugikan klienya, karena tanpa bukti dan fakta menyatakan jika kliennya menerima uang Rp 1,2 dari dirinya (Wadudi). "Pernyataan Wadudi itu merupakan perbuatan pencemaran nama baik sebagaimana diatur dalam Pasal 310 ayat (1) KUHP," katanya, seperti dikutip Antara Rabo, 27 Januari kemarin. (*)
Dana Haji Masuk Sukuk
Selasa, 26 Januari 2010 13:22
Jakarta (MCH). Menteri Agama Suryadharma Ali berencana memindahkan tabungan haji ke Surat Berharga Sukuk Negara (SBSN) pada Juni tahun ini. "Tabungan Haji hanya akan dijamin sebanyak 2 milyar apabila tidak dipindahkan ke sukuk," katanya usai rapat gabungan antarkomisi Dewan Perwakilan Rakyat di Jakarta, Senin, 25 Januari kemarin.
Menurut Suryadharma, sebelumnya Tabungan Haji telah di pindahkan menjadi sukuk (surat utang berbasis syariah) pada April 2007 dengan alasan sebagai sumber pendanaan untuk menutupi biaya operasional haji selain dari ongkos jemaah calon haji. Pemindahan tersebut sempat diprotes beberapa kalangan karena dianggap sebagai salah satu cara Departemen Agama mengambil keuntungan.
Menurut Menteri Suryadharma, dengan kuota haji Indonesia sebesar 205 ribu orang, jika ongkos haji 2008 naik sebesar Rp 5 juta, paling tidak satu orang harus membayar kurang lebih sekitar Rp 30 juta per orang. Sehingga untuk pembayaran peserta haji saja setidaknya terdapat dana Rp 5,5 triliun per tahun. Dengan besaran imbal hasil 2010 sebesar 8,7 persen, maka besarnya pengembalian dana tiap bulan cukup untuk menutupi defisit negara. (*)
Daftar Haji Sudah Bisa Online
Selasa, 26 Januari 2010 13:14
Jakarta (MCH). Sistem pendaftaran haji model baru diterapkan Kantor Departemen Agama Makassar, tahun ini. Bagi masyarakat muslim yang ingin menunaikan ibadah haji, tidak perlu lagi bersusah payah saat mendaftar karena sistemnya dilakukan secara online.
Kepala Kantor Depag Makassar, Abdul Wahid, menjelaskan, jika selama ini masyarakat kesulitan saat mendaftar secara manual karena harus bolak-balik kantor depag dan bank, tahun ini tidak akan dijumpai lagi. Lewat sistem online, pendaftar haji cukup menempelkan tangannya pada alat khusus plus diambil gambarnya, otomatis sudah terdaftar.
"Lalu biaya naik haji sebesar Rp 20 juta itu sisa diserahkan saja ke bank dan tidak ada lagi input data baru. Sebab, sudah terdaftar lewat online di kantor depag. Sistem ini bertujuan untuk memudahkan para pendaftar haji," terang Wahid, Senin, 25 Januari.
Peluncuran dan peresmian operasional pendaftaran haji dengan sistem komputerisasi haji terpadu dilaksanakan Senin kemarin di kantor Depag Makassar. Sistem ini bertujuan mengedepankan pelayanan kepada masyarakat secara cepat, tepat, dan akurat.
"Bukan cuma di Depag Makassar saja, tapi sistem ini berlaku di 23 kabupaten dan kota di Sulsel. Perangkatnya merupakan bantuan dari Kementerian Agama bekerja sama perbankan," kata Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji Kanwil Depag Sulsel, Muhammad Abduh Halid, seperti dikutip Fajar Makassar edisi Selasa, 26 januari hari ini. (*)
Komisi III DPDRI Soroti Haji di Batam
Selasa, 26 Januari 2010 13:11
Jakarta (MCH). Sebanyak 12 anggota Komisie III DPD RI melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Batam selama tiga hari (25-28/1). Selain menyoroti pelayanan musim haji di Embarkasi Batam, anggota Komite III DPD RI ini juga mengagendakan kunjungan ke berbagai tempat yang rawan terkena masalah sosial.
Emma Maimunah, salah seorang anggota DPD RI dari Dapil Provinsi Sumatera Barat mengatakan, layanan musim haji tahun ini memang masih memiliki kendala dalam bidang transportasi, catering dan pemondokan. Namun, untuk memperbaikinya, ke depan akan dilakukan evaluasi dan revisi terhadap pelayanan haji dengan tujuan pelayanan bisa ditingkatkan.
"Masalah ini setiap tahun selalu menjadi sorotan kita bersama. Rata-rata di setiap daerah, termasuk Embarkasi Batam memang mengeluhkan tiga layanan yang sangat krusial itu, yakni pemondokan, catering dan transportasi," katanya di Hotel PIH, Batam Centre, Senin, 25 Januari kemarin.
Dijelaskannya, dari segi pemondokan, jemaah haji Indonesia selalu mendapat tempat yang cukup jauh, yaitu di ring 2 dan seterusnya. Jika dibandingkan dengan pemondokan jemaah haji Malaysia, Indonesia kurang beruntung karena jauh. Begitu juga dengan masalah bus penjemput dan catering.
Ketua Komisi III DPD RI, Sulistiyo mengemukakan, layanan musim haji yang berkaitan dengan tiga masalah ini selalu dilakukan evaluasi dengan melakukan kunjungan kerja ke embarkasi di daerah. "Sekarang kita juga sedang mengupayakan pemondokan permanen bagi jemaah haji Indonesia. Untuk ini, diperlukan dukungan pemerintah pusat," katanya.
Menurut Sulistiyo, keluhan dari jemaah haji asal Kepri terhadap masalah transportasi, pemondokan yang terlalu jauh dan catering sistem prasmanan yang berubah menjadi sistem nasi kotak juga akan disampaikan melalui Raker DPD RI dengan Menteri Agama mendatang. DPD juga mengusulkan layanan penerbangan ke Arab Saudi dengan memakai maskapai penerbangan dalam negeri yang lebih banyak lagi.
Kakanwil Depag Kepri, Razali Jaya mengatakan, cukup banyak perbaikan layanan musim haji yang sudah dicapai Embarkasi Batam. Keberhasilan itu meliputi perbaikan layanan dalam bidang tranportasi di daerah, layanan kesehatan, pemondokan sementara dan layanan transportasi ke Arab Saudi.
"Tanpa dipungkiri, kekurangan dalam melayani musim haji juga ada akibat keterbatasan dana dan molornya jadwal kedatangan jemaah haji dari daerah, maupun dari Tanah Suci Mekah. Terkadang, delay pesawat dari Arab Saudi mencapai 30 jam, sehingga ketika sampai di Asrama Haji Batam , jemaah tidak bisa terlayani dengan baik," paparnya.
Hardi S Hood, anggota DPD RI Dapil Kepri yang menjadi moderator saat pembahasan di Hotel PIH mengungkapkan, kunjungan kerja Komite III ini sangat penting untuk menyerap aspirasi layanan musim haji di Batam. Layanan musim haji di Batam perlu diperbaiki terus, agar kenyamanan jemaah haji semakin baik.
"Kunjungan kerja selama tiga hari juga kita manfaatkan untuk mengunjungi tempat-tempat penampungan TKI, trafiking dan sebagainya," ujarnya, seperti dikutip Sijori Mandiri edisi Selasa, 26 Januari hari ini.(*)
Filipina Liburkan Lebaran Haji
Senin, 25 Januari 2010 18:48
Jakarta (MCH). Presiden Gloria Macapagal-Arroyo telah menandatangani undang-undang yang menyatakan bahwa Idul Adha sebagai hari raya nasional dan dijadikan hari libur nasional. Demikian seperti diberitakan Inquirer.net edisi Senin, 25 Januari hari ini.
Libur lebaran haji di Filipina merupakan UU ke 9.849 yang ditandatangani 11 Desember tahun lalu. Dalam UU itu disebutkan, hari ke-10 Zulhijjah, bulan ke-12 kalender Islam, dinyatakan sebagai hari libur nasional untuk peringatan Idul Adha.
Idul Adha adalah hari ke-10 dalam bulan haji di mana umat Islam melaksanakan haji untuk mengikuti jejak Nabi Ibrahim AS. Idul Adha juga dikenal sebagai Hari Raya Kurban.
UU ini merupakan konsolidasi Bill 3.283 Senat dan Bill No 6400 DPR kedua yang disahkan pada Oktober tahun lalu.
Tahun lalu, Presiden mengeluarkan sebuah pengumuman yang menyatakan dua hari perayaan Idul Adha sebagai hari libur hanya di Daerah Otonomi di Muslim Mindanao, dan bukan di seluruh negeri.
Filipina sebelumnya sudah menetapkan Idul Fitri sebagai libur Nansional. Hari libur reguler lainnya adalah Hari Tahun Baru, Kamis Putih, Jumat Agung, Idul Fitri, Bataan dan Hari Corregidor, Hari Buruh, Hari Kemerdekaan, Hari Pahlawan Nasional, Hari Bonifacio, Hari Natal dan Hari Jose Rizal.
Libur khusus adalah hari Ninoy Aquino Hari, hari orang suci, dan hari terakhir Desember. (MH)
Dunia Islam: Kawin Massal di Bangladesh
Senin, 25 Januari 2010 18:21
Jakarta (MCH). Perkawinan massal yang melibatkan 108 pasangan diselenggarakan di Tongi, sekitar 25 kilometer arah utara Dhaka, Bangladesh. Perkawinan massal tersebut dilaksanakan bersamaan dengan Bishwa ijtima', perkumpulan tahunan Jemaah tabligh seluruh dunia. Yang unik, dalam nikah masal itu diubah kebiasaan masyarakat Bangladesh yang maskawin ditentukan pihak istri (mahar mitsil).
Menurut pimpinan Jemaah Tabligh, penyelenggara nikah massal tersebut, semua pasangan baru berasal dari keluarga sangat miskin yang tak mampu membayar mahar dari berbagai bagian negara. Pernikahan itu diadakan di hadapan wali mereka. Pernikahan massal serupa juga diatur tahun lalu di tempat yang sama.
Menuntut mas kawin dari keluarga pengantin perempuan masih sangat umum di Bangladesh. Sebuah kampanye melawan sistem mas kawin itu dilakukan karena naiknya angka pembunuhan di negara muslim terbesar ketiga itu.
Banyak anak muda tidak menuntut mas kawin sebelum menikah, tetapi mereka melakukannya setelah menikah yang akibatnya terjadi penyiksaan istri karena suami gagal membayar mahal yang dikehendaki. Dalam banyak kasus, bahkan pengantin perempuan dibunuh oleh suami mereka.
Menurut Kementerian statistik, sedikitnya 250 ibu rumah tangga mati setiap tahunnya, kebanyakan dari penyebab kematian adalah terkait mahar. Demikian seperti diberitakan People's Daily edisi Senin, 25 Januari hari ini. (Musthafa Helmy)
Terbesar Setelah Haji
Senin, 25 Januari 2010 18:06
Jakarta (MCH). Setidaknya empat juta muslim menghadiri acara yang disebut Bishwa Ijtima' di Bangladesh pada hari Ahad, 24 januari kemarin. "Ini adalah klimaks dari acara Islam tahunan terbesar setelah haji," kata seorang anggota polisi Bangladesh yang dikutip Hindustan Times edisi Senin, 25 Januari hari ini.
Tiga hari Bishwa Ijtema, atau Kongres Muslim Dunia, berakhir dengan upacara doa yang dipimpin seorang ulama asal India. Jutaan orang memadati jalanan kita. Bishwah pertama kali diselenggarakan tahun 1960 di tepi sungai Turag yang menjadi pusat Jamaat Tablig, sebuah kelompok non-politik yang bercita-cita mendorong orang untuk mengikuti Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Hasan Ma'mun, inspektur polisi Dhakka, sedikitnya empat juta orang, termasuk Perdana Menteri Sheikh Hasina, menghadiri acara itu. "Tahun ini jumlah yang datang lebih banyak karena cuaca yang lebih baik," kata Hasan, seraya menambahkan bahwa aparat keamanan sebanyak 10.000 berjaga-jaga.
Polisi mengatakan ada sekitar 25.000 jemaah asing dari sekitar 110 negara menghadiri acara itu. Namun, diakui, mayoritas yang datang adalah warga miskin dari pedesaan Bangladesh. Mereka menyamakan peristiwa ini dengan haji ke Mekkah.
Dhaka seperti kosong pada hari Ahad kemarin karena sebagian besar penduduknya meninggalkan pekerjaan mereka menuju kota kecil berjarak 40 kilometer arah utara untuk acara itu. Pemerintah menyiapkan kereta api dan feri untuk itu. Puluhan jembatan darurat dan tangki air didirikan serentak.
Bangladesh adalah dunia ketiga-mayoritas Muslim terbesar bangsa, dengan umat Islam hampir 90 persen dari 144 juta penduduk. (Musthafa Helmy)
Organisasi Bantuan Muslim Mulai Bergerak Bantu Haiti
Organisasi-organisasi bantuan Islam menggalang bantuan untuk korban gempa di Haiti. Sedikitnya tiga juta penduduk Haiti terkena dampak gempa berkekuatan 7 skala Richter yang mengguncang negeri itu hari Selasa kemarin. Sementara jumlah korban tewas dipekirakan mencapai lebih dari 100.000 orang.
Organisasi Muslim Aid di situsnya menyatakan akan memberikan bantuan darurat sebesar 250.000 poundsterling untuk menolong korban gempa di Haiti. "Gempa itu sangat merusak dan tak tertahankan bagi negara yang sudah begitu banyak mengalami penderitaan," kata CEO Muslim Aid, Hamid Azad.
"Kami menyampaikan rasa simpati yang mendalam pada rakyat Haiti dan mendesak para donor kami untuk memberikan donasinya guna membantu para korban," sambung Azad.
Islamic Relief di AS juga menggalang bantuan sebesar 1 juta dollar untuk meringankan penderitaan para korban. Organisasi ini menggandeng sejumlah rekanan untuk mengirim bantuan itu ke Haiti. "Para korban gempa sangat membutuhkan makanan, air bersih, tempat berteduh dan obat-obatan," demikian pernyataan Islamic Relief USA.
Bantuan untuk para korban gempa di Haiti terus mengalir dari berbagai negara dan institusi termasuk dari Komunitas Bulan Sabit Merah dan Federasi Palang Merah Internasional. Program Pangan Dunia PBB menyatakan akan segera mengirimkan 15.000 ton makanan ke Haiti dan Badan Kesehatan Dunia (WHO) sudah menerbangkan tim spesialisnya untuk menangani korban yang selamat dan tewas.
Memasuki hari keempat penanganan gempa di Haiti, warga dan tim penyelamat mulai menguburkan ribuan mayat korban. Namun distribusi bantuan bagi korban yang selamat, terutama di ibukota Port-au-Prince terhambat karena jalan-jalan terhalang oleh reruntuhan bangunan dan mobil-mobil yang malang melintang. Putusnya jalur komunikasi, rusaknya kantor-kantor bantuan dan ketiadaan staff karena mereka juga menjadi korban gempa, mempersulit distribusi bantuan.
Regu penyelamat dari berbagai negara, bersama warga lokal yang selamat, melakukan evakuasi para korban yang terjebak di bawah reruntuhan gedung hanya dengan peralatan seadanya. Korban yang berhasil diselamatkanpun sulit mendapatkan bantuan dengan cepat karena banyak rumah-rumah sakit yang tidak layak lagi digunakan dan minimnya obat-obatan. (ln/iol/aljz)
Walaupun Sengsara, Rakyat Gaza Tak Melupakan Haiti
Inilah salah satu hal yang banyak membuat dunia kagum kepada rakyat Gaza. Di tengah blokade dan gempuran Israel, mereka tidak melupakan tragedi Haiti.
Mereka menyumbangkan apa saja yang mereka punya untuk para korban gempa bumi di Haiti. Penderitaan rakyat Gaza dan Haiti jelas berbeda latar belakangnya, namun rakyat Gaza mengatakan mereka bersimpati dan merasakan hal yang sama.
Seperti diketahui, sampai saat ini Gaza masih di bawah kontrol Israel meliputi udara, laut, dan darat. Ada reruntuhan di Jalur Gaza yang mengingatkan pada adegan di Haiti. Ini bukan disebabkan oleh bencana alam, tetapi dengan bom dalam serangan mematikan Israel di Gaza setahun yang lalu.
Orang-orang yang keluarganya masih menjadi tahanan di Gaza juga berpartisipasi, dengan memberikan donasi seadanya, termasuk selimut, serta makanan dan susu untuk anak-anak.
Ketua Komite untuk Break Blockade, Al-Khudary Jamal mengatakan "Orang mungkin heran pada kemampuan kami mengumpulkan sumbangan dari rakyat kami di Gaza; kami beritahukan bahwa ini adalah kampanye kemanusiaan dan rakyat kami mencintai kehidupan yang tenang dan damai."
"Kami di sini sekarang mendukung korban Haiti. Kami sendiri merasa terkena gempa bumi, ketika Israel memerangi Gaza."
Gaza, menderita dan sengsara, tapi tidak pernah melupakan penderitaan orang lain. (sa/wb)
Iran Masih Larang Umrah Jemaahnya
Selasa, 19 Januari 2010 11:53
Jakarta (MCH). Iran mengumumkan tentang larangan sementara ibadah umrah ke Arab Saudi sambil menunggu selesai perundingan yang menjadi ganjelan dua negara kaya minyak itu. "Umrah tahun berikutnya telah diblokir untuk sementara," tulis Kantor Berita Fars edisi Ahad kemarin lalu, mengutip Qazi-Hojjatoleslam Ali Askar, pimpinan baru Urusan Haji Iran.
"Ada masalah-masalah tertentu," kata Qazi-Askar. " Kementerian Luar Negeri Iran dan Organisasi Haji dan Umrah sedang menindaklanjuti isu-isu politik," katanya.
Dia menambahkan bahwa Iran dan pihak berwenang di Arab Saudi telah mengadakan perundingan untuk menyelesaikan perbedaan mereka. "Arab Saudi tidak tertarik penghentian umrah," katanya, seperti dikutip Press TV, Iran, edisi Senin kemarin.
Sementara itu, Kepala Organisasi Haji dan Umroh Ali Layali kepada Kantor Berita Mahasiswa Iran menyatakan bahwa jemaah Iran mengalami penganiayaan oleh aparat kepolisian Saudi yang telah mendorong Teheran untuk berunding dengan Riyadh, "untuk setuju pada kondisi tertentu."
Dia menambahkan bahwa delegasi Iran akan mengadakan pembicaraan dengan pejabat Saudi segera dan menyatakan harapan bahwa perundingan akan melahirkan hasil yang sesuai. "Jika kita mencapai kesepakatan dengan pihak Saudi, kami akan melanjutkan umrah dalam waktu singkat," katanya. (MH)
Paspor Haji 2010 Lebih Mudah
Selasa, 19 Januari 2010 11:10
Jakarta (MCH). Paspor haji sebagai salah satu persyaratan berangkat ke tanah suci direncanakan, untuk calon haji 2010 dapat dibuat di kantor departemen agama (Kandepag) masing-masing kabupaten/kota di seluruh Indonesia. ”Jika sebelumnya membuat paspor haji harus di kantor imigrasi, nah sekarang rencananya paspor haji bisa dibuat di kantor Depag,” kata sekretaris Jenderal (Sekjen) Departemen Agama (Depag), Dr H Bahrul Hayat di Tasikmalaya, Jabar, Sabtu lalu.
Menanggapi kebijakan tersebut, Kepala Kantor Depag Kota Yogyakarta, H Nurudin SH MA, mengatakan pihaknya belum bisa berkomentar banyak karena masih menunggu komando dari Kanwil Depag Provinsi DIY. ”Kami harus berkoordinasi dengan Kanwil terlebih dulu. Kami menunggu komando Kanwil dalam rapat koordinasi, baru bisa menentukan langkah untuk melaksanakan kebijakan itu. Saat ini petunjuk teknisnya belum ada,” katanya saat dihubungi KR tadi malam.
Nurudin mengakui, keharusan bagi calhaj untuk mengurus sendiri paspor hijau ke kantor imigrasi memang menyulitkan yang bersangkutan, meski biaya paspor ditanggung pemerintah pusat. ”Dengan kebijakan baru ini, calhaj Kota yang tahun ini diperkirakan sekitar 500 orang akan mendapat kemudahan, cukup mengurus di Kandepag Kota. Dari sisi administrasi pun diharapkan akan lebih tertata,” jelasnya.
Rencana tersebut memang adanya keluhan dari para calon jamaah haji (calhaj) yang membuat paspor hijau merasa kerepotan. Dijelaskannya, pembuatan paspor memang tidak diurusi pembuatannya oleh panitia pelaksana ibadah haji di kantor Depag yang tersebar di tingkat daerah kota dan kabupaten.
Dengan demikian para calhaj terpaksa mengurusi paspor haji masing-masing, dan banyak keluhan karena keberadaan kantor imigrasi yang mengurusi segala administrasi pemberangkatan ke luar negeri masih langka di setiap daerah di Indonesia. Ia mencontohkan, di wilayah Jawa Barat bagian Priangan timur, hanya satu kantor imigrasi yang berada di kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya.
Bahrul yang datang untuk meresmikan kantor baru Depag Kabupaten Tasikmalaya, mengatakan seluruh masyarakat atau jamaah haji 2009 yang tinggal di kabupaten Garut, Ciamis, kota Banjar dan wilayah terpencil lainnya terpaksa harus datang ke Ciawi. ”Saya kira dari daerah pedalaman seperti di Ciamis, Garut, jauh kalau datang ke Ciawi, makanya di 2010 harus dapat dibuat di kantor departemen agama masing-masing daerah,” katanya seperti dikutip Antara.
Departemen Agama akan melakukan kerja sama dengan pihak imigrasi masing-masing daerah dan menempatkan stafnya untuk pembuatan paspor haji diseluruh kantor Depag. ”Jadi nanti, pembutan paspor haji itu bisa dibuat di kantor Depag yang akan dimulai tahun 2010,” katanya. (*)
Jihadku di Depan Gedung Putih
Senin, 18/01/2010 13:17 WIB
Mohammad Ali Salih tinggal di Washington, AS sejak tahun 1980 dan bekerja sebagai wartawan koresponden untuk sejumlah surat kabar berbahasa Arab dan beberapa majalah yang terbit di Timur Tengah. Peristiwa serangan 11 September 2001 di AS membuatnya sedih, marah dan frustasi karena tidak mendapatkan ruang untuk menyuarakan opininya di media masa AS bahwa serangan 11 September itu hanya "kendaraan" buat George.W Bush-presiden AS ketika itu-untuk mengobarkan perang di negara-negara Muslim.
Untuk mengobati rasa marah dan kecewanya, Mohammad Ali Salih memutuskan untuk melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Putih. Tak seperti para aktivis lainnya yang juga menentang perang AS di negeri-negeri Muslim, mereka berunjuk rasa beramai-ramai, meneriakan slogan-slogan, berjalan kaki atau berorari, Ali berunjuk rasa sendirian saja.
"Beberapa hari menjelang berakhirnya pemerintahan Bush, saya memulai kampanye saya di depan Gedung Putih setiap akhir pekan. Saya cuma diam sambil membentangkan spanduk, yang satu bertuliskan 'Apa Itu Terorisme?' dan satunya lagi bertuliskan "Apa Itu Islam?'," tulis Alih Salih dalam tulisannya yang dimuat surat kabar The Washington Post edisi Sabtu (16/1).
Di bawah spanduk itu, terdapat tulisan dengan huruf-huruf berukuran kecil "Saya akan berada di sini sampai mati". Saat melakukan aksi protesnya, Ali mengenakan setelan jas rapi berwarna gelap, tidak mau terlibat dalam perdebatan dan hanya menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan orang dengan jawaban pendek-pendek saja dan suara yang pelan.
Ali meyakini apa yang dilakukannya itu adalah bagian dari pesan yang ingin disampaikannya. "Tujuan saya adalah mendapatkan perhatian dari media massa dan menggalang donasi secara online agar ketika saya memutuskan untuk berhenti bekerja, saya bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari," tulis Ali.
Ali tidak mau mengganggu rencana isterinya yang ingin menghabiskan masa pensiun mereka di Florida. Ali sudah memperhitungkan bahwa ia sudah akan pensiun dari pekerjaannya pada musim dingin, lalu membuka usaha sendiri dan merancang jadwal "jihad"nya di depan Gedung Putih.
"Saya akan bertambah tua dan mungkin tidak bisa berdiri lagi atu menggunakan kursi roda. Saya sudah membayangkan, saya akan meninggal di depan Gedung Putih sambil membawa spanduk saya ini," sambung Ali.
Tetapi Ali berubah pikiran ketika Barack Obama terpilih menjadi presiden AS. Ia terpesona dan yakin akan janji-janji Obama saat berkampanye, yang katanya akan mengakhiri kebijakan-kebijakan militeristik dan antagonis yang diterapkan Bush, mengubah tensi politik di Washington, memberikan harapan dan meringankan kesulitan rakyat AS yang saat itu sedang dilanda krisis ekonomi. Apalagi ketika Obama berkunjung ke Kairo dan menjanjikan hubungan yang damai dengan dunia Islam serta menyerukan Israel agar menghentikan kebijakan ekspansinya.
"Obama ketika itu, konon menginstruksikan para pejabat pemerintahannya untuk tidak lagi menggunakan istilah 'perang melawan teror'," tulis Ali dalam artikelnya.
Tapi setelah satu tahun mengamati pemerintahan Obama, Ali berkesimpulan bahwa Obama sama saja dengan para politisi pada umumnya yang memiliki tipikal banyak mengumbar janji hanya untuk mendapatkan dukungan suara banyak dari rakyat. Ali sampai pada kesimpulannya itu setelah melihat sikap Obama dan pemerintahannya yang ternyata tidak punya nyali untuk menciptakan perdamaian bagi dunia Islam dan tidak berniat untuk mengakhiri ketidakadilan yang telah dilakukan AS terhadap umat Islam atas nama "perang melawan terorisme".
"Saya melihat tidak semua umat Islam senang pada Obama atau mau bekerjasama dengan Obama. Sebagian Muslim tetap mendukung penjajahan AS di Irak dan Afghanistan sebagian lagi tidak dan membenci bombardir yang dilakukan AS di Pakistan dan Somalia, membenci tekanan yang dilakukan AS terhadap Suriah dan Iran dan membenci campur tangan AS di negara-negara Muslim, misalnya Yaman," papar Ali.
Ali berpendapat, persoalan dasar yang dihadapi Obama dan pemerintahannya adalah ketidakmampuan mereka untuk memahami atau mungkin penyangkalan mereka terhadap apa yang diajarkan kitab suci Al-Quran pada umat Islam, bahwa seorang Muslim harus berani melawan ketidakadilan, terutama jika Muslim diperlakukan tidak adil oleh non-Muslim. Dan ajaran itu terwujud dalam bentuk perlawanan umat Islam terhadap penjajahan dan serangan militer yang dilakukan AS di negeri-negeri Muslim. Tapi bagi AS, perlawanan itu mereka definisikan sebagai terorisme.
Kesadaran Ali atas penindasan yang dilakukan Barat, khususnya AS di negeri-negeri Muslim muncul kembali ketika ia membaca berita tentang lima Muslim AS yang ditangkap di Pakistan bulan Desember lalu. Di pengadilan Pakistan, lima pemuda Muslim AS menegaskan bahwa mereka bukan anggota Al-Qaida seperti yang dituduhkan dan bahwa mereka tidak berniat menimbulkan kekacauan di Pakistan. Kelima pemuda itu mengatakan bahwa mereka sedang dalam perjalanan menuju Afghanistan untuk melakukan jihad melawan penjajahan pasukan asing di negeri itu.
Salah seorang pemuda Muslim itu mengatakan bahwa mereka bukan teroris tapi mereka adalah para jihadis dan jihad bukanlah terorisme. Kuasa hukum kelima pemuda itu juga mengatakan bahwa kliennya hanya "ingin membantu sesama Muslim yang tidak berdaya".
Pernyataan kuasa hukum kelima pemuda Muslim itu mengingatkan Ali kembali pada aksi protes di depan Gedung Putih yang pernah dilakukannya. "Saya tidak mau berdebat apakah mereka 'jihadis' atau 'teroris'. Apakah mereka 'seorang martir' atau 'pengkhianat' . Apakah mereka seharusnya mereka diadili di pengadilan sipil atau militer ketika dideportasi ke AS. Tapi yang saya yakini seperti yang mereka katakan bahwa jihad bukan terorisme," tukas Ali.
Ali menegaskan bahwa istilah terorisme itu sendiri belum jelas definisinya bahkan PBB belum sepakat soal definisi terorisme. Ia mengutip isi Al-Quran yang menyebutkan bahwa seorang Muslim yang beriman lebih dekat pada Allah dibandingkan mereka yang tidak beriman. Seorang Muslim yang beriman harus bersedia mengorbankan harta, waktu, keluarga bahwa hidupnya untuk melawan ketidakadilan.
"Saya mungkin belum cukup beriman untuk mengorbankan harta, keluarga atau hidup saya. Tapi saya akan melanjutkan jihad saya di depan Gedung Putih pada pekan ini dengan tenang, damai dan sendirian saja," tandas Ali. (ln/isc/twp)
Semangat Dakwah Seorang Hakim Federal di Brazil
Ali Mohamed Mazloum mewakili kisah sukses seorang muslim yang tinggal di negara non-Muslim. Ia berhasil menjadi hakim federal di Brazil, sebuah jabatan tertinggi di lembaga hukum negeri Amerika Latin itu. Namun perjalanan karirnya untuk meraih jabatan itu tidak gampang, apalagi ia seorang Muslim di negeri yang mayoritas penduduknya penganut Katolik.
Itulah sebabnya, Mazloum menggambarkan pengalaman hidupnya hanya dengan kalimat pendek, "tidak mudah." Ia lahir dari keluarga Muslim yang berimigrasi dari Libanon ke Brazil setahun sebelum Mazloum dilahirkan ke dunia. Ia mengaku beruntung lahir dan dibesarkan di tengah keluarga yang mencintai nilai-nilai etika, ilmu pengetahuan dan pendidikan yang menurut Mazloum menjadi kunci suksesnya.
Dan nilai-nilai itu itulah yang sampai sekarang ia terapkan juga pada dua anak lelaki dan seorang anak perempuannya yang mengenyam pendidikan di sekolah dan universitas bergengsi di Brazil. "Komunitas Muslim di Brazil cukup besar. Tapi kebanyakan dari mereka tidak bisa meraih jabatan penting di pemerintahan karena mayoritas Muslim Brazil lebih fokus ke bisnis daripada pendidikan," kata Mazloum
Tapi sekarang, tambah Mazloum, ia senang melihat adanya perubahan yang positif di kalangan Muslim Brazil. "Angin perubahan mulai berhembus. Banyak muslim yang sukses di berbagai profesi, terutama di sektor medis," ujar hakim yang lahir di Sao Paolo tahun 1960 itu.
Mazloum dan empat saudaranya memilih kuliah di jurusan hukum. Karirnya yang cemerlang di bidang hukum, membawanya pada posisi kepala kejaksaan di Sao Paolo selama empat tahun sebelum akhirnya terpilih dan diangkat sebagai hakim federal pada tahun 1997 lalu. Di tengah kesibukannya sebagai pejabat negara, Mazloum masih menyempatkan diri mengajar mata kuliah hukum kriminal di Universitas Brazil dan memberikan berbagai ceramah tentang hukum ke berbagai negara bagian di Brazil.
Sebagai seorang muslim, Mazloum sangat sadar bahwa ia bertanggungjawab mewakili komunitas Muslim di Brazil. Ia aktif dalam berbagai kegiatan amal sebagai alat dakwah dan menunjukkan citra Islam yang sebenarnya pada masyarakat Brazil. "Saya memilih kegiatan amal dan aktivitas sebagai relawan sebagai cara untuk mengenalkan Islam pada masyarakat dan mengikis stereotipe negatif tentang Islam," tukas Mazloum.
Salah satu proyek dakwah yang dilakukannya adalah memberi bantuan pada warga miskin di Brazil terutama yang non-Muslim. Proyek pertamanya adalah "Friends of Islam" yang kegiatannya mengorganisir kegiatan sosial di distrik-distrik kumuh di Sao Paolo.
Para relawan proyek ini memilih 10 keluarga miskin dari setiap distrik untuk diikutsertakan dalam pelatihan dan kursus ketrampilan gratis, seperti kursus komputer, membuat kerajinan tangan, menjahit dan ketrampilan lainnya agar keluarga itu bisa membantu diri mereka sendiri dari sisi finansial.
"Proyek ini sukses besar sehingga mendapat dukungan dari para pejabat di distrik Guarolios dan otoritas negara bagian Sao Paolo," kata Syaikh Khaled Rezq Takieddin, kepala Dewan Tertinggi Urusan Agama Islam dan Imam di Brazil.
Ia meyakini, proyek amal yang digagas Mazloum sangat penting untuk meluruskan penafsiran-penafsiran yang salah tentang Islam. "Kegiatan semacam ini membantu meningkatkan citra komunitas Muslim," kata Takieddin.
Data sensus tahun 2001 menunjukkan jumlah Muslim di Brazil sebanyak 27.239 orang, kebanyakan asal Suriah, Palestina dan Libanon. Namun Federasi Islam Brazil mempekirakan jumlah Muslim di Negeri Samba itu mencapai 1,5 juta orang.
Bagi Mazloum, beramal adalah bagian kehidupan dari seorang muslim yang baik."Adalah kewajiban kita untuk memberikan contoh yang baik pada sesama," tandasnya. (ln/iol)
Jemaah Haji Tempati Tempat Tidur Datar
Jumat, 15 Januari 2010 19:37
Jakarta (MCH). Jemaah calon haji untuk musim haji 2010 direncanakan akan menempati tempat tidur mandiri, bukan susun seperti yang selama ini ditempati. Hal tersebut terjadi setelah pihak pengelola memutuskan merenovasi gedung Mekkah di Asrama Haji Donohudan, Boyolali. Gedung tersebut, bersama Madinah, digunakan untuk tempat tidur jemaah sebelum berangkat ke Arab Saudi.
Kepala Urusan Sarana Prasarana Asrama Haji Donohudan, Budiharjo Mulyo Wibowo mengatakan, proses renovasi akan dilakukan akhir Maret atau awal April mendatang. “Renovasi butuh waktu 3-4 bulan sehingga sebelum jemaah calon haji masuk, gedung sudah siap dipakai,” jelasnya, Senin lalu, kepada Tempo.
Untuk musim haji tahun ini, diperkirakan jemaah calon haji mulai masuk Asrama Haji Donohudan pada awal atau pertengahan Oktober nanti.
Renovasi tempat tidur dilakukan setelah ada permintaan dari jemaah. Jemaah merasa keberatan jika harus tidur di bagian atas. “Ada yang bilang tidak enak hati dengan orang yang tidur di bawahnya, ada pula yang mengaku kesulitan jika harus naik turun karena faktor usia,” lanjutnya.
Setelah direnovasi, gedung Mekkah yang terdiri dari tiga lantai akan mampu menampung 1.200 orang. Lebih banyak dibanding jika masih memakai kamar tidur susun yang hanya 1.152 orang. “Kelebihan lain, satu kamar dipakai 10 orang dengan dua kamar mandi. Sedangkan sebelumnya satu kamar untuk 48 orang dengan tujuh kamar mandi,” tutur Budiharjo.
Nantinya, jemaah akan ditempatkan di Mekkah dengan kapasitas 1.200 orang dan Madinah yang mampu menampung 800 orang. Madinah sendiri sudah menerapkan tempat tidur mandiri sejak musim haji lalu. Dengan renovasi tersebut, dia optimistis dalam sehari bisa menerima hingga 5 kelompok terbang dengan jumlah total 1.900 orang. “Sebelum direnovasi, kami kewalahan ketika lima kloter bersama-sama masuk ke asrama. Terpaksa petugas yang harus mengalah dengan menempati gedung lain seperti Safa,” katanya seraya menambahkan biasanya petugas ditempatkan di Madinah lantai 3. (*)
Iran Tunjuk Pejabat Haji Baru
Kamis, 14 Januari 2010 16:58
Jakarta (MCH). Pemimpin spiritual Iran, Ayatulllah Sayyid Ali Khamanei telah menunjuk Hojjatoleslam Ali Qazi-Askar sebagai Pejabat Urusan Haji Iran. Demikian seperti diberitakan Press TV (Iran) edisi Kamis, 14 Januari hari ini.
Keputusan yang diumumkan hari Ahad, 10 Januari lalu itu, Ayatollah Sayyid Ali Khamenei menunjuk Qazi-Askar karena ia tokoh yang memiliki pengalaman, kompeten, dan memiliki semangat inovatif.
Khamanei juga menyampakan terima kasih kepada Ayatollah Mohammad Mohammadi Reyshahri, yang memimpin haji Iran. Menurut Khamenei, Reyshahri telah bekerja dengan baik dan sangat dipujikan.
Mohammadi Reyshahri telah mengakhiri masa jabatan yang diembannya selama 20 tahun sebagai Pejabat Urusan Haji Iran pada awal januari baru lalu. Jabatan tersebut bertanggungjawab langsung kepada Khamenei dan setara dengan menteri. (Musthafa Helmy)
Tim Kesehatan Haji Akan Ditambah
Kamis, 14 Januari 2010 16:46
Jakarta (MCH). Pelaksanaan musim haji untuk embarkasi dan debarkasi Palembang terbilang cukup sukses dan aman. Hanya saja perlu beberapa perbaikan di beberapa bidang. Terutama di bidang tenaga kesehatan dan operasional keamanan, serta penambahan petugas kesehatan haji yang masih dirasakan sangat kurang untuk masa mendatang.
Hal ini diungkapkan Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama (Depag) Sumsel Drs H Najib Haitami, Rabu, 13 Januari kemarin. Menurutnya, Depag telah melakukan sejumlah evaluasi terhadap pelaksanaan haji tahun 2009. Dan telah didapat beberapa hasil dan kesimpulan. “Alhamdulillah pada umumnya pelaksanaan haji di Sumsel telah berjalan baik. Terutama pelaksanaan pemberangkatan dan pemulangan haji,” ujarnya.
Hanya saja, ada beberapa hal yang perlu diperbaiki dan disarankan oleh peserta evaluasi, antara lain peningkatan keamanan dan kenyamanan di lokasi embarkasi dan debarkasi. "Banyak saran yang masuk ke kita untuk lebih meningkatkan keamanan dan kenyamanan di asrama haji. Diharapkan pelaksanaan haji tahun depan tidak ada lagi kendaraan yang sembarangan masuk ke kompleks asrama haji," ujarnya.
Selain itu, mengenai tim kesehatan sendiri, para jemaah haji mengharapkan tenaga kesehatan tersebut mesti ditambah karena jumlah yang ada tidak sebanding dengan jumlah jemaah yang ditangani. "Para jemaah meminta kita menambah jumlah tenaga medis terdiri dari tiga orang, ssatu dokter dan dua perawat menjadi dua kali lipatnya. Karena memang kalau dilihat jumlah tim medis yang ada saat ini tidak akan sebanding dengan jumlah jemaah yang mesti ditangani," katanya. Untuk itulah, kedepan akan segera memperbaiki dan mengupayakan pelaksanaan haji yang lebih baik. (*)
Asuransi Haji Untung Rp 9,5 Milyar
Kamis, 14 Januari 2010 16:43
Jakarta (MCH). Untuk kedua kalinya, Asuransi Syariah Mubarakah siap meraup surplus dari penyelenggaraan asuransi haji. Direktur Mubarakah Parmin S. Wiyono memastikan, surplus yang diperoleh perusahaannya pada pelaksanaan asuransi haji di tahun 2009 akan lebih tinggi daripada perolehan surplus pada musim haji tahun 2008.
Maklum, jumlah jamaah haji yang meninggal dunia di Tanah Suci pada musim haji 2009 tidak sebanyak di tahun 2008 yang mencapai 460 orang. "Menurut laporan yang kami terima, jumlah jamaah yang meninggal dunia hanya sekitar 320 orang. Saat ini tinggal 18 jamaah haji yang masih berada di Arab Saudi," jelasnya Rabu, 13 Januari lalu, kepada Kontan online edisi Kamis, 14 Januari hari ini.
Parmin menambahkan, hingga Rabu kemarin perusahaannya sudah menerima pengajuan klaim dari ahli waris jamaah haji yang meninggal dunia sebanyak 85 klaim. "Yang sudah kami realisasikan pembayarannya sekitar 60 klaim dengan nilai Rp 1,92 miliar," ujarnya. Sayang, Parmin enggan menyebut berapa surplus yang akan diterima Mubarakah dari penyelenggaran haji tahun 2009. Dia hanya mengestimasi jumlahnya naik dari 2008.
Memang, uang pertanggungan asuransi yang diterima setiap jamaah naik dari Rp 28 juta pada 2008 menjadi Rp 32 juta di musim 2009. Namun karena jumlah jamaah haji yang meninggal hanya 350 orang, Mubarakah akan untung.
Hitungannya begini. Jika pada musim haji tahun 2009 diasumsikan jumlah jamaah yang meninggal 350 orang, maka dengan uang pertanggungan Rp 32 juta per jamaah, maka total klaim yang ditanggung Mubarakah hanya Rp 11,2 miliar. Dengan pendapatan premi sebesar Rp 20,7 miliar, Mubarakah surplus sebesar Rp 9,5 miliar.
Parmin bilang, ada beberapa faktor yang mendukung kesuksesan penyelenggaraan haji tahun lalu. Pertama, tes kesehatan calon jamaah haji yang semakin ketat. Kedua, kondisi cuaca yang mendukung karena tidak ada perbedaan iklim yang mencolok antara Indonesia dengan Arab Saudi, dan sempat turun hujan sehingga tidak banyak debu. Ketiga, petugas yang mendampingi rombongan juga menangani jamaah dengan cekatan. (*)
DPRD Kurang Serius Pantau Haji
Kamis, 14 Januari 2010 16:36
Jakarta (MCH). Pjs Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Kalimantan Barat Rasmi Sattar meminta DPRD yang meninjau penyelenggaraan haji di Embarkasi Batam dapat lebih serius. Dengan demikian, DPRD dapat mengetahui bagaimana kondisi pelayanan yang diberikan panitia terhadap para jemaah. “Sebaiknya tidak sekadar jalan-jalan,” katanya dalam rapat evaluasi penyelenggaraan haji, kemarin di Ruang Praja II Sekretariat Pemprov. Pernyataan ini menyusul pengalaman dalam penyelenggaraan haji baru lalu, anggota DPRD yang meninjau ke Batam terkesan kurang serius. Selain itu, dia pun meminta agar ke depan, petugas yang mendampingi jemaah bisa menjalankan fungsinya dengan baik.
Secara umum, kata Rasmi, penyelenggaraan ibadah haji berlangsung sukses. Hal ini berkat kerja sama dari seluruh panitia. Ada tiga indikator yang menurutnya jadi acuan yaitu sukses dalam pemberangkatan, sukses dalam ibadah serta sukses dalam pemulangan. Meski demikian, ada beberapa hal yang dipandang perlu diusulkan ke pemerintah pusat demi perbaikan. “Ada keluhan nasi catering di Arafah yang tidak sesuai selera orang Indonesia. Tukang masaknya dari Myanmar. Tetapi tidak semua maktab mengalaminya,” ujar dia. Di sisi lain, ada pula keluhan tentang pemondokan jamaah yang terpisah jauh dari rombongan. Hal ini dialami oleh jamaah kloter 22. Khusus di Embarkasi Batam, tim penyelenggara ibadah haji Kalbar pun telah menyampaikan beberapa usulan di antaranya tentang pendirian rumah sakit darurat di asrama haji Batam.
Miftah, Anggota Komisi D DPRD Kalbar menyebut oknum DPRD yang kurang serius saat meninjau pelaksanaan haji di Batam karena tidak didahului rapat. Bahkan, Komisi D (yang antara lain membidangi agama) juga belum terbentuk. “Mereka hanya pribadi, tidak mengatasnamakan lembaga atau komisi karena Komisi D saat itu belum terbentuk,” katanya. Namun, setelah komisi terbentuk, DPRD telah melaksanakan rapat dan persiapan-persiapan sehingga utusan yang berangkat ke Batam (pemulangan) adalah orang yang betul-betul mengerti soal haji. Dengan demikian, mereka dapat memantau apakah jamaah merasa nyaman dan tenang. Hal senada juga diungkapkan rekannya, Hadiah Suaka.
Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji Daerah Kalimantan barat, Maryadi, menyatakan bersyukur karena secara umum pelaksanaan haji berlangsung sukses. Semua itu dapat terlaksana karena sejak awal pemprov telah berkomitmen untuk memberikan yang terbaik bagi para jemaah. Terkait dengan adanya keluhan-keluhan, dia berharap jajaran Departemen Agama dapat menyampaikan usulan ke pemerintah pusat dalam rapat evaluasi tingkat nasional agar masalah itu bisa ditindaklanjuti.
Selain itu, Maryadi juga menilai perlu adanya perumusan tentang rincian tugas dari masing-masing elemen yang tergabung dalam kepanitiaan supaya dalam pelaksanaannya, para petugas punya acuan yang jelas dan dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Demikian seperti diberitakan harian Pontianak Pos edisi hari Kamis, 14 Januari hari ini. (*)
Rona Saudi: Solidaritas Anak dengan Rp 300 juta
Kamis, 14 Januari 2010 15:58
Jakarta (MCH). Teman-teman Ahmad Yahya Qirat, 13 tahun, laki-laki yang telah hilang sejak 25 November saat banjir bandang di Jeddah, mengumumkan akan memberi hadiah SR100.000 (sekutar Rp 300 juta) bagi siapa pun yang memberikan informasi yang tentang Qirat, baik hidup atau mati.
Teman-teman Qirat telah mengirimkan pesan itu melalui SMS serta pengumuman hadiah itu. Mereka telah menempatkan empat foto dia dalam pesan teks. Demikian seperti diberitakan harian Arab News edisi kamis, 14 Januari hai ini.
Tragedi Qirat terjadi saat banjir dan hujan di Jeddah yang menewaskan enam anggota keluarganya tewas. Keluarga, yang terdiri dari ayah, ibu, dua saudara perempuan, saudara laki-laki dan seorang pembantu rumah tangga tewas dalam banjir. Jenazah mereka ditemukan, kecuali Qirat. Mereka sedang dalam perjalanan ke Mekah untuk mengantar ibu Qirat, Sanaa Abu Al-Ghaith.
Sanaa adalah seorang supervisor pada studi Islam di Departemen Pendidikan Arab Saudi yang pada saat itu bergabung sebagai petugas haji Arab Saudi.
Teman-teman Qirat sangat terpukul dan merasa kehilangan sahabat setia, sehingga mereka perlu urun dana untuk itu. Mereka meminta semua penerima pesan bisa mengirim pesan ke orang lain sampai jasad Qirat segera ditemukan dan dapat dipastikan nasibnya.
Mereka memberi nomor telepon untuk kontak: 059-243-7639, 055-577-1529, 059-820-7120, 059-100-2012, 050-680-8006. Mereka juga menyediakan alamat e-mail: king4arabs@hotmail.comThis e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it . Mereka berharap jasad Qirat bisa ditemukan Qirat selama beberapa hari mendatang ketika semua daerah genangan air sudah mulai kering. (MH)
Dibentuk Gugus Depan Bela Nabi
Kamis, 14 Januari 2010 15:45
Jakarta (MCH). Sejumlah organisasi Islam mengambil bagian dalam sebuah forum yang diselenggarakan oleh Rabithah Alam Islami baru-baru ini untuk mengkoordinasikan upaya mendukung Nabi Muhammad terhadap kampanye negatif. Abdullah Al-Turki, sekretaris jenderal Rabithah, memuji upaya organisasi-organisasi Islam dalam membela Nabi Muhammad dengan menerbitkan buku-buku tentang kehidupan dan pesan dan menyelenggarakan seminar dan konferensi.
”Menyebarkan Islam adalah kewajiban setiap Muslim dan hal ini membutuhkan pengetahuan yang tepat tentang Al-Quran dan Sunnah,”"katanya. Ia mendesak umat Islam untuk mempelajari kehidupan Nabi Muhammad dan ajarannya. “Ini akan memberikan gambaran tentang kehidupan Nabi Muhammad dan mendorong mereka untuk membelanya,” katanya.
Menurut Al-Turki, Rabithah juga melakukan upaya bela Nabi dan telah mendirikan pusat internasional untuk ini. "”Kami telah melakukan sejumlah proyek untuk mewujudkan tujuan itu.” Dia juga mendesak organisasi-organisasi Muslim untuk mengkoordinasikan langkah itu dalam bentuk berbagai program, seperti seminar, konferensi dan pameran.
Menurut Adel Al-Shiddi, pejabat Rabithah, mengajak semua pihak membentuk forum bersama. Forum nantginya akan didirikan di pusat-pusat media di Barat untuk kampanye anti penodaan Nabi dan aktif menjawab pertanyaan mereka dengan baik. Forum juga menyerukan survei opini publik tentang Nabi.
Suleiman Al-Batahi, wakil dari Komite Internasional untuk Dukungan Nabi menyerukan pengorganisasian program khusus di ibukota negara-negara Barat untuk tujuan tersebut. Dia juga terpanggil untuk mendirikan kantor-kantor hukum untuk mengambil tindakan terhadap mereka yang menodani Nabi."Kantor-kantor ini juga dapat menggalang dukungan untuk melawan penyebaran kebencian terhadap Islam.
Hassan Ahdal, direktur umum urusan media dan budaya Rabithah, menekankan pentingnya mendirikan pusat khusus untuk memonitor serangan media terhadap Nabi dan memberikan jawaban sesuai. Demikian seperti diberitakan harian Arab News edisi Kamis, 14 Januari hari ini. (MH)
Dakwah "Hijau" Masjid-Masjid di AS
Masjid-masjid di AS tak mau ketinggalan untuk ikut menggalakkan program penghijauan dan meningkatkan kesadaran komunitas Muslim tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup.
Khalid Iqbal, deputi direktur All Dulles Area Muslim Society (ADAMS) yang berbasis di Virginia mengatakan bahwa sejatinya setiap Muslim bertanggungjawab atas kelestarian alam dan bukan hanya bergerak karena isu-isu alam dan lingkungan sedang menjadi trend dunia.
"Kesadaran akan lingkungan dan alam yang hijau adalah tanggungjawab moral setiap muslim. Oleh sebab itu, sangat penting bagi, sebagai Muslim untuk menjadi pelopor gerakan hijau ini," kata Iqbal.
ADAMS Center sudah memulainya dengan menggelar kampanye Proyek Masjid Hijau dan mengajak jamaah masjid untuk melakukan daur ulang, menanam kebih dari 300 pohon, mengurangi limbah pembuangan air dan mengganti lampu-lampu bohlam di masjid.
Di masjid-masjid lain, para imam dan da'i didorong untuk memberikan khutbah dan ceramah yang berkaitan dengan lingkungan hidup, hemar energi dan mengurangi limbah karbon. Masjid-masjid itu bekerjasama dengan berbagai institusi lain, seperti organisasi Interfaith Power and Light untuk mengkampanyekan perubahan lingkungan yang bersabahat. Di California Selatan, kelompok-kelompok seperti Islamic Environmental Group of Wisconsin, DC Green Muslim dan Green Deen melakukan penyuluhan pada komunitas Muslim dan warga masyarakat menerapkan hidup dan gaya hidup yang sehat dan berkesinambungan.
Masjid pertama di AS yang sudah menjalankan proyek hijau adalah Masjid Foundation di Bridgeview, Illinois. Masjid ini sudah menggunakan pemanas air tenaga surya sejak bulan Juli 2008 dan untuk itu, Masjid Foundation menerima Penghargaan Pahlawan Lingkungan.
"Muslim adalah khalifah yang melindungi bumi. Banyak yang sadar akan hal itu tapi tak banyak yang bisa melakukannya," kata Dr. Zaher Sahloul, ketua Council of Islamic Organizations of Greater Chicago (CIOGC) dan presiden Masjid Foundation.
Direktur Outreach for the Dar Al Hijrah Islamic Center di Virginia, Imam Johari Abdul Malik menguatkan pernyataan itu. Ia menekankan perlunya kebijakan publik untuk melakukan sebuah perubahan yang nyata."Tidak mungkin kita melakukan perubahan yang nyata hanya di level individu atau bekerjasama dengan institusi-institusi berbasis keagamaan lainnya. Kita harus membuat sebuah kebijakan publik dimana suara suara kita didengar seperti suara kelompok lainnya yang tidak berbasiskan agama, yang juga menyerukan perubahan sistem," tukas Imam Abdul Malik.
Bulan Ramadan tahun lalu, CIOGC mengkordinir tujuh masjid untuk berpartisipasi dalam kampanye Green Ramadan. Salah satu kegiatan dari kampanye ini, masjid-masjid peserta kampanye melobi perwakilan-perwakilan lokal mereka untuk membahas isu-isu lingkungan hidup. (ln/iol)
Syaikh Sudais Dikecam karena Mengecam Sahabat Nabi
Selasa, 12 Januari 2010 11:11
Jakarta (MCH). Syaikh Dr. Abdul Mushin bin Nashir Al-‘Ubaikan, anggota Mahkamah Tertinggi Kerajaan Arab Saudi mengecam keras khotbah yang disampaikan Syaikh Dr. Abdurrahman As-Sudais yang disampaikan di Masjidil Haram, Jumat, 22 Muharram 1431 Hijriyah atau Jumat 8 Januari baru lalu.
Pasalnya, dalam khotbah itu Syaikh Sudais mengecam salah seorang sahabat Rasulullah yang bernama Abdullah bin Allutaybah. Ketika ia mengecam para perusak di Jeddah ia menyebut mereka sebagai anak cucu Ibnu Allutaybah. “Khutbah itu sangat menyakitkan saya,” kata Syaikh Ubaikan, seperti dikutip harian Al-Madinah edisi Senin, 11 Januari kemarin.
Menurut ‘Ubaikan, tidak layak siapa pun menghina dan mengecam para sahabat Rasulullah. Ibnu Allutaybah adalah salah seorang sahabat Rasulullah yang pernah ditugasi memungut zakat. Ia kemudian menerima hadiah dari orang-orang kaya dan ia menganggapnya boleh. Namun, kemudian Rasulullah tahu dan langsung melarangnya. Manurut ‘Ubaikan, meski ia salah, bagaimanapun juga kita harus tetap berprasangka baik.
‘Ubaikan kemudian mengutip hadis muttafaq alayhi yang menyatakan bahwa Rasulullah bersabda; “Jangan mencacimaki sahabatku. Demi zat yang diriku ada pada-Nya, seandainya kalian berinfak emas sebesar gunung Uhud tak sebanding dengan satu mud dari salah satu mereka, atau bahkan setengah mudnya.”
Kemudian ia juga mengutip hadis riwayat Imam Muslim yang menyatakan bahwa Rasulullah melarang Khalid bin Walid yang dengan amarah mengutuk sambil merajam seorang wanita bernama Al-Ghamidiyah. Rasulullah melarangnya mengutuk pezina itu.
Begitu juga ketika beberapa sahabat Rasulullah mengutuk seorang peminum khamar, Rasulullah langsung mencegahnya. Dalam hadis riwayat Imam Bukhari Rasulullah bersabda kemudian; “Jangan kutuk dia karena dia mencintai Allah dan rasulnya.”
Menurut ’Ubaikan, kritik ini perlu disampaikan karena khotbah Syaikh Sudais menggema ke seluruh dunia karena dikumandangkan dari Masjidil Haram. Apalagi, Syaikh Sudais adalah imam populer dan favorit yang suaranya hampir dikoleksi semua jemaah haji yang datang. Disadari, Syaikh Sudais adalah manusia yang sangat mungkin salah. (Musthafa Helmy)
Fatwa: Qaradlawi Hukum Rajam Mahmud Abbas
Senin, 11 Januari 2010 16:40
Jakarta (MCH). Presiden Palestina Mahmud Abbas marah besar dsengan beredarnya fatwa ulama besar asal Mesir yang kini tinggal di Qatar Syaikh Yusuf Qaradlawi, yang menjatuhkan hukum rajam (hukuman dengan lempar batu sampai mati) di depan Kakbah kepada Abbas atas pengkhianatannya terhadap warga Gaza, rakyatnya sendiri.
Menurut Mahmud Abbas seperti dikutip harian Al-Watan (Arab Saudi) edisi Sabtu 9 Januari lalu, seharusnya ulama besar yang sangat disegani dunia itu melakukan tabayyun (konfirmasi) ke pihaknya atas laporan Komisi Goldtone yang menyelidiki pelanggaran HAM Israel atas Gaza, Pelestina. Mahmud Abbas menolak semua tuduhan yang ditimpakan kepadanya yang dianggap untuk memecah belah Palestina. “Saudaraku, anda seorang faqih, dan Allah berfirman: Jika datang kepadamu seorang fasiq maka tabayyunlah.”
Qaradlawi dalam khotbah Jumatnya di Doha, Qatar, membantah jika ia telah mengeluarkan fatwa rajam itu utuk Abbas. ”Saya bukan hakim,” kata ulama terkemuka ini. Ia membantah mengeluarkan fatwa rajam terbuka atas Presiden Palestina Mahmoud Abbas atas dugaan peranannya dalam "menghasut" Israel untuk menyerang Hamas menguasai Jalur Gaza tahun lalu. "Abbas dan Palestina bukan musuh saya,” katanya seperti dikutip harian Al-Watan edisi Ahad, 10 Januari kemarin.
Dalam khotbah Jumat itu Syaikh Qaradlawi juga menyebutkan bahwa ketika Presiden Palestina itu bertemu beberapa pemimpin redaksi beberapa harian di Qatar telah membuat beberapa pernyataan yang salah tentang dia. "Tidak benar bahwa saya mengeluarkan fatwa untuk merajam Abbas. Selama perdebatan Goldstone mengangkat atas laporan PBB yang menuduh Israel melakukan kejahatan perang terhadap Gaza, ada laporan-laporan bahwa Abbas dihasut Israel untuk meluncurkan serangan terhadap Gaza dan mogok pemilu. Ini laporan Dewan HAM PBB, " kata Syaikh Qaradlawi yang memimpin salat Jumat di Masjid Khalifah Umar bin Khattab di Doha itu.
Abbas adalah presiden Otoritas Nasional Palestina, yang juga pemimpin gerakan Fatah, saingan politik Islam Gerakan Hamas yang merebut kekuasaan di Gaza sejak tahun 2007. "Saya tidak mengeluarkan fatwa. Saya bukan hakim atau penyidik. Apa yang saya katakan adalah: Liga Arab harus menyelidiki masalah ini, dan jika terbukti bahwa Abbas dihasut Israel terhadap Gaza, ia layak dirajam publik di Mekah karena ini merupakan bagian dari pengkhianatan," kata Qaradlawi.
Seperti dikutip The Peninusula edisi Ahad, 10 Januari kemarin, Qaradlawi mengutip laporan Komisi HAM PBB atas Gaza. "Laporan itu mengatakan bahwa Abbas telah mendorong Israel untuk menyerang Gaza. Ketika para pemimpin Fatah lain tidak setuju dengan menyerang orang yang tidak bersalah di Gaza, Abbas mengatakan, (menurut laporan) "biarkan mereka membayar mahal untuk pemilihan Hamas berkuasa. Jika ini benar, maka ia layak dirajam dengan batu sampai mati. Setiap pemimpin yang mengkhianati rakyatnya sendiri patut mendapat hukuman seperti itu," kata Qaradlawi.
Presiden Palestina yang sedang berkunjung Qatar Qatar pekan lalu sempat berang dengan media Qatar yang dianggap menyudutkannya. Abbas menyebut dirinya sebagai orang yang membawa Qaradlawi ke Qatar. Namun, Qaradlawi membantahnya kemudian.
"Ketika saya datang ke Qatar sebagai direktur Institut Agama, Abbas hanya menandatangani surat-surat pengangkatan sebagai posisi yang diperlukan. Tapi ia tidak membawa saya ke Qatar," katanya.
Selanjutnya, Qaradlawi menjelaskan; ”Saya tahu Abbas sejak saya datang ke Qatar dan sejak Al Fatah didirikan. Dia tidak ada di antara pemimpin yang paling menonjol di Al Fatah," tambahnya. (Musthafa Helmy)
Daftar Tunggu Calon Haji Sumsel Hingga 2010
Masjidil Haram di musim haji (Republika)
PALEMBANG–Daftar tunggu calon haji Sumatra Selatan (Sumsel) sekarang sampai tahun 2014 karena jumlah yang telah mendaftar untuk menunaikan rukun Islam kelima itu cukup banyak.
Jumlah yang telah terdaftar sekarang ini lebih dari 28 ribu orang sementara setiap tahun Sumsel hanya dijatahi pemberangkatan sebanyak 6.500 calon haji, kata Kepala Bidang Haji, Zakat dan Wakaf Kanwil Departemen Agama Sumsel, Drs H Udin Djuhan di Palembang, Rabu.
Menurut dia, cukup banyak calon jemaah Sumsel itu karena provinsi tersebut telah menjadi embarkasi tersendiri sehingga pemberangkatannya langsung dari Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.
Jadi dengan adanya kemudahan tersebut maka masyarakat Sumsel banyak yang mendaftarkan diri agar bisa menunaikan rukun Islam kelima ke Tanah Suci mendatang, kata dia. Selain itu, lanjut dia, masalah perekonomian masyarakat mulai membaik sehingga dana yang ada bisa disisihkan untuk biaya berangkat haji.
Ketika ditanya untuk mengantisipasi agar daftar tunggu itu tidak terlalu banyak, ia mengatakan, pihaknya pernah mengusulkan kepada Departemen Agama Pusat agar ada penambahan kouta haji. Pihaknya telah mengusulkan penambahan jatah pemberangkatan calon haji, tetapi hingga sekarang belum ada realisasinya, ujar dia lagi.
Lebih lanjut dia mengatakan, memang masalah pemberangkatan haji tersebut bukan di Sumsel saja, tetapi juga daerah lain seperti Sulawesi Selatan (Sulsel) yang daftar tunggunya juga cukup banyak.
Berdasarkan data jumlah calon haji di Sumsel yang sudah mendaftar terbesar dari Kota Palembang 14.838 orang, kemudian Kabupaten Ogan Ilir (OKI) tercatat 1.665, Ogan Komering Ulu (OKU) ada 1.357, Prabumulih 1.177, Musi Banyuasin (Muba) sebanyak 1.124, Muara Enim 1.096 dan Lubuklinggau 1.047.
Sementara kabupaten yang ada di Sumsel lainnya seperti Lahat tercatat 872 orang, Musi Rawas (Mura) 771 dan selebihnya rata-rata lima hingga enam ratus calon haji.
Jumlah tersebut terus meningkat karena data itu didapat setelah usai pemulangan jemaah haji dari embarkasi Palembang pada 1 Januari 2010, tambah dia. Ant/yto
Misi Haji Afrika Puas Pelayanan Muassasah
Sabtu, 09 Januari 2010 16:27
Jakarta (MCH). Sejumlah misi haji menyatakan puas dengan layanan yang diberikan oleh Muassasah untuk jemaah haji Afrika Non-Arab pada musim haji lalu. Hal ini dikemukakakan Kepala Misi haji Nigeria Muhammad Mousa Balu seperti dikutip harian Arab News edisi Sabtu, 9 Januari hari ini.
"Saya ingin menyampaikan terima kasih yang terdalam dan rasa syukur atas layanan kepada kami, termasuk penyediaan akomodasi yang cocok di Mekah, Mina, Arafah dan Muzdalifah. Respon cepatnya atas tuntutan beragam dan kenyamanan di segala bidang yang memungkinkan jemaah kita mengabdikan waktu untuk ibadah," katanya. Hal itu terjadi karena ada upaya perbakan setelah evaluasi haji tahun lalu.
Ketua Misi haji Pantai Gading Binati Ibrahim juga memuji muassasah. "Kerjasama kantor Anda dengan kami telah meninggalkan jejak di hati saya dan hati semua rekan saya," katanya.
Muassasah telah memperoleh sertifikat ISO untuk kualitas layanannya pada musim haji tahun 2008 lalu.
"Kami bertekad untuk mempertahankan keunggulan kami di tahun-tahun yang akan datang," kata Saifuddin, ketua muassassah untuk wilayah Afruika non-Arab. Keberhasilan ini hanya mungkin karena usaha dan pengorbanan seluruh staf. Muasassah memberi layanan haji untuk jamaah haji Agrika on-Arab dalam 46 maktab.
Ketua misi haji Kenya juga terkesan oleh layanan yang disediakan untuk para peziarah dari negaranya. "Kami sangat menghargai layanan yang diberikan kepada kita dari penerimaan akomodasi dan transportasi sampai kepulangan kami, yang memungkinkan kami melaksanakan rukun islam kelima."
Konsul Jenderal Afrika Selatan Yassin Mahdi juga menyatakan penghargaan terhadap muassasah. "Hubungan yang dekat antar kita dan upaya tulus Anda untuk membuat haji suskes membuat kami melaksanakan haji dengan nyaman,” katanya.
Misi haji Gambia Mbye Kebba kah memuji pengaturan yang sangat baik dan fasilitas yang disediakan oleh pemerintah Saudi untuk jemaah haji seluruh dunia. "Kami telah melihat peningkatan yang stabil baik di infrastruktur dan organisasi di kota-kota dan tempat-tempat ibadah. Begitu banyak yang demikian, sehingga haji menjadi sangat mudah, "katanya.
Kepala Misi Haji Tanzania Khaled Muhammad Mirsho juga memuji keberhasilan gemilang musim haji dan layanan terbaik yang diberikan Khadimul haramain Raja Abdullah dan aparat Kerajaan Arab Saudi.
Ketua Misi Haji Mauritania Farhad Ismail Aumeer, yang juga ketua pusat budaya Islam, memuji muasassah dalam menangani logistik, akomodasi, transportasi dan penerimaan yang hangat. "Kata-kata tidak cukup untuk menyatakan kepuasan kami atas cara Anda menangani kesulitan kami saat hujan deras yang menimpa kami pada hari pertama di Mina.”
Omar Karamuth dari Karamuth Trading Enterprise Co di Mauritius juga menyatakan puas dengan layanan yang diberikan meskipun banjir. "Kenyamanan, kebersihan dan kesehatan para jemaah menjadi konsentrasi kami," katanya. (MH)
Andai Orang Tahu Hakikat haji
Oleh : Ahmad Amarullah, M. Pd
Ibadah Haji adalah sebuah ritual ibadah yang pelaksanaannya hanya diwajibkan satu kali seumur hidup. Sehingga dengan halangan apapun yang merintangi, haji ke Tanah suci Makkah bisa dilakukan oleh seluruh ummat Islam, terutama pada bulan Dzul hijjah, umat Islam dari berbagai penjuru dunia berduyun-duyun berangkat menuju Makah yang menjadi pusat peribadatan haji, mereka beribadah sesuai dengan rukun-rukun dan syarat-syarat yang telah ditentukan. Dalam Surat Ali Imron ayat 97, Allah menegaskan kepada seluruh umat Islam, baik laki-laki maupun perempuan untuk menunaikan ibadah haji sebagai bentuk kepatuhan seorang hamba kepada sang Khaliknya.
Secara substantif, ibadah haji sama dengan ibadah lain dalam syariat Islam seperti shalat, puasa, dan zakat yakni merupakan fondasi agama (rukun Islam). Semua bentuk ibadah tersebut mempunyai misi sama, yaitu mengakumulasikan aspek-aspek ritual dengan keharusan mengaktualkannya dalam perilaku sosial. Artinya harus ada korelasi positif antara ritus ibadah haji sebagai upaya peningkatan kualitas iman dengan aktualisasi ibadah haji yang dilaksanakan tersebut memberi dampak dalam hati dan terefleksi dalam keseharian. Sayangnya banyak di antara kita yang menjadikan ibadah haji sebatas prestise sosial tanpa aktualisasi dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat.
Bukan ajang adu gengsi
Saat kedatangan jamaah haji Indonesia di Tanah Air, layak kita mengucapkan ahlan wa sahlan, semoga menjadi haji mabrur, kepada mereka. Kalimat indah itu memang seringkali dilantunkan dalam menyambut kepulangan jamaah haji dengan irama gembira. Biasanya, para keluarga, saudara, kerabat maupun tetangga juga tiada hentinya menyanjung dengan penuh suka cita. Fenomena ini noleh jadi wajar, karena di masyarakat awam masih ada asumsi ibadah haji adalah ibadah yang mampu mengangkat citra sosial. Karena ada asumsi bahwa orang yang sudah haji adalah orang Islam yang sempurna (kaffah)
Padahal realitanya, masih ada orang yang berhaji, tapi shalat atau zakat atau puasa wajibnya belum berjalan dengan baik. Ini merupakan ekses dari pemahaman terhadap agama yang terlalu ritualistik dan simbolistik - hanya menekankan pada aspek ibadah mahdah tanpa diimbangi secara proporsional dari dimensi keagamaan lainnya yakni nilai-nilai kemanusiaan (humanistik). Di negeri kita, seakan-akan gelar haji bisa menjadi bagian dari legitimasi formal tingkat spiritualitas seseorang. Artinya, gelar tersebut cuma berhak dimiliki oleh mereka yang sudah melaksanakan rukun Islam yang kelima yang memang banyak mengeluarkan biaya dalam sudut pandang umat Islam di Indonesia.
Padahal haji pada dasarnya merupakan ibadah dalam kerangka pelatihan bagi manusia untuk mewujudkan rangkaian berikutnya, yaitu kesalehan sosial. Atau dalam bahasa sosiolog muslim Iran Ali Shariati, ibadah haji sarat dengan simbol-simbol semangat kemanusiaan yang anggun dan mendasar. Lihat saja aktivitas ritual atau nonritualnya, kewajiban-kewajiban atau larangan-larangannya, serta ajaran substansial maupun formalnya. Sebut saja misalnya, ditanggalkannya pakaian pakaian keseharian dan menggantinya dengan pakaian ihram (pakaian yang putih yang suci) yang sederhana.
Hal ini merupakan simbol yang berfungsi menanamkan moral dan perilaku dengan membuang sekat kaya-miskin, ningrat-jelata, penguasa-rakyat, dan status sosial lainnya. Egoisme ke-"aku"-an lebur dalam ke-"kita"-an, kebersamaan dan kesamaan yang hadir hanya kepada Allah. Juga simbol yang mempunyai fungsi pelatihan disiplin diri dan kontrol diri, di mana benda-benda suci ditakzimkan, kehidupan tumbuh-tumbuhan serta burung-burung sekalipun tidak boleh diganggu dan segala sesuatunya hidup tentram serta Masih banyak lagi simbol-simbol kemanusiaan lainnya.
Pelajaran dari haji
Disamping sebagai salah satu sarana untuk ber-taqarrub kepada Allah yang bernilai ruhiyyah (qimah ruhiyyah), ibadah haji sesungguhnya mengandung sejumlah ‘simbol’ atau makna lain uang cukup dalam. Paling tidak, ada empat pelajaran dari ibadah haji. Pertama, ibadah haji mengajarkan pengorbanan, setiap muslim yang menunaikan ibadah haji secara sukarela dan pasrah terdorong untuk mengorbankan apa saja di jalan Allah; baik fisik, harta, bahkan jiwa mereka.
Kedua, ibadah haji mengajarkan ketundukan dan ketaatan secara total kepada Allah. Ketika menunaikan ibadah haji, seorang muslim secara sukarela dan pasrah mengikuti semua ritual haji, meskipun mungkin melelahkan atau ada hal-hal dari ritual haji itu yang memberatkan hatinya, seperti ketika harus melempar jumrah atau mencium Hajar Aswad, inilah yang juga ditunjukkan oleh Umar bin al- Khattab, ketika beliau hendak mencium Hajar Aswad, “ Kamu hanyalah sebongkah batu, sekiranya aku tidak melihat Rasulullah menciummu, aku tidak akan melakukannya”. Itulah bentuk ketaatan Umar kepada Allah dan Rasul-Nya, yang diikuti oleh kaum muslim diseluruh dunia tanpa mambantahnya.
Ketiga, ibadah haji mengajarkan persamaan dan persaudaraan. Pada saat ibadah haji, seorang muslim akan merasakan bahwa kedudukan mereka sama dihadapan Allah; baik orang kaya ataupun papa’, baik pejabat maupun rakyat jelata. Pada saat itu, mereka juga merasakan ikatan persaudaraan (ukhuwah Islamiyah) tanpa menghiraukan perbedaan warna kulit, bahasa, dan asal negara mereka.
Keempat, ibadah haji juga mengajarkan persatuan kaum muslim diseluruh dunia. Ibadah haji dilakukan pada bulan Dzulhijjah. Pada saat ibadah haji, para jamah haji juga melakukan sejumlah ritual secara bersama-sama dalam satu kesempatan. Mereka, misalnya, melakukan Wukuf di Arafah pada saat yang sama (9 Dzulhijja h), dan meyembelih kurban, juga pada saat yang sama (10 Dzulhijjah). Sementara itu, pada saat yang sama pula kaum muslim diseluruh dunia melaksanakan puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dan merayakan idul Adha atau Hari Raya Kurban (10 Dzulhijjah)
Andai para jamaah haji kita menyimak sejarah Rasulullah SAW dalam melaksanakan haji utamanya isi khutbah beliau tatkala melaksanakan haji wada' (haji perpisahan), di sana Nabi menekankan soal pentingnya persamaan, harusnya memelihara jiwa, harta, dan penghormatan orang lain, serta larangan menindas kaum lemah baik dalam bidang ekonomi maupun bidang lainnya. Wasiat Nabi ini mengisyarakatkan pentingnya mengaktualisasikan simbol-simbol kemanusiaan yang ada dalam ibadah haji pascamenunaikannya, sehingga ibadah haji merupakan pelatihan humanistik (kemanusiaan) bukan ibadah prestise yang menumbuhkan kelas tersendiri dengan sebutan haji. Yah, andai orang-orang itu tahu hakikat ibadah haji?! Wallahu a’lam bishowwab!!
Penulis Adalah Wakil Rektor IV Universitas Muhammadiyah Tangerang
Kecenderungan Baru Mualaf di Inggris
Jumat, 08 Januari 2010 18:07
Caroline Bate adalah tipikal perempuan Inggris yang terpelajar. Ia pernah mempelajari bahasa Rusia dan Jerman sebelum akhirnya memilih jurusan manajemen dan mendapatkan gelar kesarjanaan di bidang itu dari Universitas Cambridge.Lalu apa yang membuat Caroline istimewa? Yang membuatnya istimewa adalah minatnya terhadap agama Islam. Caroline mempelajari Islam dan merasa dirinya sebagai Muslim meski secara resmi ia belum mengucapkan dua kalimat syahadat.
Caroline mewakili kalangan muda, kulit putih dan terpelajar di Inggris yang cenderung memiliki minat untuk mempelajari agama Islam. Sejumlah masjid di London mengakui adanya kecenderungan yang makin meningkat itu, bahkan bukan hanya berminat mempelajari Islam tapi juga menyatakan diri masuk Islam, terutama sejak peristiwa serangan 11 September 2001 di AS. Seperti Caroline, warga Inggris yang masuk Islam kebanyakan berasal dari kalangan kelas menengah yang sudah mapan, punya karir yang bagus dan memiliki latar belakang kehidupan pribadi dan sosial yang bahagia.
Dalam artikel "Wajah Baru Islam" yang dimuat di situs Islam For Today, penulisnya, Nick Compton menyebutkan bahwa trend semacam itu bukan hal yang baru di Inggris. Ia menyebutkan sejumlah warga asli Inggris ber "darah biru" yang memutuskan untuk menjadi seorang muslim, misalnya Jonathan Birt, putera dari Lord Birt yang masuk Islam pada tahun 1997 dan Joe Ahmed Dobson, putera mantan Menteri Kesehatan Inggris.
Seperti di negara Barat lainnya, isu Islam radikal juga mengemuka di Inggris pasca peristiwa 11 September. Di Inggris, tokoh muslim Abu Hamza Al-Masri ditudingsebagai tokoh radikal yang telah mencekoki anak-anak muda Muslim dengan pemikiran ekstrim. Tapi di sisi lain, justeru makin banyak kalangan kulit putih dari kelas menengah di Inggris yang masuk Islam.
Kebanyakan dari mereka mengetahui Islam dari teman-temannya, dari buku bacaan dan dari para juru dakwah di Inggris yang meyakinkan mereka bahwa Islam bukanlah agama misionaris seperti agama Kristen.
Caroline memiliki pengalaman unik bagaimana pertama kali mengenal Islam dan meyakininya sebagai agama yang sempurna dan paling masuk akal. Semuanya berawal ketika teman sekolahnya menikah dengan seorang muslim asal Tunisia. "Tadinya saya cuma ingin mempelajari sisi budayanya dan bukan agamanya. Tapi dari literatur yang saya baca mendorong saya untuk juga membaca tentang ajaran Islam, yang menurut saya sangat masuk akal dan sempurna," kata Caroline.
Lain lagi pengalaman Roger (bukan nama sebenarnya) yang berprofesi sebaga dokter. Ia mengatakan, sekitar satu setengah tahun yang lalu ia sering membicarakan tentang Islam dengan rekan-rekan kerjanya yang Muslim. "Semua yang saya dengar tentang Islam dari media massa adalah Hizbullah, kelompok gerilya dan sejenisnya. Lalu saya mulai mengajukan beberapa pertanyaan tentang Islam pada kolega saya yang Muslim dan saya sangat prihatin dengan ketidaktahuan saya selama ini," aku Roger yang kemudian memutuskan masuk Islam.
Bagi para mualaf itu, memeluk Islam ibarat melakukan 'operasi penyamaran'. Mereka harus membaca, bicara, mendengarkan dan belajar tentang Islam secara diam-diam. Yang paling berat adalah ketika mereka harus mengakui keislaman mereka pada teman-teman dan keluarga. Banyak diantara mualaf baru itu yang menghadapi rasa takut, skeptis bahkan respon berupa sikap kebencian.
Eleanor Martin, seorang artis di era tahun 1990-an yang kemudian dipanggil Aisya adalah salah seorang mualaf di Inggris yang mengalami masa-masa berat itu. Ia mengenal Islam dari Mo Sesay, seorang muslim, dalam satu acara yang sama-sama dibintangi oleh Eleanor.
"Yang ada di pikiran saya tentang Islam adalah orang Islam suka membunuh dan lelaki muslim suka memukul perempuan. Tapi pikiran itu berubah setelah saya melihat perilaku Mo Sesay. Kami berdiskusi dan Sesay membuka mata saya tentang Islam yang sebenarnya," ungkap Eleanor yang masuk Islam pada tahun 1996.
Awalnya, Eleanor menyembunyikan keislamannya karena takut menghadapi reaksi keras dari teman-teman dan keluarganya. "Saya sangat khawatir dengan reaksi ayah. Ia seorang Kristiani yang taat dan memilih berhenti dari pekerjaannya untuk menjadi pendeta," ujar Eleanor.
Ia lalu bertemu dengan seorang aktor Amerika keturunan muslim Afrika bernama Luqman Ali. Keduanya menikah dan Eleanor punya alasan untuk memberitahukan keislamannya pada keduaorangtuanya. "Saya pulang ke rumah dan berkata, 'saya ingin mengabarkan bahwa saya sudah menikah dan saya sekarang seorang muslim'. Ibu saya menyambut gembira tapi ayah saya langsung berkomentar 'saya pikir saya ingin minum-minum sekarang'," tutur Eleanor menceritakan pengalamannya masuk Islam.
Namun sebagian mualaf mengakui bahwa tinggal di negara yang multi etnis lebih mudah bagii seorang mualaf. Stefania Marchetti kelahiran Milan, Italia yang hijrah ke London untuk kuliah mengakui, kemungkinan akan sulit baginya untuk masuk Islam di Italia. "Media massa Italia sangat anti-Islam dan masyarakat Italia pada umumnya beranggapan bahwa semua lelaki muslim adalah teroris dan semua perempuan muslim adalah budak," ungkap Marchetti yang awalnya beragama Katolik dan masuk Islam pada tahun 2001.
Masjid-masjid di Inggris memberikan bimbingan bagi para mualaf baru dalam menjalani kehidupan baru mereka sebagai muslim. Berdasarkan sensus tahun 2001, jumlah Muslim di Inggris mencapai 1,6 juta jiwa. Sejak sensus itu terjadi kenaikan jumlah muslim di Inggris sebanyak 400.000 orang. Dan menurut Mendagri Inggris, Jacqui Smith pada tahun 2008 tercatat 10 ribu jutawan Muslim di Inggris dan secara umum komunitas Muslim Inggris telah memberikan kontribusi sebesar 3,1 miliar pounsterling per tahun bagi perekonomian Inggris. (ln/IFT/MualafOnline)
Raja Abdullah Serukan Salat Istisqa
Rabu, 06 Januari 2010 18:07
Jakarta (MCH). Khadimul Haramain Raja Abdullah bin Abdul Aziz menyerukan warga Arab Saudi untuk melaksanakan salat istisqa (minta hujan) secara serentak hari Senin, 11 Januari mendatang.
Salat Istisqa adalah salat yang dilakukan Rasulullah ketika mengalami kekeringan. Salat Istisqa dilaksanakan serentak pada pukul 08.00 pagi. Demikian seperti diberitakan harian Al-Watan edisi Rabu, 6 Januari hari ini. (Musthafa Helmy)
Rona Saudi: Laki-Laki Saudi Banyak Mengawini Wanita Suriah
Rabu, 06 Januari 2010 11:41
Jakarta (MCH). Kini telah menjadi biasa melihat seorang wanita Suriah muda tinggal bersama keluarga Saudi di wilayah utara Kerajaan, khususnya di desa-desa yang terletak di perbatasan seperti Al-Qurayat, Turaif dan Tabuk. Wanita Suriah biasanya akan meninggalkan keluarga dan teman-teman dan melihat mereka hanya pada liburan atau dalam situasi darurat.
Abu Ahmad, 50 tahun, laki-laki Saudi, bercerita bahwa ia telah menikah dengan seorang wanita Suriah selama 10 tahun dan mereka hidup bahagia. Menurutnya, salah satu alasan utama ia menikahinya karena perkawinan di Saudi maskawinnya mahal. "Saya dengar banyak pujian tentang perempuan Suriah sebagai wanita yang setia dan pintar memasak," katanya, seperti dikutip harian Arab News edisi Senin, 4 januari kemarin.
Hal ini diakui Umm Abdulrahman, wanita asal sebuah desa di Suriah, lain lagi. Ia menikah ketika berusia 25 tahun karena alasan ekonomi. "Sulit untuk bertahan hidup. Itu sebabnya aku memilih untuk menikah dengan seseorang di luar negeri saya," katanya. Dia bekerja sebagai petani di sebuah desa bernama Kharbat Ghazala. Menurutnya, perkawinan itu sangat membantu memperbaiki status keuangan keluarganya.
Umm Suhail juga demikian. Wanita itu memilih meninggalkan rumah dan negara, meskipun sangat menyiksanya. Dia menikah dengan seorang pria tua Saudi. Kemudian ia muak merawat suami yang uzur itu.
"Perkawinan ini berakhir dengan perceraian karena ketidakcocokan sosial. Sulit bagi saya untuk menyesuaikan diri dengan perbedaan budaya dan tradisi, " kata Umm Suhail.
Abu Khalid mengaku menikah dengan wanita Suriah setelah ia menyaksikan serial televisi yang menayangkan perempuan dari negara itu digambarkan sebagai juru masak dan dimanjakan baik suami mereka. Bab Al-Hara, yang disiarkan di MBC selama bulan Ramadhan pada dua tahun terakhir ini, adalah salah satu serial televisi paling populer di dunia Arab.
Abu Badar berpoligami dengan wanita Suriah. "Perempuan Saudi tidak menerima suami yang ingin punya istri kedua dan ketiga. Saya menemukan perempuan Suriah yang sangat sensitif dan sangat patuh. Hal-hal yang sederhana membuatnya bahagia," katanya.
Umm Faisal mengaku bahwa salah seorang anaknya laki-laki menikah dengan seorang wanita Suriah setelah perkawinan pertama dengan sepupunya berakhir dengan perceraian. Dia memuji istri Suriah saat ini dan mengatakan anaknya benar-benar bahagia.
Namun, seorang guru besar sosiologi telah memperingatkan bahwa menikahi perempuan non-Saudi dapat memiliki efek merusak masa depan anak-anak. "Anak-anak akhirnya terus-menerus hidup dalam perjuangan psikologis," katanya.
Sosiolog itu menjelaskan bahwa anak-anak biasanya dipengaruhi oleh budaya ibu mereka dan latar belakangnya. Oleh karena itu, mereka tidak pernah merasa nyaman berbaur dalam lingkungan ayah mereka.
"Biasanya mereka merasa ketidakstabilan akibat benturan identitas," kata sosiolog.
Seorang perawat di rumah sakit di Arab Saudi mengaku bahwa adiknya menikahi wanita Suriah. Wanita itu bersikeras mempertahankan identitas sendiri, aksen dan tradisi dan karenanya tidak bisa berintegrasi ke masyarakat Saudi. "Keluarga tidak menyambutnya karena sikapnya. Dia akhirnya tinggal dan terisolasi dan adik saya dan juga anak-anaknya terkena dampak negatif. Mereka bercerai setelah sering konflik," katanya. (MH)
Rona Saudi: Satu Juta Riyal Untuk Wanita Pemaaf
Rabu, 06 Januari 2010 11:39
Jakarta (MCH). Putra Mahkota yang juga deputi perdana menteri dan menteri pertahanan dan penerbangan sipil, Pangeran Sultan memberi hadiah 1 juta Riyal, atau sekitar Rp 2,8 Milyar kepada seorang gadis yang bersedia mengampuni laki-laki yang membunuh ayahnya.
Gadis itu adalah Fatimah Al-Nezal yang ketika peristiwa pembunuhan itu terjadi masih berusia 1 tahun. Ayahnya, Askar Al-Nezal, dibunuh Abdullah Al-Saqr, kira-kira 20 tahun yang lalu. Demikian seperti diberitakan harian Arab News edisi Senin, 4 Januari kemarin.
Wanita muda penduduk propinsi Tabuk itu menolak menerima uang darah yang ditawarkan keluarga Al-Saqr agar Al-Saqr lepas dari hukuman mati. Tapi, ia akhirnya memaafkan Al-Saqr, tapi bukan untuk mencari uang. Ia memaafkan pembunuh ayahnya karena mencari rida Allah.
Pangeran Sultan mendengar dan langsung simpati. Gubernur Tabuk Pangeran Fahd bin Sultan (anak Pangeran Sultan) langsung menyerahkan cek senilai SR1 juta dalam sebuah resepsi di istana gubernur.
Pangeran Fahd bin Sultan juga menyampaikan terima kasih Pangeran Sultan yang telah memberi perhatian kepada warganya. Fahd juga memberi penghargaan kepada Fatimah dan berharap tindakannya berfungsi sebagai model bagi orang lain untuk mengikuti jejaknya. (Musthafa
Jumlah Jemaah Umrah Tahun Lalu Ternyata Melonjak
Selasa, 05 Januari 2010 11:06
Jakarta (MCH). Berlawanan dengan persepsi umum, data pemerintah menunjukkan bahwa jemaah umrah tahun 2009 menunjukkan peningkatan dari tahun sebelumnya. Angka-angka juga mengungkapkan bahwa kerugian yang dilaporkan operator umrah dan hotel di Mekah dan Madinah tahun lalu karena alasan-alasan yang tidak terkait dengan jumlah jemaah umrah.
Seperti dikutip harian Aran News edisi Senin, 4 Januari kemarin, berdasarkan data pemerintah Kerajaan Arab Saudi menunjukkan bahwa jumlah jemaah umrah tahun 2009 mencapai 3.384.926 jemaah yang menunjukkan kenaikan dibanding tahun 2008 yang mencapai 3.107.318 jemaah. Terjadi peningkatan 8,93%.
kalangan operator umrah dan pengusaha hotel berharap tahun ini jumkah jemaah umrah lebih banyak. Menurut Al-Saud Sulemani, manajer hubungan pelanggan Bab Al-Umrah, salah satu dari lima penyedia layanan internet untuk umrah di Arab Saudi, 2010 akan menjadi saksi bahkan lebih banyak pendatang yang tidak terganggu Flu Babi.
"Ini akan memberikan kepercayaan kepada umat Islam di seluruh dunia tahun ini. Selain itu, krisis ekonomi global, yang dijadikan alasan menurunnya jemaah asing, menunjukkan tanda-tanda perbaikan," katanya.
Iran datang dalam jumlah besar tahun lalu. Menurut angka pemerintah, 866.147 jemaah umrah datang dari Iran, sebuah peningkatan 36,29 persen dari tahun sebelumnya. Tapi Mesir, yang menjadi pemasuk devisa wisatawan mengirimkan lebih sedikit 61.755 jemaah, yaitu 563.871 jemaah, padahal tahun 2008 sebelumnya mencapai 625.626 jemaah. Menurut Al-Sulemani, berkurangnya jemaah Mesir sangat memukul.
Mesir, kata Al-Sulemani, datang dalam kelompok kecil dan bahkan secara individu, yang memberikan hotel di Makkah dan Madinah kesempatan untuk berurusan dengan mereka. Sedangkan Iran datang dalam kelompok besar dan sewa akomodasi massal sehingga harga tawar-menawar. "Karena itu, kedatangan jemaah umrah Iran tahun 2009 tidak menguntungkan mereka dalam bisnis," kata Al-Sulemani.
Menurut Hania Abu Saba, pemilik Ramada dan Al-Massa (jaringan hotel lokal di Mekah dan Madinah, usahanya berkurang 30 persen tahun lalu. Meskipun sebagian besar kamar hotel dipesan, namun ia harus memberikan diskon berat yang mempengaruhi pendapatan. Cerita yang sama terulang selama haji yang ia sewakan kamar lebih murah daripada 2008. "Ada kepanikan di pasar," katanya. Untuk tahun ini, ia sedang mencoba menjual kamar untuk tur operator massal sehingga "kita tidak perlu menghadapi masalah pada saat terakhir." Seperti orang lain, ia mengharapkan yang lebih baik 2010.
Menurut Fayyaz Siddiqi, chief operating officer pada Hajeej Travel, tak seorang pun di industri ini menderita kerugian tahun lalu. "Itu pada dasarnya hanyalah proyeksi penurunan laba. Anda tidak dapat menyebutnya rugi," katanya. Menurut dia, empat bulan pertama dari musim umrah, yang dimulai dari 1 Safar dan berakhir hingga 30 Syakban, sangat baik. "Kami melakukan bisnis yang lebih baik daripada bulan Ramadan," kata Siddiqi. Dia juga melihat prospek yang lebih baik di tahun 2010. (Musthafa Helmy)
Sebaiknya Jemaah Dapat makan di Mekah
Senin, 04 Januari 2010 16:52
Jakarta (MCH). Ketua Kloter 17 Balikpapan, embarkasi Balikpapapan, Kalimantan Timur HM Jailani, menginginkan besaran Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) yang diwajibkan bagi setiap jamaah haji sudah mengakomodir biaya makan jamaah selama di tanah suci. Bukan saja di Madinah, Arafah dan Mina tetapi juga di Makkah.
Pendapat di atas dikemukakannya, menjawab pertanyaan wartawan media ini disela acara penerimaan secara resmi jamaah haji kota Balikpapan di rumah kediaman resmi Walikota Balikpapan, Jumat (31/12) malam tadi. Jamhaj "kota minyak" ini pada musim haji 1430 H yang baru saja usai berjumlah 482 jamaah yang berkesempatan hadir pada acara penerimaan secara resmi malam itu hanya sekitar 200an. Menurutnya, usulan di atas dikemukakan dengan maksud agar jamaah haii lebih konsentrasi dalam beribadah secara serius.
Lebih lebih karena berada di kota suci Makkah al Mukaramah. "Jadi mereka para jamaah haji itu tidak lagi direpotkan dengan masalah makan," papar Ketua Kloter yang juga Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umroh, Kantor Depag Balikpapan. Karena menurutnya sementara ini seperti yang dialaminya jamaah terpaksa harus mencari makan. Beli makanan kepada mukimin yang berjualan di sekitar pemondokan. "Kalau tidak ada yang berjualan akan muncul masalah tersendiri. Harus mencari ke lain" ungkapnya. Makanan yang dijual mukiminpun menurutnya tidak terjamin kesehatannya.
Harapan Jailani besaran BPIH tersebut sudah mengcover biaya makan bukan saja di Madinah, Arafah dan Mina. Tetapi juga di Makkah. Jamhaj Balikpapan di musim haji tahun 1430 H ini menempati pemondokan di wilayah Raizahir, di atas pemakaman Ma'la di Makkah. Berjarak kl 2 Km dari Madjidil Haram.
Dengan tibanya jamhaj kloter 17 Balikpapan pada Kamis (30/12) pukul 21.00 WITA malam menandai berakhirnya kegiatan operasional pemulangan jamaah haji debarkasi Balikpapan, Kalimantan Timur. Kloter gabungan ini berisikan jamaah haji Balikpapan, Kaltim dan Makassar, Sulsel. (Thamrin Yunus)
Jemaah Perlu Sosialisasi
Senin, 04 Januari 2010 16:47
Jakarta (MCH). Bagai gayung bersambut sebagaimana Menteri Agama RI, Suryadharma Ali, Walikota Balikpapan, Imdad Hamidpun menilai pelaksanaan operasional haji musim haji 1430 H (2009) secara umum sukses. Berhasil. Namun, sosialisasi terhadap hal hal tertentu perlu dilakukan sejak awal oleh Departemen Agama.
Mengemukakan hal tersebut kepada wartawan media ini di Balikpapan, Jum'at (31/12) malam lalu, usai menerima dengan resmi kl 200an dari 482 jamaah haji kota Balikpapan di kediaman resminya, menurut Imdad Hamid, ada beberapa hal yang perlu dilakukan pemerintah dalam hal ini Departemen Agama untuk sejak awal disosialisasikan.
"Dalam kesuksesan itu ada beberapa hal yang perlu disosialisasikan sejak awal kepada jamaah haji", terangnya menjawab pertanyaan. Diantara beberapa hal itu sebut Imdad misalnya tentang lokasi pemondokan yang jauh dari Masjidil Haram. Soal antri makan, antri wudhu sampai antri ke WC baik yang terjadi di Arafah maupun Mina.
"Seharusnya hal hal itu sejak awal disosialisasikan , diberitahukan supaya jamaah haji melola dirinya sendiri", terang Walikota Balikpapan yang tahun 2011 mendatang mengakhiri masa tugasnya didampingi Wakilnya, Rizal Effendi dan Kahumas Pemko Balikpapan, Ari Mulyadi. Maksudnya melola diri sendiri dengan mengurangi makan dan minum agar bisa bertahan lama, tidak sering ke WC, karena antri yang panjang dengan demikian kesucian diri (karena sudah berwudhu-red) bisa bertahan.
Ikhwal antrian ke WC, nmenurutnya bukan hanya menimpa jamhaj reguler (biasa). Hal ini pun menimpa jamaah haji BPIH Khusus atau yang dulu lebih dikenal dengan nama jamaah haji ONH Plus. Diakuinya, sudah banyak perbaikan yang dilakukan pemerintah dalam hal ini Departemen Agama, pemegang otoritas penyelenggaraan haji. Namun menurutnya sosialisasi lebih dini sangat diperlukan. Terlebih menyangkut jarak pemondokan jamhaj dengan Masjidil Haram yang tetap menjadi topik pembicaraan bahkan keluhan.
Mengkomentari tentang tekad pemerintah memaksimalkan jarak pemondokan jamaah hanya 4 Km dari Masjidil Haram, Imdad menyangsikan bisa terealisir pada musim haji tahun depan (1431 H/2010). "Tekad tersebut mungkin 2 atau 3 tahun mendatang baru bisa tercapai" katanya. Meski pemerintah diakuinya, usai musim haii 1430 H ini melakukan persiapan mencari pemondokan dimaksud. Sosialisasi akan hal hal tertentu itu seperti dikemukakannya di atas menurutnya tetap merupakan antisipasi terbaik. Misalnya, tentang jauhnya jarak. Harus diketahui jamhaj. Apa lagi bagi yang berusia lanjut.
Menurutnya jamhaj yang berusia lanjut tidaklah perlu setiap hari ke Masjidil Haram. Karena ada pendapat ulama yang mengatakan, asal sholat di masjid yang ada di tanah haram (Makkah) nilainya tetap 400 ribu kali lipat. Karena itu tidaklah perlu bagi jamhaj berusia lanjut untuk memaksikan diri ke Masjidil Haram. Sebab, akan berakibat, bisa jatuh sakit menghadapi prosesi puncak haji di Arafah dan Mina. Padahal haji ada para prosesi itu. (Thamrin Yunus)
|